• April 21, 2026
Australia akan menyampaikan hasil penyelidikannya atas penghinaan Pancasila pada bulan Februari

Australia akan menyampaikan hasil penyelidikannya atas penghinaan Pancasila pada bulan Februari

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

TNI saat ini menghentikan sementara kerja sama pelatihan dan pendidikan bahasa Indonesia bagi personel militer Australia.

JAKARTA, Indonesia – Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan proses penyelidikan terhadap bahan ajar Akademi Militer Australia di Perth masih berlangsung. Proses investigasi rencananya akan rampung oleh Negeri Kanguru pada 31 Januari mendatang.

Menindaklanjutinya, pada 8 Februari mendatang, Panglima Militer Angkatan Darat Australia Marsekal Binskin akan berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Gatot serta Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD).

“Beliau akan datang sebagai wakil pemerintah Australia untuk meminta maaf sekaligus menyampaikan hasil pemeriksaan,” kata Gatot yang ditemui di Gedung DPR/MPR Senayan usai menggelar rapat dengar pendapat dengan Komisi I, Kamis (1/1). . 26.

Gatot belum mengetahui seperti apa hasil pemeriksaannya karena masih berjalan. Sementara soal dilanjutkannya kembali kerja sama pengajaran dan pelatihan bahasa Indonesia bagi militer Australia, Gatot mengatakan, hal itu bergantung pada hasil penyelidikan yang akan disampaikan pihak militer Australia.

“Harapan saya sejalan dengan keinginan kita semua agar ada penjelasan apakah yang saya laporkan itu benar atau tidak. “Mereka sebelumnya meminta maaf dan mengevaluasi kurikulum (pengajaran),” kata Gatot.

Ia juga menjelaskan, pembentukan kurikulum tidak melalui proses diskusi antara tentara kedua negara. Menurut dia, kurikulum yang ditawarkan di Akademi Militer Barak Campell sudah terbentuk, sehingga instruktur Kopassus tinggal mengajar saja.

Begitu pula ketika tentara negara lain belajar di sini, saya tidak akan membuat kurikulum untuk negara lain, katanya.

Materi kurikulum ini menjadi perhatian Gatot setelah dirinya mendapat laporan dari seorang instruktur Kopassus yang khusus diutus TNI untuk mengajar di Perth. Ia menemukan bahan ajar yang menyentuh beberapa hal sensitif, seperti personel TNI yang pernah bertugas di Timor Leste dan Papua, harus merdeka dari Indonesia.

Belum lagi, instruktur Kopassus juga menemukan ada materi dasar Pancasila yang diselewengkan menjadi Pancagila.

“Itu terlalu menyakitkan. “Itu sudah tidak berlaku lagi,” kata Gatot saat ditemui di Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis, 5 Januari. (BACA: Dianggap Hina Pancasila, Australia Minta Maaf)

Karena Australia merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan Asia-Pasifik, maka keputusan yang diambil harus tetap terukur namun tegas. Oleh karena itu, TNI hanya menghentikan sementara pengajaran dan pelatihan bahasa Indonesia di sana.

Bagi sebagian pihak di Australia, keputusan Gatot dinilai berlebihan. Namun pengamat hubungan internasional CSIS, Evan Laksamana menilai keberatan tersebut merupakan hal yang wajar dan sah.

Bagi Evan, penting bagi kedua negara untuk memahami bagaimana penerimaan satu sama lain.

“Mereka yang mengatakan sikap Indonesia berlebihan tidak menyampaikan sikap resmi pemerintah Australia. Karena mereka menyatakan akan menindaklanjutinya dengan serius dan melakukan penyelidikan, kata Evan kepada Rappler, Kamis malam, 5 Januari. (BACA: Keberatan TNI terhadap Bahan Ajar di Australia Berlebihan?)

Keputusan TNI ini pun diapresiasi Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan Komisi I DPR. Jokowi mengatakan, keputusan TNI untuk menghentikan sementara kerja sama tidak berdampak pada hubungan baik Indonesia dan Australia. – Rappler.com

uni togel