12 orang tewas akibat longsor di Bali
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Puluhan korban tersebut merupakan warga tiga desa di Kecamatan Kintamani.
JAKARTA, Indonesia – Hujan ekstrem yang berlangsung sepanjang Kamis, 9 Februari malam, menyebabkan tanah longsor di tiga desa di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Akibatnya, sebanyak 12 orang meninggal dunia akibat longsor di tiga desa yakni Desa Awan, Desa Sukawana, dan Desa Songan.
Satu rumah di Desa Awan roboh setelah tertimbun tanah longsor. Akibatnya, keempat penghuni rumah tersebut ditemukan tewas pada Jumat 10 Februari dini hari. Korban meninggal diketahui sebagai:
1. Ni Kadek Arini (istri, ibu dari Putu Natalia, 27 tahun)
2. Ni Putu Natalia (perempuan, siswa kelas 3 SD, 10 tahun)
3. Ni Nengah Parmini (perempuan, 40 tahun)
4. I Nyoman Budiarta (perempuan, 45 tahun)
Parmini dan Budiarta berasal dari Desa Suter dan tinggal di Desa Awan.
Sementara itu, tanah longsor di Desa Sukawana menimbun satu rumah dan menyebabkan satu orang meninggal dunia. Korban diketahui bernama I Made Kawi (laki-laki, 50 tahun).
Selain korban meninggal dunia, masih ada satu korban lagi yang mengalami luka berat, yakni I Wayan Selang (perempuan). Korban luka berat dilarikan ke RSUD Bangli.
Di Desa Songan, tanah longsor menimbun 5 rumah dan mengakibatkan 7 orang meninggal dunia, 2 orang luka berat dan 2 orang luka ringan. Ketujuh korban meninggal tersebut adalah:
1. Pejabat Jro Balian (istri, 33 tahun, ibu)
2. Jro Balian Kadek Sriasih (istri, 7 tahun, anak)
3. Komang Agus Putra Santi (laki-laki, 1 tahun, anak)
4. I Gede Sentana (laki-laki, 40 tahun, ayah)
5. Luh Bunga (perempuan, 40 tahun, istri Gede Sentana)
6. Kadek (perempuan, 20 tahun, putri Gede Sentana)
7. Ni Luh Susun (perempuan, 40 tahun)
Sedangkan korban luka berat adalah:
1. Budi (laki-laki, 17 tahun, anak Gede Sentana)
2. Komang (perempuan, 14 tahun, putri Gede Sentana)
Kedua korban dilarikan ke RSUD Bangli.
Diketahui ada dua korban luka ringan, yakni:
1. Kadek Ardi (laki-laki, 9 tahun, putra Gede Artha)
2. Jro Alep (perempuan, 30 tahun, istri Gede Artha)
Hujan ekstrem diketahui terjadi pada 8 Februari di kawasan Karangasem, Bali, dengan intensitas 145 milimeter (mm). Sementara hujan lebat meluas ke wilayah lain seperti Bangli, Jembrana, Buleleng, Tabanan, Gianyar, dan Badung hingga 11 Februari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat yang tinggal di Bali untuk mewaspadai bencana tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung. – Rappler.com