• March 21, 2026
Pilihan salah, penyesalan tujuh generasi

Pilihan salah, penyesalan tujuh generasi

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Agus mengingatkan kita untuk tidak memilih pemimpin yang keras, kasar, dan penurut.

JAKARTA, Indonesia (UPDATE) – Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono kembali menyerang Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dalam kampanye besar Agus-Sylvi yang berlangsung di Stadion Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu 11 Februari.

Saat berpidato di hadapan para pendukungnya, Agus mengingatkan mereka untuk tidak memilih pemimpin yang keras, kasar, dan berprestasi – sifat yang sering dikaitkan dengan Ahok.

“Kalau salah pilih calon (cagub), nanti menyesal 7 generasi,” kata Agus hari ini di hadapan pendukungnya di Stadion Suemantri Brojonegoro, Kuningan.

Dalam kesempatan itu, Agus juga mengingatkan para pendukungnya untuk tidak lupa memilih nomor urut 1 pada pemilu 15 Februari mendatang. “Jangan salah memilih!” dia berkata.

Agus juga mengatakan, masyarakat Jakarta saat ini membutuhkan pemimpin baru dan mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah mengikuti kampanyenya selama empat bulan terakhir.

Kampanye terakhir pasangan Agus-Sylvi antara lain dihadiri Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, dan mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Hatta Rajasa.

Menarik dan nama besar SBY

Berdasarkan laporan Polda Metro Jaya, ada sekitar 20 ribu orang yang mengikuti kampanye besar terakhir Agus dan Sylvi. Mereka, khususnya perempuan, kerap terdengar memuji ketampanan Agus sebagai calon gubernur.

Namun, bagi salah satu pendukung Agus, Kurnia Abadi, nama besar SBY menjadi penentu dirinya memberikan dukungan.

“Agus mendapat kesempatan belajar dari ayahnya, Pak SBY, karena sebelumnya beliau adalah pemimpin selama 10 tahun. “Beliau juga bisa belajar dari Partai Demokrat,” kata Kurnia yang ditemui di Stadion Suemantri Brojonegoro.

Alasan lain ia mengaku lebih memilih Agus dibandingkan Anies dan Ahok adalah karena ia dinilai sebagai pemimpin yang berkarakter, tegas, dan berintegritas. Suami Annisa Pohan ini juga merupakan seorang perwira militer di TNI dan mengharumkan nama Indonesia dengan tampil di kancah internasional.

Kehadiran Agus menjadi kuda hitam. Terbukti dalam beberapa survei, angka yang diperoleh paslon ini lebih tinggi dibandingkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Namun, setelah masa kampanye berakhir, tingkat elektabilitas mereka justru menurun. – Rappler.com

toto hk