5 rekomendasi wisata horor di Jakarta
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Dibalik tempat wisata tersebut, ada cerita seram yang mengikutinya
JAKARTA, Indonesia – Jika bosan dengan tempat wisata yang biasa-biasa saja, ada beberapa tempat wisata di Jakarta yang bisa menguji nyali Anda.
Simak beberapa tempat wisata horor berikut ini.
1. Taman Langsat
Taman Langsat merupakan taman yang terletak di belakang Pasar Burung Barito. Taman ini memiliki fasilitas yang nyaman dan suasana asri yang dikelilingi pepohonan besar yang rimbun. Dilengkapi dengan fasilitas olah raga seperti lintasan Joging, Fasilitas-fasilitas tersebut justru tidak dimanfaatkan oleh warga Jakarta. Bahkan pada siang hari, taman ini relatif sepi.
Warga setempat, termasuk pedagang burung di kawasan pasar Barito, dikabarkan kerap melihat penampakan makhluk halus di sekitar pepohonan taman Barito. Selain itu, suasana di sekitar taman juga bisa dibilang seram karena minim penerangan.
2.Museum Taman Prasasti
Museum ini dulunya dikenal sebagai pemakaman umum bernama Kebon Jahe Kober, kemudian diubah menjadi Museum Taman Prasasti pada tahun 1977. Museum ini banyak menyimpan batu nisan kuno dari zaman Hindia Belanda.
Hal yang membuat museum ini seram adalah halamannya yang dihiasi batu nisan.
3. Museum Boneka

Terletak di Kota Tua, Jakarta Barat, museum ini dulunya adalah sebuah gereja bernama De Oude Hollandsche Kerk. Di museum ini juga terdapat jamuan makan malam Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-4, Jan Pieterszoon Coen.
Gubernur Jenderal-lah yang pertama kali memerintahkan pemindahan pusat pemerintahan dari Banten ke Batavia.
4. Lubang Buaya

Tempat bersejarah ini dikenal sebagai tempat pembantaian para jenderal besar pada masa Gerakan 30 September. Konon jenazah para jenderal tersebut dibuang ke dalam lubang buaya.
Karena latar belakang cerita tersebut, Lubang Buaya menjadi salah satu destinasi wisata yang terutama ditakuti wisatawan pada malam hari.
5. Toko Merah

Bangunan mencolok ini terletak di Kota Tua, Jakarta Barat dan pernah menjadi rumah bagi pejabat tinggi VOC. Sekitar tahun 1851, Toko Merah menjadi bangunan yang dipenuhi warga Tionghoa untuk menjual produk berwarna merah.
Toko ini juga menjadi saksi bisu pembantaian seluruh etnis Tionghoa di era pemerintahan kolonial Belanda. Menurut warga sekitar, hingga saat ini masih sering terdengar jeritan penyiksaan dan suara langkah kaki tentara. —Rappler.com
Artikel ini sebelumnya telah diterbitkan di IDNTimes.com