• April 9, 2026

Berita hari ini: Minggu 15 Mei 2016

Presiden Jokowi bertemu dengan 1.300 WNI di Seoul

Sekitar 1.300 WNI yang tinggal di Korea Selatan bertemu dengan Presiden Joko ‘Jokowi’ Widodo di Seoul pada Minggu sore, 15 Mei.

Dalam pertemuan yang dimulai sekitar pukul 18.00 waktu setempat (16.00 WIB), Presiden Jokowi berbicara mengenai beberapa proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan di Indonesia, antara lain Tol Trans Sumatera dan Kereta Api Trans Sulawesi.

“Sekarang kita mendistribusikannya, bukan Jawa sentris, tapi Indonesia sentris. “Semuanya harus setara,” kata Jokowi.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan penyederhanaan izin usaha untuk meningkatkan daya saing khususnya di kawasan ASEAN pasca pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 31 Desember mendatang.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Korea Selatan John A Prasetio mengatakan, saat ini terdapat sekitar 1.080 WNI yang bekerja di Korea Selatan, 250 pelajar dan mahasiswa Indonesia, serta 20 WNI yang tinggal di Korea Selatan karena menikah dengan penduduk setempat.

Presiden Jokowi tiba di Seoul sekitar pukul 17.05 waktu setempat dan akan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye pada Senin 16 Mei. Baca selengkapnya di Di antara.

Klarifikasi Lion Air terhadap penumpang asal Singapura diturunkan di terminal domestik

Manajemen maskapai Lion Air memberikan penjelasan terkait penumpang asal Singapura yang justru diturunkan di gedung terminal domestik pada Selasa, 10 Mei. Menurut Direktur Utama Lion Air, Edward Sirait, pesawat bernomor penerbangan JT161 itu mendarat dan parkir pada rute Singapura-Jakarta sesuai arahan petugas air traffic controller (ATC). Petugas meminta pesawat yang membawa 182 penumpang itu parkir daerah terpencil.

“Untuk setiap pesawat yang diparkir di daerah terpencil, kami telah menyiapkan bus untuk mengantarkan penumpang menuju gedung terminal. Yang terjadi, salah satu sopir bus hendak menjemput penumpang dari Padang dan mengira penumpang penerbangan JT161 berasal dari Padang, kata Edward.

Alhasil, kata Edward, penumpang dibawa ke Terminal Kedatangan 1B. Namun, jelasnya, petugas akhirnya menyadari kesalahannya. Sehingga, penumpang penerbangan JT161 langsung diarahkan ke Terminal II.

“Kami memastikan seluruh penumpang JT 161 telah melalui proses imigrasi dan bea cukai yang sesuai,” ujarnya.

Kabar pesawat Lion Air menurunkan penumpang di terminal yang salah pertama kali disampaikan oleh pemilik akun @ZaraZettira. Ia mengatakan, anak rekannya yang baru datang dari Singapura itu tiba di Jakarta pada 10 Mei pukul 19.35 WIB. Namun, pesawat tersebut tidak menurunkan penumpang di Terminal II, melainkan di Terminal I dalam negeri. Baca selengkapnya di Cakupan 6.com

Setya Novanto meminta maaf karena tertidur saat pembukaan Munas Golkar

Perwakilan tim sukses Setya Novanto, Nurul Arifin, mengaku mantan Ketua DPR itu sempat tertidur saat Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar digelar Sabtu malam, 14 Mei, di Nusa Dua, Bali. Nurul mengatakan Setya telah bekerja keras selama tiga bulan terakhir dan melakukan perjalanan ke seluruh 34 provinsi di Indonesia. Hal itu dilakukan untuk merebut suara dan meraih kemenangan pada pemilihan umum Munas.

“Saya selalu lekat dengan Pak Setya Novanto setiap hari dan saya lihat sendiri beliau adalah seorang pekerja keras. Ponselnya tidak berhenti berdering selama 24 jam, kata Nurul saat berbicara dalam jumpa pers di BNDCC, Nusa Dua, Bali.

Dampaknya, jam tidur Setya Novanto berkurang. Menurut Nurul, Setnov – sapaan akrab Setya, hanya tidur 3-4 jam sehari.

