Berita hari ini : Selasa, 10 Oktober 2017
keren989
- 0
Halo pembaca Rappler!
Pantau terus halaman ini untuk mengetahui update berita terkini yang dihimpun redaksi Rappler Indonesia pada Selasa, 10 Oktober 2017.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Wuryanto mengatakan peluru tajam yang dibeli Polri memiliki kecanggihan yang luar biasa.
“Sulit dipercaya. TNI tidak memiliki senjata dengan kemampuan seperti itu, kata Wuryanto dalam konferensi pers di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Oktober 2017.
Wuryanto mengatakan, 5.932 amunisi dan jenis senjata lain yang dibeli Polri dari luar negeri memiliki radius hingga 400 meter.
Selain itu, lanjut Wuryanto, amunisinya akan meledak sebanyak dua kali jika ditembakkan. Ledakan kedua akan melontarkan logam-logam kecil yang dapat melukai dan membunuh sasaran.
Selain itu, jenis granat yang dibeli Polri juga dapat meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik setelah keluar dari laras. Baca berita selengkapnya Di Sini.
Pimpinan dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (SAO) bertemu dengan Presiden Joko “Jokowi” Widodo (Jokowi) pada Selasa 10 Oktober 2017 di Istana Merdeka, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, LTD melaporkan Ringkasan Hasil Ujian Semester I (IHPS) Tahun 2017.
BPK dalam laporannya menyebutkan, dari 687 laporan pemeriksaan lembaga negara, terdapat 14.997 permasalahan yang perlu ditindaklanjuti.
Permasalahan yang ditemukan salah satunya adalah adanya koreksi penghitungan bagi hasil migas pada SKK karena terdapat biaya-biaya yang tidak diperhitungkan dengan baik dalam cost recovery sebesar 956,04 juta dollar AS atau tidak diperhitungkan sebesar Rp12,73 triliun.
Selain itu, dalam laporan tersebut juga disebutkan terdapat 17 kontrak kerja sama yang belum memenuhi kewajiban perpajakannya hingga tahun 2015 senilai 209,25 juta dolar AS atau setara Rp 2,78 triliun.
Sementara itu, 91 persen dari target Pemprov sebesar 85 persen mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas penyampaian laporan keuangan instansi pemerintah, menurut data LTD.
Tapi kita juga bicara soal koreksi berbagai subsidi, ada juga serah terima aset, tadi kita transfer, kata Ketua BPK RI Moermahadi Soerja Djanegara.
Dalam pertemuan tersebut, LTD juga menjelaskan, terdapat 447 temuan yang mengindikasikan kejahatan dengan nilai Rp 44,74 triliun sejak tahun 2003 hingga Juni 2017.
“Jadi temuan-temuan yang ada indikasi akan kami sampaikan akan kami sampaikan, tinggal ditanyakan masalah tindak lanjutnya, tapi mungkin kami tidak punya alat untuk melaksanakannya,” jelas Mormahadi. Baca berita selengkapnya Di Sini
Serikat Organisasi Pegawai Independen Indonesia (SOKSI) melaporkan Tempo ke Dewan Pers soal pemberitaan Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR Setya Novanto.
Soksi menilai Tempo telah melakukan pembunuhan karakter terhadap Setya Novanto melalui pemberitaannya yang dinilai bias.
“Sengaja mengajak masyarakat untuk menimbulkan kebencian dan permusuhan terhadap warga negara, dalam hal ini Setya Novanto,” kata Ketua SOKSI Erwin Ricardo di gedung Dewan Pers, Selasa 10 Oktober 2017.
Erwin mengadu ke Tempo atas dugaan pelanggaran UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.
Berita yang diberitakan Erwin merupakan berita yang dimuat di Koran Tempo edisi 2 hingga 9 Oktober 2017 dan 3 berita di website Tempo.co.
Erwin menghitung, sedikitnya ada 3 pelanggaran yang dilakukan Tempo. Pertama, artikel tersebut belum teruji, terverifikasi dan seimbang.
Kedua, melanggar asas praduga tak bersalah dan terkesan menghakimi. Ketiga, tidak menjelaskan kepada pembaca bahwa artikel tempo.co masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. —dengan laporan Bernadinus Adi/Rappler

Puluhan karangan bunga untuk Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan mantan Gubernur Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama tiba di Balaikota DKI Jakarta pada Selasa, 10 Oktober 2017.
Pengirim karangan bunga bervariasi dari individu ke komunitas. Kebanyakan berisi ucapan terima kasih kepada Djarot dan Ahok atas kerja kerasnya selama menjabat.
Hetty KS, salah satu pengirim bunga, menulis pesan yang berbunyi: “Kamu masih ada di hatiku. Terimakasih telah menjadi dirimu standar yang baik untuk gubernur lainnya”.
Sementara itu, pengirim bernama Ning Widjaja menuliskan pesan: “Terima kasih Badja. Gara-gara kamu aku betah di Jakarta. Setelah ini lho…”
Rangkaian bunga tersebut dikirim ke Balaikota karena Djarot akan mengakhiri masa jabatan Gubernur DKI pada 15 Oktober mendatang. Baca berita selengkapnya Di Sini.

Sejumlah jurnalis dari sejumlah negara Asia akan menggelar konferensi untuk membahas cara meliput isu agama. Konferensi tersebut akan dilaksanakan pada 17-19 Oktober 2017 di Universitas Multimedia Nusantara (UMN).
Konferensi yang mengusung tema “Reporting Religion in Asia” ini diselenggarakan oleh The International Association of Religion Journalists (IARJ), Union of Journalists for Diversity (SEJUK) dan UMN.
berangkat dari keprihatinan umum mengenai pemberitaan agama dan komunitas atau keyakinan agama yang nyatanya telah menimbulkan ketegangan atau konflik yang cukup besar berdasarkan keyakinan agama di banyak negara Asia.
Konferensi ini menjadi ruang untuk meminta pengarusutamaan agar agama menjadi isu penting dalam pemberitaan media, kata Endy M. Bayuni, Direktur Eksekutif IARJ, dalam keterangan tertulis yang diperoleh Rappler, Selasa, 10 Oktober 2017.
Endy juga mengatakan, selain dihadiri sejumlah jurnalis Asia, konferensi ini juga akan melibatkan pemimpin redaksi media nasional.
Direktur SEJUK Ahmad Junaidi mengatakan konferensi ini merupakan yang pertama di Indonesia. “Kami saling belajar dan mengembangkan best practice yang sudah berjalan,” kata Ahmad Junaidi.
—Rappler.com