Kondisi ‘ajaib’ Menteri Susi bagi PDIP
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Kata Bu Susi, kalau Bandung dipindahkan ke Pangandaran, saya siap.
BANDUNG, Indonesia – Nama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti santer diberitakan bakal mencalonkan diri pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018.
Susi disebut-sebut maju dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menguasai 20 kursi di DPRD Jabar, syarat minimal sebuah partai bisa mengajukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar.
Rencana PDIP mencalonkan Susi tak mendapat penolakan dari Ketua DPD PDIP Jabar TB Hasanuddin. Namun Susi dikabarkan menyampaikan syaratnya kepada PDIP.
“Nyonya. Susi mengatakan, jika Bandung dipindahkan ke Pangandaran, saya siap. Saya bilang, ini masih lama. Ibu kota Jabar masih di Kota Bandung, belum dipindahkan ke Pangandaran, kata Hasanuddin sambil tertawa.
Lelucon tersebut disampaikan Hasanudin saat memberikan pidato pada acara penjaringan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar yang digelar PDIP di Hotel Horison, Kota Bandung, Rabu, 25 Oktober 2017.
Dalam acara tersebut, sejumlah tokoh yang hendak mengikuti Pilgub Jabar diundang untuk menyampaikan gagasannya, termasuk Menteri Susi. Namun Susi tidak ada di sana. Tokoh lain yang turut diundang adalah Netty Heryawan, istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Namun Netty juga tidak ada di sana.
Tokoh lain yang hadir dalam acara ini adalah Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Anggota Komisi DPR RI Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa, Sekjen DPD PDIP Jabar Abdi Yuhana, dan Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal.
Kehadiran Anton Charliyan sebagai salah satu bakal calon yang hadir semakin menguatkan keinginan mantan Kapolda Jabar itu untuk terjun ke dunia politik. Bagi Rappler, Anton menyebut kehadirannya untuk memenuhi undangan pesta berlambang kepala banteng itu. Anton mengaku mendapat izin dari Kapolri.
“Undangan sudah disampaikan kepada Kapolri. Jadi saya mendapat izin untuk memenuhi undangan ini, kata Anton.
Kehadiran Dedi Mulyadi pun menyedot banyak perhatian. Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jabar, kehadirannya dalam proses seleksi terkesan tak ada restu dari partainya. Namun Dedi membantahnya. “Tidak, awalnya Golkar berkoalisi dengan PDIP,” singkatnya.
Proses penyaringan ini dihadiri oleh para pendukung masing-masing bakal calon dan juga masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh gagasan-gagasan yang akan disampaikan oleh para bakal calon. —Rappler.com