• April 6, 2026

Keenam Lutung Jawa kelahiran Inggris ini akhirnya ‘pulang’ ke Malang

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Populasi Lutung Jawa terus mengalami penurunan bahkan mendekati kepunahan

BANDUNG, Indonesia — Enam Lutung Jawa kelahiran Inggris telah dikembalikan ke Indonesia. Setelah direhabilitasi di Balai Rehabilitasi Primata Jawa Ciwidey selama 10 bulan, satwa dilindungi tersebut akhirnya dikembalikan ke habitat aslinya di Malang, Jawa Timur.

“Tanda-tanda keliaran mulai muncul lagi, dia mulai tertarik dengan makanan alami. Kemudian interaksi dengan orang-orang terus menurun. “Karena subspesiesnya dari Jawa Timur, maka kami kirimkan kembali ke Jawa Timur,” kata Ketua Perawat Hewan Yayasan Aspinal Sigit Ibrahim saat ditemui sebelum penyerahan Lutung Jawa di Stasiun Bandung, Selasa 10 Oktober 2017.

Keenam Lutung Jawa ini merupakan hasil penangkaran dan pertukaran koleksi satwa di Howletts Wild Animal Park Inggris, kebun binatang milik Aspinal Foundation. Yayasan ini fokus pada penangkaran primata, khususnya yang terancam punah. Setiap tahun Aspinal Foundation mengembalikan primata yang berhasil dibiakkan ke habitat aslinya.

“Mereka berkomitmen untuk melestarikan berbagai satwa endemik yang terancam punah di berbagai negara,” kata Sigit.

Keenam ekor lutung jawa kelahiran Inggris ini dikirim bersama empat ekor lutung jawa hasil penegakan hukum di wilayah DKI Jakarta dan Ciamis. Penyerahan sepuluh ekor Lutung Jawa ini merupakan upaya BBKSDA Jawa Barat bekerjasama dengan BBKSDA Jawa Timur dan Yayasan Aspinal untuk memperkuat populasi primata khususnya Lutung Jawa subspesies Jawa Timur.

Komposisi sepuluh hewan dengan nama latin Trachypithecus auratus ini terdiri dari 7 ekor jantan dan 3 ekor betina dengan rentang usia 3 tahun hingga 12 tahun. Lutung Jawa Timur ini cukup unik karena memiliki perpaduan bulu berwarna hitam dan oranye. Secara umum Lutung Jawa didominasi bulu berwarna hitam.

Kesepuluh ekor lutung jawa tersebut diberangkatkan dengan kereta api didampingi oleh 3 orang staf Yayasan Aspinal yang terdiri dari kepala perawat hewan, perawat hewan dan dokter hewan. Meski perjalanan memakan waktu 15 jam, Sigit memastikan kesepuluh Lutung Jawa tersebut akan merasa nyaman.

“Sebenarnya kereta ini sudah beberapa kali kami kirimkan. Pengiriman dengan kereta api cukup nyaman. Apalagi waktu pemberangkatannya merupakan jam istirahat Lutung Jawa, kata Sigit.

Sigit yang turut mendampingi mengatakan, pihaknya akan mengontrol kondisi Lutung Jawa selama perjalanan, terutama di setiap halte stasiun. Setibanya di Malang, sepuluh ekor Lutung Jawa tersebut akan direhabilitasi di Balai Rehabilitasi Lutung Jawa di Coban Talun, Batu Malang. Setelah itu akan dilepasliarkan di kawasan hutan lindung Kondang Merak, Malang Selatan.

Meski menempuh perjalanan yang cukup jauh, menurut Sigit, pengiriman Lutung Jawa ke habitat aslinya harus dilakukan dengan tujuan untuk melestarikan satwa jenis tersebut.

“Kami menjaga kemurnian genetik, tidak ada kawin silang antar spesies. “Kalau kucing boleh dihibridisasi, tapi kalau hewan liar tidak boleh,” jelas Sigit.

Menurut Sigit, populasi Lutung Jawa di Indonesia bahkan dunia terus mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti konversi lahan dan perburuan liar. Maraknya pecinta binatang juga mengancam kelestarian Lutung Jawa di alam liar.

“Jumlah penduduk di Indonesia tidak lebih dari 5 ribu ekor. Ini terus menurun. “Sebenarnya lutung jawa termasuk yang dilindungi undang-undang, hanya saja gaya hidup saat ini yang dikedepankan para pecinta satwa, lutung jawa termasuk yang diburu,” jelas Sigit.

Sigit tak memungkiri masih adanya pemburu liar, namun pihaknya terus menggalakkan pelestarian satwa tersebut dengan membiarkannya hidup di alam liar.

Selain Lutung Jawa, primata di Pulau Jawa yang dilindungi undang-undang konservasi adalah Owa Jawa, Surili, dan Kukang. —Rappler.com

agen sbobet