“Jadi, kami mohon maaf atas kejadian ini. “Itu sesuatu yang tidak bisa dicegah,” kata Nurul.

Sebelumnya, beredar video di media sosial YouTube pada Minggu pagi yang menunjukkan Setnov tertidur saat menyanyikan lagu “Menheningan Cipta” saat Munas digelar. Stasiun berita tvOne yang menayangkan langsung pembukaan Munas, Setnov yang berdiri di antara Ade Komar dan Erlangga Hartato memejamkan mata namun tak lama kemudian hampir terjatuh ke depan. Begitu sadar dirinya sedang tidur, Setnov langsung membuka matanya dan tersenyum.

Tonton videonya di bawah ini:

– Rappler.com

Beberapa judul buku ‘kiri’ hilang dari toko buku Gramedia

MENCARI.  Komandan Kodim 0712/Tegal Letjen.  Kol.  Inf Hari Santoso menunjukkan lima judul buku Partai Komunis Indonesia (PKI) yang disita dari sebuah pusat perbelanjaan pada 11 Mei 2016. Foto oleh Oky Lukmansyah/Antara

Meningkatnya penggerebekan terhadap buku-buku yang berkaitan dengan komunisme, Marxisme, atau Leninisme memaksa toko buku Gramedia menarik beberapa judul dari pameran.

Seorang pegawai toko buku Gramedia Matraman mengatakan, pemeriksaan mendadak yang dilakukan polisi beberapa waktu lalu memaksa Gramedia menghentikan penjualan beberapa buku bekas selama dua atau tiga minggu ke depan.

“Ada sekitar tujuh judul buku yang sudah tidak dipamerkan lagi. Bukunya masih ada, tapi belum bisa dipajang. “Ini berlaku untuk seluruh Gramedia,” kata karyawan tersebut.

Masinton Pasaribu, anggota DPR dari Fraksi PDIP, sebelumnya mengatakan pemikiran (ideologi) harus dilawan dengan pemikiran, bukan dengan pelarangan buku. Baca selengkapnya cnindonesia.com.

Jurnalis telah dianiaya oleh anggota TNI di Sulawesi Tengah

Aksi Hari Pers Internasional di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu 3 Mei 2015. Foto oleh Dyah Ayu Pitaloka/Rappler

Asnawi Zikri (26 tahun), jurnalis Luwuk Post di Sulawesi Tengah, diserang pada Sabtu 14 Mei oleh seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan empat temannya.

Penganiayaan tersebut diduga terkait dengan artikel Asnawi berjudul “Lansia Mati Tengkurap” di Luwuk Post, grup media Jawa Post.

Dalam kejadian tersebut, Nawi mengalami luka robek di kening kiri, bengkak di mata kiri, bengkak di kepala kiri, dan lebam di punggung kanan.

Danrem 132/Tadulako Kolonel Shaleh Mustafa berjanji akan mengusut kasus tersebut dan memprosesnya sesuai aturan hukum yang berlaku. Baca berita selengkapnya Kompas.com

Terjepit permasalahan ekonomi, seorang ibu melemparkan anaknya dari lantai 3 sebuah pusat perbelanjaan di Bekasi

Seorang ibu muda di Bekasi, Jawa Barat melemparkan bayinya yang berusia satu bulan dari lantai 3 sebuah pusat perbelanjaan di Kota Bekasi pada Sabtu, 14 Mei.

Polres Bekasi mengatakan Fitroha (30 tahun) tega membunuh anaknya, Anantida Aprilia (1 bulan), karena pendapatan suaminya, seorang produsen tempe, terus menurun dalam beberapa bulan terakhir, sementara kebutuhan keluarga terus meningkat.

“Penghasilannya (suami tersangka) sekarang berkurang, biasanya sehari sehari bisa 1 kuintal tempe, tapi sekarang hanya 60 kg,” Kabid Humas Polrestabes Kota Bekasi Iptu Puji Astuti menerima keterangan tersangka, dikutip penyidik ​​polisi. . Baca berita selengkapnya Detik.com

Keluaran HK Hari Ini