• April 9, 2026

Oon “Projek Pop” kini harus menjalani cuci darah tiga kali seminggu

JAKARTA, Indonesia – Belum lama ini, sosok Muhammad Fachroni alias Oon, salah satu anggota Project Pop, kerap terlihat di atas panggung menghibur penonton dengan gaya kocaknya.

Namun baru-baru ini, Oon harus rela rehat dari band yang membesarkan namanya itu karena ia menjalani pengobatan diabetes akut yang dideritanya. Banyak pihak yang tak begitu paham bagaimana kondisi terakhir Oon hingga akhirnya sang istri, Dessy Rosalianita atau yang akrab disapa Ocha, beserta staf Project Pop lainnya buka suara pada Rabu, 11 Januari.

Menurut Ocha, Oon saat ini rutin bolak-balik ke rumah sakit. Bahkan kondisi kesehatannya menjatuhkan. “Alhamdulillah, baru pulang (dari rumah sakit) kemarin. “Waktu di RS membaik, tapi pas kembali turun lagi,” kata Ocha yang ditemui di salah satu kafe kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan.

Oon kini kerap mengalami kondisi kesehatan genting akibat diabetes akut ditambah komplikasi yang ditimbulkannya. Salah satu perubahan yang paling kentara adalah penurunan berat badan Oon.

Pria kelahiran 19 Juli 1972 ini sebelumnya berpenampilan agak montok dan tembam, kini menjadi sangat kurus. Bahkan, kata Ocha, berat badan Oon turun sekitar 15 kilogram. Saat ini berat badan Oon adalah 75 kilogram.

Akibatnya, penyakit diabetesnya semakin parah karena ada luka infeksi di kakinya. Akibatnya, Oon kesulitan berjalan. “Karena ada kelemahan otot di kaki, ada semacam infeksi pada luka yang membuat Oon kesulitan berjalan. Jangan khawatir dengan infeksi luka seperti yang dialami Oon, kami yang akan tertular beling “Pastinya aku pilih banyak duduk ya, soalnya jalan kaki susah banget, kurang lebih gitu,” kata Tika Panggabean, rekan Oon di Project Pop.

Penyakit keturunan

Ocha kemudian mencoba mengingat kronologi timbulnya penyakit diabetes yang diderita Oon. Menurut wanita yang menikah dengan Oon pada tahun 2004 itu, suaminya memang memiliki riwayat keluarga diabetes.

“Awalnya kencing manis, turun temurun, sebelum menikah sekitar usia 28 tahun, baru ketahuan saat anak pertama berumur 3 tahun, artinya pada 2009-2010. Sejak itu pola makannya teratur,” kata Ocha.

“Tapi terkadang Oon punya aturannya sendiri. Saat pertama kali Oon mengaku mengidap diabetes, ia tidak langsung mengubah pola makannya. Dia terbalik. “Kadang patuh, kadang disiplin berobat, disiplin di rumah, tapi kalau tidak disiplin maka tidak disiplin,” tambah Udjo.

Kini kondisi Oon semakin parah akibat komplikasi diabetes yang menyerang ginjalnya. Akibatnya, Oon harus menjalani cuci darah tiga kali seminggu.

DasarIa sudah mengidap diabetes, namun karena tidak mengontrol gaya hidup dan pola makan, timbul komplikasi. “Komplikasi pada ginjal, jantung, dan liver,” kata Ocha.

“Fungsi ginjal Oon memang menurun. Sehingga Oon menderita gagal ginjal terminal yang cukup parah sehingga memerlukan cuci darah hingga tiga kali seminggu untuk menghilangkan racun dalam tubuhnya. Fungsi ginjalnya kini diambil alih oleh mesin cuci darah, kata Udjo.

Tak hanya fungsi ginjalnya yang memburuk, kapasitas pompa jantung Oon hanya 30 persen.

Dirawat di rumah

Namun terlepas dari kondisinya, Oon dikabarkan lebih banyak menjalani perawatan di rumah. Pihak keluarga juga menyiapkan kamar Oon dengan fasilitas rumah sakit. “Memang dia memilih untuk pulang. Memang Oon dengan nyaman di rumah. Bukan karena biaya. “Anak-anak minta ketemu,” kata Ocha tentang pilihan Oon.

Selama mendampingi pengobatan suaminya, Ocha tetap terlihat tegar. Meski diakuinya, emosinya masih berfluktuasi. Apalagi saat Anda sedang lelah. Namun Ocha harus bertahan dan menebar semangat untuk suaminya. “Beliau mempunyai semangat pemulihan yang luar biasa. Luar biasa.”

Dan meski Oon tidak bisa tampil bersama Projek Pop selama masa perawatannya, namun tidak ada perubahan dalam pembagian honor. Seluruh staf Project Pop mengaku akan mengikuti aturan seperti biasa. “Alhamdulillah akan tetap demikian. Mudah-mudahan tetap tidak berubah. “Oon mendapat bagiannya sendiri,” jawab Tika yang bersama staf lainnya telah merintis Project Pop selama 21 tahun.

Untungnya, meski dalam kondisi seperti sekarang, semangat Oon untuk berjuang mengatasi penyakitnya belum padam. Apalagi kehadiran kedua anaknya menjadi penyemangat utama. Ditambah dukungan dari teman-temannya di Project Pop.

“Yang pasti kami bersatu dan berdoa serta memberikan dukungan setiap saat. Lebih percaya pada harapan, miliki keyakinan. “Hasil medis mungkin menunjukkan sesuatu yang berarti, namun kami ingin percaya lebih dari itu bahwa keajaiban dan kesembuhan bisa terjadi karena Tuhan kita di atas segala penyakit,” kata Yosi.

Cepet sembuh, Oon! -Rappler.com

uni togel