• March 21, 2026
Jerman vs Polandia: Uji fokus ‘Turnier-Mannschaft’

Jerman vs Polandia: Uji fokus ‘Turnier-Mannschaft’

Bentrokan kedua tim bak penentuan juara grup dan runner-up.

JAKARTA, Indonesia – Kepercayaan diri Jerman saat ini hampir serupa dengan situasi pasca menjuarai Piala Dunia 1990. Dengan langkah percaya diri, mereka menginjakkan kaki di Piala Eropa 1992 alias Euro 1992.

Memang benar, dalam uji coba prakompetisi di Swiss—negara tuan rumah ajang empat tahunan Eropa tersebut—Jerman kalah 0-1 dari Italia dan bermain imbang 1-1 dengan Cekoslowakia.

Tim yang masih diperkuat striker Karl-Heinz Riedle itu mengalahkan Turki 1-0 dan kembali bermain imbang dengan Irlandia Utara 1-1.

Meski demikian, tim Panser tetap menjadi favorit. “Karena Jerman adalah a Tim turnamen,” kata veteran Piala Dunia Georg Schwarzenbeck seperti tertulis dalam kumpulan catatan sepak bola bertajuk Pastor Sindhunata Bola di belakang bulan.

Tim turnamen berarti “tim turnamen”. Artinya, Jerman mungkin belum sempurna di fase kualifikasi maupun penyisihan. Namun ketika tampil di turnamen tersebut, mereka akan tampil seperti tim yang difavoritkan menjadi juara.

Jerman juga mengalami situasi yang sama di era “saat ini”. Mereka datang ke Euro 2016 dengan status juara Piala Dunia 2014. Sebelum memasuki Euro 2016, mereka kalah dari Slovakia 1-3, Inggris 2-3, dan Prancis 0-2 di ajang uji coba.

Namun saat turnamen dimulai, mereka menjadi satu-satunya dari tiga tim unggulan yang tampil meyakinkan di game pertama. Pasukan Joachim Loew mengalahkan Ukraina 2-0.

Bandingkan dengan dua favorit lainnya untuk menang. Prancis harus mati-matian mengalahkan Rumania 2-1 sedangkan Spanyol hanya mampu menang 1-0 atas Republik Ceko.

Polandia mengenal Jerman dengan sangat baik

Namun gelar juara tidak ditentukan hanya dalam satu pertandingan. Jerman harus menghadapi musuh keduanya di Grup C melawan Polandia pada Jumat 17 Juni pukul 02:00 WIB.

Polandia selalu kalah dengan Jerman. Robert Lewandowski dan kawan-kawan belum pernah menang dalam 18 pertandingan.

Namun pada kualifikasi Euro 2016, tim tersebut mendapat julukan tersebut Putih merah (tim Merah Putih) mengakhiri kutukan dalam 18 pertandingan di Warsawa. Mereka mengalahkan Jerman 2-0 lewat gol Arkadiusz Milik dan Sebastian Milik.

Sebab, di laga keduanya, Jerman tak bisa terlalu percaya diri. Polandia adalah tim yang sangat mengenal tetangganya. Lewandowski bermain di Jerman selama 6 tahun. Begitu pula Milik yang pernah bermain untuk Bayer Leverkusen sebelum akhirnya pindah permanen ke Ajax Amsterdam usai menjalani masa pinjaman pada musim 2014/2015.

Tentu saja dari Borussia Dortmund kita tidak bisa melupakan duet sayap kanan Jakub ‘Kuba’ Blaszczykowski dan Lukasz Piszczek. Cuban telah bersama Dortmund sejak 2007, dan Piszczek memulai karir Bundesliga bersama Hertha Berlin pada tahun 2004 sebelum mengikuti temannya pada tahun 2010.

Tak hanya pemain Bundesliga, talenta muda Polandia seperti Bartosz Kapustka yang bermain untuk klub Ekstraklasa, Cracovia juga patut diwaspadai. Dalam pertandingan melawan Irlandia Utara, Rio Ferdinand bahkan men-tweet ini:

Milik dan Lewandowski terbukti menjadi duet yang saling melengkapi. Jika Lewy – begitu Lewandowski disapa – kerap berperan sebagai sasaran, Milik lebih memilih bermain lebih dalam. Dia sering memposisikan dirinya sebagai penyerang kedua.

Oleh karena itu, Loew harus berhati-hati dengan duet kedua pemain tersebut. Pelatih yang melatih Jerman sejak 2008 itu mengaku bentrokan ini akan membuat sang juara dan kesal penerus kelompok C.

“Polandia adalah tim yang kuat dan kompak. Mereka sangat berbahaya dalam serangan balik. “Tetapi kita juga tahu bahwa beberapa dari mereka bermain di Bundesliga,” kata Loew seperti dikutip dari Daily Mail.

Sayangnya, beberapa pemain kunci kedua tim masih belum bisa bermain. Bek tangguh Mats Hummels masih menjalani hukuman memperbaiki cedera. Demikian pula dengan kiper Polandia Wojciech Szczesny yang cedera setelah pertandingan pertama Polandia.

Meski demikian, kondisi Jerman masih lebih baik. Posisi Hummels masih bisa digantikan oleh Shkodran Mustafi yang terbukti tangguh bersama Jerome Boateng. Duet mereka solid melawan Ukraina.

Masalah besar bagi Polandia karena Szczesny jelas lebih baik dari kiper penggantinya, Lukasz Fabianski.

Meski situasi ini membuat mereka di atas angin, Loew tetap menilai lawannya adalah tim yang sulit. “Mereka fleksibel dan memiliki karakteristik individu (lebih baik) dibandingkan Ukraina,” katanya.

Memang, meski mendapat julukan itu Tim turnamen Karena Jerman sudah ada sejak Euro 1992 – atau bahkan jauh sebelum itu – Jerman tidak bisa santai saja.

Saat istilah ini muncul –seperti dikutip Pastor Sindhunata– di Euro 1992, Jerman gagal mencapai final. Mereka hanya mampu menempati posisi ketiga.

Gelar juara pun jatuh ke tangan Denmark.

Tentu saja, nama panggilan tim Tim Mereka tak ingin mengulangi kisah sedih 24 tahun lalu.—Rappler.com

BACA JUGA:

SDY Prize