• April 9, 2026
Komentar kontroversial para pejabat tentang pemerkosaan

Komentar kontroversial para pejabat tentang pemerkosaan

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Ketika pejabat pemerintah menyalahkan korban pemerkosaan.

Pernyataan kontroversial pejabat tentang pemerkosaan

JAKARTA, Indonesia – Pemerkosaan dan kekerasan seksual masih menjadi isu yang sangat sensitif. Namun, tidak semua orang paham betul apa akar permasalahan dalam kasus seperti ini.

Tak sedikit yang melontarkan komentar tidak sensitif dan semakin menyudutkan korban. Padahal, yang patut menjadi perhatian adalah bagaimana menghukum pelakunya dan mencegah kejadian seperti ini terulang kembali.

Berikut kutipan pejabat tentang pemerkosaan yang menuai kritik publik.

Fauzi Bowo

Pada tahun 2011, mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengomentari meningkatnya angka pemerkosaan yang terjadi di angkutan umum. Saat itu, tercatat banyak perempuan yang diperkosa saat pulang naik angkutan umum.

Kepada awak media, Foke, sapaan akrab Fauzi, menyebut pemerkosaan itu terjadi karena adanya korban mengenakan rok pendek. Ia bahkan meminta perempuan untuk berhenti memakai rok saat bepergian.

“Bayangkan saja orang yang duduk di depan wanita itu, bagaimana reaksinya jika melihat wanita memakai rok mini, agak hot kan?” kata Foke.

Pernyataan tersebut langsung menuai kemarahan netizen. Foke dinilai melanggengkan pelecehan terhadap perempuan dengan menyalahkan rok mini. Sejumlah perempuan bahkan menggelar “Aksi Rok Mini (Perempuan Tolak Pemerkosaan)” sebagai bentuk perlawanan.

Terakhir, Foke meminta maaf dan mengatakan bahwa dia sama sekali tidak berniat melecehkan korban.

“Saya mohon maaf karena pernyataan saya sebelumnya rawan salah tafsir. “Saya sama sekali tidak bermaksud menghina perempuan,” kata Fauzi.

Muhammad Nuh

Pernyataan senada juga terlontar dari mulut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh. Saat itu, ia mengomentari penculikan dan pemerkosaan seorang gadis berusia 14 tahun. Gadis ini kemudian dikeluarkan dari sekolah karena dianggap membawa aib.

Alih-alih mengkritik, Noah justru mengatakan bahwa terkadang pemerkosaan memang demikian kesalahan korban. “Bisa saja terjadi karena suka sama suka…lalu perempuan itu menuduhnya melakukan pemerkosaan,” ujarnya.

Warganet mengamuk lagi. Bahkan, ada pula yang menuntut agar Nuh mundur dan mengundurkan diri dari jabatannya. Terakhir, Noah mengeluarkan permintaan maaf kepada media. Namun, dia tetap menolak meminta maaf kepada terduga korban pemerkosaan dan keluarganya.

Ramli Mansur

Saat menjabat Gubernur Aceh Barat, Ramli pernah mengatakan bahwa perempuan tidak boleh mengenakan pakaian Islami layak untuk diperkosa. Ini untuk pemeliharaan hukum – atau peraturan daerah – mewajibkan penggunaan pakaian sesuai syariat Islam.

“Perempuan yang berpakaian tidak sesuai syariah itu seperti minta diperkosa, jumlahnya juga banyak,” ujarnya.

Saleh Partaonan Daulay

Ketua Komisi VIII DPR itu mengeluarkan pernyataan yang cenderung menyalahkan korban. Saat itu, ia diminta mengomentari kasus Yy, remaja berusia 14 tahun yang diperkosa hingga tewas oleh 14 orang.

“Dalam kasus Bengkulu, kemungkinan terburuknya adalah ketika korban berjalan sendirian di pinggir taman yang sangat sepi dan membuka ruang bagi pelaku untuk berbuat jahat,” ujarnya. Pernyataannya kemudian langsung mendapat kritik publik.

Namun Saleh berdalih media mewawancarainya saat itu salah dikutip. Ia mengatakan ada konteks yang tidak sesuai dengan pernyataannya. – Rappler.com

HK Prize