• March 24, 2026
Pelaku bom pot di Buah Batu direkrut melalui Telegram

Pelaku bom pot di Buah Batu direkrut melalui Telegram

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Pelaku bergabung ke salah satu channel di Telegram dan membaca tausiyah yang dibagikan di sana

BANDUNG, Indonesia – Polisi memastikan pembuat bom pot di Kecamatan Buah Batu, Agus Wiguna (AW), terkait dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). AW merupakan sel JAD baru yang belum memiliki struktur standar.

Dia direkrut melalui aplikasi layanan pesan singkat Telegram, yang diblokir sebagian oleh pemerintah pada 14 Juli.

“Salah satu indikasi Kapolri meminta agar Telegram diblokir di Indonesia yang kemudian disetujui oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah karena mereka menggunakan Telegram untuk berkomunikasi, termasuk AW. Dia membaca tausiyah melalui Telegram melalui grupnya seperti ini sikapSudah berubah, kata Yusri Yunus, Kompol Polda Jabar, saat dihubungi Rappler melalui telepon, Rabu, 19 Juli. (BACA: Apakah pemblokiran aplikasi Telegram efektif membasmi terorisme?)

AW menjadi anggota a saluran (grup) di Telegram terkait JAD. Pria berusia 22 tahun itu akhirnya berhasil direkrut dan menjadi sel baru kelompok yang berafiliasi dengan ISIS. Dalam saluran Itu, kata Yusri, diisi anggota yang sebagian besar merupakan generasi muda berusia 21 hingga 24 tahun.

“Ini (beberapa terduga teroris terkait AW yang ditangkap) ada dalam satu grup di Telegram. Mereka saling kenal karena tergabung dalam grup, ngobrol di Telegram, dan akhirnya direkrut ke grup baru. “Mereka semua adalah anak muda, rata-rata berusia 21-24 tahun,” ujarnya.

Sejauh ini, polisi telah menangkap lima terduga teroris yang terkait dengan AW. Mereka berinisial K, AAS, AR, RS dan YC. Peran mereka bervariasi dari sekedar mengetahui rencana aksi teroris AW hingga membantu merakit bom pot.

Lima orang teman AW ditangkap di wilayah berbeda, yakni Kabupaten Tasikmalaya, Subang, Kota, dan Kabupaten Bandung. Sama seperti AW, kelima terduga teroris juga berencana menindak preman tersebut. Istilah thogut digunakan untuk menyebut segala sesuatu yang disembah selain Allah.

“Semua sama. (Tujuan) mereka adalah amaliyah kepada thogut-thogut. Yang dianggap thogut adalah NKRI, ditambah seluruh kafir. “Itulah yang dilakukan teroris, agar preman-preman itu segera dibasmi, karena menurutnya (Indonesia) kafir, polisi juga kafir,” ujarnya.

Dari pemeriksaan YC, polisi mendapat informasi AW meledakkan bom pot yang dikumpulkannya di Restoran Celengan di Jalan Astana Anyar, Kota Bandung. Beruntung bom tersebut tidak meledak karena bahan bakunya masih basah.

Selain RM Celengan, AW dan kelompoknya berencana melakukan aksi teror di dua tempat lain, yakni di Cafe Bali di Jalan Braga, Kota Bandung dan sebuah gereja di Buah Batu. Belakangan, polisi berhasil mengungkap pelaku juga hendak tampil di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (BACA: Polisi: Pelaku akan meledakkan bom pot di tiga lokasi)

Untuk melancarkan aksi terornya, AW mengatakan, bahan bom siap pakai seberat 3-5 kilogram sudah disimpan di rumah kontrakannya di Cidurian Buah Batu, kata Yusri.

Rencana teror AW terungkap saat bom pot yang ia rakit tak sengaja meledak di kamar kontrakannya. Saat bom panci meledak, AW diketahui berjualan bakso goreng yang menjadi pekerjaan sehari-harinya.

Ledarna mengejutkan tetangganya dan mereka melaporkan kejadian tersebut ke aparat keamanan setempat. Polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung menangkap pemuda yang masih terdaftar sebagai mahasiswa salah satu universitas swasta di Bandung tersebut.

Polda Jabar saat ini masih mencari terduga teroris lain yang memiliki kaitan dengan AW. – Rappler.com

Data Sidney