• May 4, 2026

‘Banda, Jejak Gelap yang Terlupakan’, menelusuri sejarah perdagangan rempah-rempah Indonesia

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Diproduseri Sheila Timothy dan disutradarai Jay Subiyakto, film dokumenter ini akan tayang pada 31 Juli

JAKARTA, Indonesia – Para pecinta film dokumenter bersiap menyambut kehadiran film dokumenter Indonesia bertajuk Banda, Jejak Gelap yang Terlupakan. Film ini akan mengupas sejarah perdagangan rempah-rempah Indonesia di Kepulauan Banda pada masa kejayaan pala, komoditas rempah-rempah yang pernah dianggap lebih berharga dibandingkan emas. Film ini diproduseri oleh Sheila Timothy dan disutradarai oleh Jay Subiyakto.

“Saat saya datang ke pameran tentang jalur rempah, ada sebuah kalimat yang membuat saya berpikir bahwa jalur sutra ada karena jalur rempah. “Jalan samping ini dibangun karena pada saat itu masyarakat Tionghoa sedang mencari rempah-rempah di pulau kecil di nusantara bernama Banda,” kata Sheila Timothy dalam acara tersebut. Obrolan santai seputar Film Banda Spice Trail, The Dark Forgotten Trail di Rumah Indofood, Jakarta Fair Kemayoran, Kamis 15 Juni.

Dari kisah tersebut, Sheila mendapat ide untuk membuat film dokumenter. Bagi Sheila, sejarah Banda merupakan sesuatu yang luar biasa dan patut difilmkan karena belum banyak yang mengetahuinya, termasuk generasi muda masa kini.

“Film ini diharapkan dapat membuka mata generasi muda mengenai sejarah perdagangan rempah-rempah dari nusantara hingga mancanegara. Di sekolah banyak anak-anak yang malas mempelajarinya karena dianggap membosankan, namun akan menarik jika disajikan dalam film dengan visual dan suara yang menarik dan didukung oleh tim yang sangat mumpuni di bidangnya,” ujarnya.

Bagi sang sutradara, Jay Subiyakto, ini merupakan pengalaman pertamanya menyutradarai sebuah film, dimana sebelumnya ia biasanya menangani pertunjukan musik dan pengarahan artistik.

“Memang, saya selalu ingin membuat film. “Ketika saya ditawari untuk menyutradarai film ini, saya sangat senang, tapi awalnya saya takut karena film dokumenter itu sulit sekali dibuat, semua konten harus benar karena kami menceritakan sejarah,” kata Jay.

Film tersebut tidak hanya bercerita tentang jalur rempah-rempah saja, namun juga menceritakan kisah genosida di Banda dan konflik agama pada tahun 1999. Jay menambahkan, film ini juga akan menceritakan kisah Banda sebagai tempat awal kolonialisme di Indonesia dan awal mula nasionalisme pada tahun 1990an. anggota pendiri Indonesia dibuang ke pulau itu.

Jay menjanjikan kualitas visual yang sangat baik dengan keindahan alam Indonesia Timur dan situs sejarah yang menarik serta diiringi lagu-lagu yang memanjakan telinga penontonnya.

Film ini nantinya akan diproduksi dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Dalam versi bahasa Indonesia, aktor Reza Rahadian berperan sebagai narator, sedangkan versi bahasa Inggris dipandu oleh Ario Bayu.

Banda, Jejak Gelap yang Terlupakan akan tayang pada 31 Juli 2017. Tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan 350 tahun Perjanjian Breda. Perjanjian berisi penyerahan Pulau Rhun di Kepulauan Banda dari Inggris kepada Belanda dengan imbalan Manhattan dan New York. -Rappler.com

Data HK