• March 23, 2026

Les Parisiens ingin melanjutkan

Tiga kali berturut-turut selalu berakhir di perempatfinal. Apakah kali keempat akan berbeda bagi PSG?

JAKARTA, Indonesia – Dalam empat tahun terakhir, Paris Saint-Germain (PSG) selalu lolos ke babak perempat final. Namun tiga kali mereka berhenti pada tahap itu. Dua kali oleh Barcelona dan sekali oleh Chelsea.

Mereka menyingkirkan Chelsea di babak 16 besar. Barcelona juga tidak menghadapi mereka lagi di perempat final. Sebab, Manchester City menjadi lawan yang relatif lebih mudah dibandingkan tim berjuluk lain Orang Paris disebutkan sebelumnya.

Apalagi ini pertama kalinya klub tersebut mendapat julukan Masyarakat itu lolos ke perempat final. Sebelumnya, mereka paling banter mencapai 16 besar atau tersingkir di babak penyisihan grup.

Karena itulah PSG unggul pada leg pertama yang digelar di Parc des Princes, Kamis, 7 April, pukul 01.45 WIB. Selain tampil di hadapan publik, babak semifinal juga diketahui klub yang diakuisisi Qatar Investment Authority (QIA) pada 2012 lalu.

Mereka sudah memasuki tahap ini pada tahun 1994-1995. Pasukan Laurent Blanc mengemban misi mengulangi prestasi 21 tahun lalu.

Situasi internal PSG jelas lebih baik dibandingkan City. Tidak banyak perubahan yang terjadi pada kelompok tersebut selama kepemimpinan Blanc sejak ia menjabat pada tahun 2013. Musim ini mereka justru semakin kuat dengan hadirnya Angel Di Maria.

kedatangan mantan sayap Manchester United benar-benar mengancam posisi Ezequiel Lavezzi hingga akhirnya hengkang. Meski demikian, produktivitas PSG tidak terpengaruh. Di Maria sejatinya menambah ketajaman lini depan yang sudah dihuni penyerang tengah Zlatan Ibrahimovic dan Edinson Cavani plus Lucas Moura.

PSG adalah tim dominan di Ligue 1. Mereka mencetak gol terbanyak di liga (81 gol) dan paling sedikit kebobolan (18 gol). Rekor gol tersebut menjadi yang terbanyak kedua di antara pemuncak klasemen lima liga besar Eropa.

Leicester City di Liga Inggris hanya mencetak 55 gol, Barcelona terbanyak dengan 87 gol, Bayern Munich hanya 66 gol, sedangkan Juventus hanya mencetak 56 gol.

Namun PSG lebih baik dari empat tim lainnya karena jarak mereka di puncak klasemen dengan rival terdekatnya paling jauh: 25 poin!

Dengan jarak sejauh itu, PSG bisa leluasa mengalihkan fokusnya ke Liga Champions.

Akhir musim Manchester City penuh dengan masalah

Situasinya jelas berbeda dibandingkan City. Secara internal, City sudah tidak solid lagi setelah manajer Manuel Pellegrini tidak melanjutkan kontraknya pada musim depan. Dia akan digantikan oleh Pep Guardiola.

Apapun hasil yang diraih Pellegrini musim ini, tidak akan berdampak pada kariernya. Begitu pula dengan beberapa pemain yang merasa tidak akan masuk dalam rencana mantan pelatih Barca tersebut. Salah satunya tentu saja Yaya Toure.

Pemain asal Pantai Gading itu bahkan mempertimbangkan tawaran dari beberapa klub lain sebelum Guardiola mendarat di Manchester.

Kiprah rival sekota Manchester United di Liga Inggris juga tak terlalu mulus. Mereka berada di peringkat keempat dan kesulitan menyamai konsistensi Leicester City.

Usai menjuarai Piala Liga Februari lalu, banyak yang menilai City bisa lebih fokus di liga domestik dan Liga Champions. Apalagi mereka “rela” Piala FA setelah dikalahkan 1-5 oleh Chelsea.

Rupanya gelar Piala Liga tak membuat Vincent Kompany kembali ke jalur kemenangan. Usai mengalahkan Liverpool lewat adu penalti, City justru kalah dua kali, imbang dua kali, dan hanya menang dua kali.

Selain itu, badai cedera di Etihad Stadium, kandang City, masih belum mereda. Kompany, Toure dan Raheem Sterling masih cedera. Sayap Kevin De Bruyne telah kembali tampil di Liga Premier tetapi mungkin tidak tersedia di Paris.

Juga diragukan apakah Joe Hart bisa bermain pagi ini.

Perkiraan formasi Paris Saint Germain vs Manchester City.  Sumber: Whoscored.com

Di sisi lain, PSG tak punya banyak masalah. Blanc masih memiliki 90 persen pemain utamanya. Hanya Marco Verratti dan Javier Pastore yang diragukan.

Meski demikian, Blanc masih memiliki Thiago Motta dan Adrien Rabiot. Motta bisa lambat karena usia. Namun Rabiot membuktikan dirinya layak menjadi pemain inti.

Pemain muda PSG itu bahkan mencetak gol ke gawang Chelsea saat timnya menang 2-1 di London pada 9 Maret lalu.

Meski begitu, Blanc tetap rendah hati. Ia justru mengatakan City punya lebih banyak talenta. “Mereka punya kualitas lebih dari kami,” katanya dikutip dari situs resmi UEFA.

Blanc mengatakan timnya harus mewaspadai upaya kebangkitan City di tahun 1970an. “Jangan sampai kita melupakan saat-saat itu,” dia berkata.

Di sisi lain, Pellegrini menilai duel kedua tim akan berjalan seimbang. Tidak ada favorit. “PSG dan kami hampir sama dalam hal keinginan untuk berkembang dari tahun ke tahun. Kedua tim mempunyai kans yang sama untuk lolos ke babak semifinal,” dia berkata.—Rappler.com

BACA JUGA:

Data Hongkong