• March 20, 2026

Kisah Wiro Sableng akan diproduksi untuk layar lebar

Film ini akan diproduksi oleh Lifelike Pictures bersama Fox International Productions (FIP)

JAKARTA, Indonesia – Satu lagi film Indonesia yang akan datang go internasional. Kisah serial silat Wiro Sableng karya Bastian Tito akan dibuat film layar lebar oleh Fox International Productions dan Lifelike Pictures (Indonesia). Film ini akan diberi judul Wirosableng 212 (Prajurit 212).

Presiden FLP Tomas Jegeus, produser Sheila Timothy dan produser eksekutif Michael Werner mengumumkan perjanjian kerja sama tersebut, Kamis 9 Februari di Jakarta.

Wiro Sableng adalah tokoh fiksi dan tokoh utama cerita silat Indonesia berdasarkan kitab silat Kapak Maut Wiro Sableng Naga Geni 212 karya mendiang Bastian Tito. Seri silat ini merupakan seri silat terpanjang dan tertua di Indonesia yang terdiri dari 185 judul dan diciptakan dalam kurun waktu 39 tahun (1967-2006).

Bastian Tito merupakan ayah dari aktor Vino G. Bastian. Dan kebetulan Vino berperan sebagai pemeran utama di film ini. Meski awalnya bingung kenapa ditunjuk, Vino mengaku bangga bisa mewakili keluarga sebagai pewaris kisah Wiro Sableng.

“Saya terharu, sejak bapak saya menulis, baru kali ini film Wiro Sableng dibuat atas restu keluarga. Sebelumnya ada Wiro Sableng seriAku belum masuk hiburan, Ayah saya hanyalah seorang penulis. Bila ingin dibuat lagi dengan visi dan misi yang jauh lebih besar, itu suatu kehormatan besar bagi saya. Wiro Sableng harus kembali, tapi untuk generasi yang ada. “Bahwa di Indonesia ada legenda silat yang perlu dilestarikan,” kata Vino yang ditemui saat itu. Konferensi pers Wiro Saleng 212 di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis 9 Februari.

Kakak ipar Vino, Sheila Timothy yang tak lain adalah kakak perempuan Marsha Timothy juga turut terlibat sebagai produser. “Kami sepakat untuk membuat film Wiro Sableng yang komersial dan disukai semua orang. Tetap mengacu pada buku itu. Pasalnya Wiro Sableng bukan milik keluarga, melainkan sudah menjadi legenda Indonesia. “Penggemarnya masih sangat besar dan cukup militan,” kata Sheila yang akrab disapa Lala.

Beban berat kini berada di pundak Vino sebagai pemeran utama. Hal tersulitnya adalah memisahkan profesionalisme sebagai aktor dan nostalgia keluarga. “Wiro Sableng milik penggemar sinetron itu, bukan hanya keluarga saya. Kalau jadi aktor, saya profesional dan harus bisa memerankan Wiro Sableng. Anak laki-lakinya aha “Yang kami maksud bukan Wiro Sableng,” kata Vino yang juga teringat pesan keluarga besarnya sebelum berakting di film ini.

“Pesan kekeluargaan, sisi aslinya tidak boleh ditinggalkan. Namun pihaknya akan terus mengembangkan teknologi berikutnya. Ketika orang lain menilai, jangan menilai saya sebagai anggota keluarga, nilailah saya sebagai seorang aktor.”

Tak hanya Vino, sederet nama beken lainnya juga bakal terlibat dalam film ini. Di antaranya Angga Dwimas Sasongko yang akan berperan sebagai sutradara serta Sherina Munaf dan Marsha Timothy sebagai aktris.

“Film ini sangat menarik minat saya. Aku berjanji pada diriku sendiri, aku akan melakukan hal-hal yang benar-benar aku minati. Melihat performa dan sinkronisasi tim membuat saya yakin kita bisa melakukan eksplorasi sedalam-dalamnya. “Ini salah satu faktor yang membuat saya tidak sendirian,” kata Sherina.

Naskah filmnya ditulis oleh Sheila Timothy, Tumpal Tampubolon dan Seno Gumira Ajidarma. Yayan Ruhiyan yang sukses di film Serangan, Serangan 2, Kiamat Yakuza Dan Perang Bintang 7 yang prestasinya telah diakui di dalam dan luar negeri akan bertanggung jawab atas koreografi aksi film ini.

Kerjasama internasional

Lala bercerita, sejak awal dirinya tertarik menggalang dana untuk film ini dari pihak luar negeri. “Saya butuh otoritas dari luar Indonesia. Saya berbicara dengan Michael. Saya mempunyai kesan positif terhadap Tomas. Saya pikir studio-studio Hollywood memiliki tingkat arogansi yang sama dengan kami. Tapi Tomas berbeda dan menghargai tempat kami. Ia tertarik karena Wiro Sableng menonjolkan sisi budaya. Jadi saya merasa pertemuan pertama memberikan kesan yang mendalam, kata Lala.

Hasil kerjasama internasional ini, film Wiro Sableng 212 rencananya akan ditayangkan terlebih dahulu di Indonesia baru kemudian ditayangkan di luar Indonesia. Berdasarkan perjanjian tersebut, kedua perusahaan akan mengembangkan, memproduksi dan mendistribusikan film di seluruh Indonesia, dan mungkin juga di negara lain.

Ini merupakan pertama kalinya Fox International Production berkolaborasi dalam produksi dengan rumah produksi asal Indonesia. Sebelumnya, FIP telah melakukan kerja sama serupa dengan Korea Selatan untuk memproduksi film Ratapan Dan Laut Kuning oleh sutradara Na Hong Jin, satu dari 10 film Film laris best seller selama tahun 2016 di Korea Selatan.

Tomas Jegeus, presiden FLP berkata: “Saya sangat senang dengan keterlibatan kami dalam film ini Wiro Sableng 212 dan bangga bekerja dengan materi kreatif yang menginspirasi dari Lifelike Pictures. FIP merasa terhormat menjadi studio Hollywood pertama yang melakukannya produksi bersama dengan rumah produksi Indonesia dan kami berharap akan ada lebih banyak kerja sama di masa depan.”

Berita tentang rencana produksi film Wiro Sableng 212 itu juga menjadi pembicaraan di Hollywood. Sejumlah media internasional pun menulis artikel tentang film ini. Antara lain adalah Variasi.

Film layar lebar kolosal dengan genre komedi aksi Fantasi ini akan diproduksi pada tahun 2017 dan rencananya akan dirilis di bioskop pada tahun 2018.

Tidak bisa menunggu! –Rappler.com

Keluaran Sydney