• March 26, 2026
4 hal tentang Tari Saman

4 hal tentang Tari Saman

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Tari Saman kembali mencetak rekor MURI

Jakarta, Indonesia Tari Saman merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang berasal dari tanah Gayo Aceh. Baru-baru ini Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan penghargaan bagi tari dengan jumlah penari terbanyak yakni 12.262 orang yang menarikan tari Saman.

Ini merupakan pertunjukan Tari Saman massal yang kedua, setelah sebelumnya memecahkan rekor MURI pada tahun 2011 dengan jumlah penari terbanyak yakni 5.054 orang penari.

Dengan menggunakan kain bermotif khas Kerawang Gayo, para penari menari dengan gerakan yang indah dan menyatu mengikuti perubahan tempo tarian yang mengundang decak kagum penonton. Persembahan cantik ini merupakan kado dari pemerintah Gayo dalam rangka HUT Indonesia ke-72.

Tarian kebanggaan ini tentu memiliki fakta menarik di baliknya. Berikut empat fakta menarik Tari Saman yang belum banyak diketahui orang:

1. Sering dibandingkan dengan tari Ratoeh Datuk

Bagi sebagian orang, tari Saman sering disamakan dengan tari Ratoeh Datuk. Faktanya, keduanya sangat berbeda. Perbedaannya terletak pada penarinya. Tari Saman dibawakan oleh penari laki-laki berjumlah ganjil, sedangkan tari Ratoeh Datuk dibawakan oleh penari perempuan berjumlah genap.

Perbedaan lainnya adalah dari segi pakaian. Tari Saman menggunakan pakaian saku bermotif, sedangkan tari Ratoeh Datuk menggunakan pakaian polos yang dipadukan dengan songket Aceh.

Jika dicermati, tari Saman membawakan puisi dalam bahasa Gayo, sedangkan tari Ratoeh Datuk berbahasa Aceh.

2. Digunakan sebagai media dakwah

Dilihat dari sejarahnya, tari Saman sudah ada sejak abad ke-13 dan dikembangkan oleh Syekh Saman. Awalnya tarian ini digunakan sebagai media untuk menyebarkan dakwah Islam sekaligus memberikan pendidikan, nasehat bahkan mengajarkan tentang solidaritas. Tari Saman kini mempunyai fungsi yang lebih luas yaitu sebagai hiburan dan juga sebagai ajang untuk menunjukkan kekayaan seni yang ada di tanah air.

3. Aceh milik dunia

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengatakan, tari Saman adalah milik Aceh milik dunia. Belia juga mengatakan bahwa tari Saman adalah milik dunia ciptaan Gayo Lues, bukan milik masyarakat Aceh secara keseluruhan.

Saat itu pertunjukan tari Saman disaksikan dengan haru oleh Gaura Mancacarita, warga negara Australia yang tergabung dalam tim peneliti tari Saman dan merupakan tokoh penting yang memasukkan tari Saman ke dalam buku UNESCO.

4. Diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Dunia

Ada empat hal yang harus dimiliki jika suatu kebudayaan ingin diakui UNESCO, yaitu orisinalitas, keunikan, nilai filosofi universal, dan menular ke masyarakat.

Salah satu budaya Indonesia yang memiliki keempat hal tersebut adalah tari Saman. Kebudayaan Indonesia lainnya yang diakui UNESCO antara lain kesenian wayang, keris, batik, dan angklung.

Pelestarian dan pemeliharaan budaya bangsa bukan menjadi tugas pemerintah saja, melainkan seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Banyak hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk menjaga kekayaan budaya yang kita miliki, seperti rasa bangga dan memiliki, mempelajari dan memahami sejarahnya, serta perlakuan positif lainnya. –Rappler.com

Artikel ini sebelumnya telah diterbitkan di IDNTimes.com