Chelsea vs Spurs bermain imbang 2-2, Leicester City menjadi juara Liga Inggris
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Kisah Cinderella akhirnya berakhir bahagia. Leicester City adalah juara Liga Premier!
JAKARTA, Indonesia – Leicester City akhirnya menjuarai Liga Inggris. Kepastian itu muncul setelah Chelsea menahan imbang rival terdekatnya Tottenham Hotspur dengan skor 2-2 di Stamford Bridge, Selasa 3 Mei. Keunggulan 7 poin Leicester atas Spurs tak lagi bisa diraih di sisa 2 laga Liga Inggris.
Kota Leicester. Juara Inggris. pic.twitter.com/WRwfysTn2N
— Kota Leicester (@LCFC) 2 Mei 2016
Di laga ini, Spurs justru memimpin. Dua gol tim asuhan Mauricio Pochettino dicetak Harry Kane pada menit ke-35 dan Heung-Min Son pada menit ke-44. Harapan untuk tetap bertahan dalam perburuan gelar masih ada dalam pikiran Bunga Lily Putih—Nama panggilan Spurs.
Tidak ada yang bisa menangkap mereka sekarang… pic.twitter.com/5xLJiz9lrC
— Liga Premier (@premierleague) 2 Mei 2016
Namun, petaka terjadi di babak kedua. Pasukan Guus Hiddink membalas melalui Gary Cahill pada menit ke-58 dan Eden Hazard pada menit ke-83. Spurs akhirnya tersingkir seiring skor habis hingga laga berakhir. Perburuan gelar telah berakhir dan Leicester adalah juara Liga Premier yang baru.
Ranieri berterima kasih kepada Chelsea
Dalam laga yang dihelat di Stamford Bridge itu, suporter Chelsea berkali-kali berteriak dan bersorak untuk Leicester. “Lakukan itu untuk Ranieri. Lakukan itu untuk Ranieri!”
Bahkan, saat peluit akhir dibunyikan, suporter Chelsea langsung berteriak. “Juara Leicester, Juara Leicester.”
Tangisan tersebut jelas bukan sekadar karena fans Chelsea tak ingin Spurs, sebagai sesama klub asal London, menjuarai Liga Inggris. Namun juga karena manajer Leicester Claudio Ranieri merupakan sosok yang spesial bagi fans Blues.
Ranieri menangani Chelsea pada periode 2000-2004. Ia mampu membangun fondasi Chelsea sebagai tim pemburu gelar sebelum akhirnya dipecat oleh Roman Abramovich, pemilik Chelsea yang akan digantikan oleh Jose Mourinho.
Mourinho menyerahkan dua trofi Liga Inggris kepada Chelsea dengan pemain terbanyak direkrut Ranieri. Alhasil, banyak yang menilai prestasi Mourinho sebenarnya diraih atas fondasi yang dibangun Ranieri.
Dengan eratnya hubungan Chelsea dan Ranieri, mantan pelatih AS Roma dan Inter Milan itu langsung menelepon Guus Hiddink, manajer Chelsea, saat pertandingan usai.
“Beberapa menit setelah pertandingan berakhir, Ranieri menghubungi saya. Dia berterima kasih kepada kami atas apa yang kami lakukan. Terutama di babak kedua. Saya juga mengucapkan selamat kepadanya,” kata Hiddink.
“Mereka pantas mendapatkannya. “Mungkin ini kejutan bagi tim-tim mapan,” tambah manajer asal Belanda itu.
Hiddink yakin Ranieri sangat terharu dengan gelar yang diraih Leicester ini. Selain menjadi gelar liga pertamanya, Ranieri juga meraihnya dengan pemain non-bintang.
“Saya tidak tahu apakah dia menangis karena percakapannya bukan melalui Facetime. Tapi, dia bersemangat. Dia berterima kasih padaku lima kali. Emosinya meluap-luap,” ujarnya.—Rappler.com
BACA JUGA: