Fakta mengejutkan di balik lezatnya kue Black Forest
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Siapa sangka kue lezat ini sudah ada sejak Abad Pertengahan?
JAKARTA, Indonesia – Terbuat dari coklat, dihias tambahan irisan coklat disekitar kuenya, krim dan cherry sebagai pelengkap dan pelengkapnya, black forest merupakan salah satu kue favorit dikalangan masyarakat.
Namun tak banyak yang tahu kalau kue lezat ini sebenarnya berasal dari hutan Schwarzwald di provinsi Baden-Württemberg, Jerman. Nama kue ini juga terinspirasi dari tempat kelahirannya, Schwarzwald yang artinya dalam bahasa Inggris Hutan hitam atau Hutan Hitam.
Namun meski populer dengan nama black forest, orang Jerman menyebut kue ini Schwarzwälder Kirschtorte yang artinya kue ceri black forest. Pasalnya, awalnya black forest tidak berbentuk kue, melainkan berbentuk kue hidangan penutup atau makanan penutup yang terdiri dari krim, ceri, dan kirschwasser (air ceri). Kirschwasser mungkin mengandung alkohol atau tidak.
Karena Schwarzwald (Black Forest) terkenal dengan melimpahnya buah ceri berkualitas, maka kirschwasser biasanya diproduksi di kawasan hutan tersebut. Itu sebabnya warga sekitar Schwarzwald merasa terdorong untuk menggunakan kirschwasser sebagai topping kuenya.
Selain itu, topi tradisional masyarakat sekitar Schwarzwald bernama Bollenhut disebut-sebut menjadi inspirasi bentuk kue black forest. Pasalnya, bagian atas topinya dihiasi bola-bola berwarna merah yang bentuknya seperti buah ceri.
Penemunya belum diketahui
Josef Keller (1887-1981), seorang pembuat roti dan pemilik toko kue di kota Bad Godesberg, mengaku sebagai orang pertama yang memiliki resep black forest. Meski belum ada kepastian bahwa dialah penemu kue tersebut, hingga kini satu lagi resep black forest yang ditulisnya masih beredar.
Tak jauh dari itu, pemilik Café Walz di kawasan Tübingen, Erwin Hilderbrand, juga mengaku sebagai penemu black forest pada awal tahun 1930. Tübingen sendiri dulunya merupakan kota kecil yang termasuk dalam kawasan Schwarzwald tersebut.
Awal dari perjalanan popularitas black forest
Kue klasik ini mulai merambah ke luar kawasan Schwarzwald pada tahun 1930-an dan popularitasnya dikenal di seluruh Jerman, Austria, dan kota-kota besar Swiss. Banyak toko kue dan toko roti yang mulai menjual black forest sebagai koleksi wajib karena tingginya permintaan dari pelanggan.
Kemudian pada tahun 1949, black forest mendapat posisi ke-13 sebagai kue paling terkenal di seluruh Jerman. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kue ini, sejak tahun 2006 pemerintah daerah Schwarzwald mengadakan festival black forest yang diadakan setiap dua tahun sekali.
Festival ini mengundang para pembuat roti amatir dan profesional untuk berkompetisi dalam pembuatan black forest. Black forest berhasil mempertahankan eksistensinya hingga saat ini dan masih menjadi kue yang digemari masyarakat. —Rappler.com
Artikel ini sebelumnya telah diterbitkan di idntimes.com