Jokowi mencalonkan Tito Karnavian sebagai calon Kapolri
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Tito Karnavian menjadi satu-satunya calon Kapolri yang diajukan Jokowi. Kamis ini DPR akan mulai membahas pencalonan Tito.
JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah menunjuk Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Tito Karnavian sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Kepastian itu disampaikan Ketua DPR Ade Komar saat ditemui Rabu, 15 Juni di kawasan Jakarta Pusat.
“Saya menerima surat dari presiden. Isi suratnya menyebutkan Presiden meminta pencalonan Komisaris Jenderal Tito Karnavian dan merupakan satu-satunya calon Kapolri pengganti Jenderal Badrodin Haiti, kata pria yang akrab disapa Akom itu.
DPR akan segera memproses hal tersebut, dimulai dari rapat pimpinan hingga pemaparan pencalonan Komjen Tito. Respon positif juga disampaikan Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo.
“Dari segi rangking sudah memenuhi syarat yaitu 3 bintang. Namun dari segi senioritas, ia melompati beberapa kelas. “Bahkan dari segi kemampuan, kecerdasan, kepandaian dan profesionalitasnya tidak perlu diragukan lagi,” kata Bambang yang dihubungi melalui pesan singkat.
Bambang mengatakan, pada rapat paripurna besok, surat permohonan Jokowi akan dibacakan dan dibahas. Setelahnya mereka akan membahas jadwal fit andproper test.
“Mudah-mudahan sebelum perayaan Idul Fitri bisa kita selesaikan dan ambil keputusan dalam rapat paripurna tanggal 28 Juni 2016,” ujarnya.
Bambang berharap Tito jika terpilih menjadi Kapolri dapat menjadi perekat seluruh fraksi di Polri agar ke depan semakin solid menghadapi tantangan dan perkembangan masyarakat yang semakin kompleks.
Sebelum terpilih menjadi Kepala BNPT, Tito hanya menjabat Kapolda Metro Jaya selama 9 bulan. Sebelumnya, Tito diangkat menjadi Kapolda Papua.
Pria lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1987 ini menduduki jabatan strategis dan cemerlang.
Prestasi gemilangnya dimulai pada tahun 2001 ketika Tito yang memimpin tim Cobra berhasil menangkap putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra, dalam kasus pembunuhan Hakim Agung Syaifudin. Prestasi lainnya terjadi pada tahun 2009 saat ia bergabung dalam tim pemberantasan jaringan teroris yang dipimpin oleh Noordin M. Top. – Rappler.com
BACA JUGA: