• April 27, 2026

Pokemon GO sempat menyalip Tinder dalam popularitas, namun berpotensi kalah di pasaran

Game seluler gratis biasanya tumbuh dengan cepat di awal karena rasa penasaran, namun jumlah pendapatannya akan berkurang jika pengguna merasa bosan

JAKARTA, Indonesia – Niantic Labs resmi merilis Pokemon GO di sejumlah negara pada pekan lalu.

Berkat popularitas seri Pokemon, permainan itu langsung menempati posisi teratas aplikasi terpopuler di semua negara permainan dirilis, seperti Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru.

Kesuksesannya tidak hanya dirasakan oleh sang pengembang saja, namun juga Nintendo sebagai salah satu pemegang saham The Pokémon Company.

Nilai saham Nintendo segera meningkat sebesar 10 persen dalam waktu singkat. Perusahaan permainan yang berkantor pusat di Kyoto, Jepang, kini memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar US$23 miliar (sekitar Rp 301 triliun), nilai tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Dalam catatan yang diterbitkan oleh perusahaan investasi Macquarie Securities kepada kliennya, mereka mengatakan bahwa Pokémon GO memiliki skema monetisasi yang menjanjikan. Pemain diharapkan untuk terus membeli IAP seiring kemajuan mereka dalam mengumpulkan, menyimpan, dan bertualang dengan Pokémon.

‘Lahan Basah’ siap untuk dibudidayakan

Kepopuleran Pokemon GO berdampak pada pendapatan yang diraihnya. Berdasarkan data yang diterbitkan oleh Think Gamingsebuah perusahaan analisis aplikasi SelulerPokemon GO diperkirakan menghasilkan US$1,6 juta (sekitar Rp 21 miliar) per hari di Amerika Serikat.

Kondisi yang menjanjikan juga terjadi di Australia. Meski tidak menyebutkan angka spesifik, Macquarie Securities menyebut pendapatan Pokémon GO di Negeri Kanguru tidak didorong oleh segelintir orang yang mengeluarkan banyak uang, melainkan mayoritas pemain yang membeli IAP secara massal.

Menanggapi fenomena yang dialami Pokémon GO, Fabien Pierre-Nicolas selaku VP Marketing Communications & Community of App Annie merasa optimis. “Saya dapat membayangkan pendapatan sebesar US$1 miliar (sekitar Rp 13 triliun) pada tahun depan jika masalah Pokémon GO berkurang. servertersedia secara global, dan lebih banyak fitur sosial dan PvP.”

Sukses melampaui Tinder

Dilihat dari jumlah pengguna dan keterlibatan pengguna Meski begitu, performa Pokemon GO tetap mengesankan. Berdasarkan data dari perusahaan analitik SameWebjumlah pemain Pokemon GO di Amerika kini telah melampaui pengguna aplikasi tersebut Rabuk hanya dalam dua hari setelah pembebasannya.

Jumlah pengguna telepon pintar Hanya 2 persen dari seluruh perangkat Android aktif di Amerika Serikat yang menggunakan aplikasi Tinder. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Pokémon GO yang dipasang sebesar 5,2 persen pada jumlah perangkat yang sama.

Jika dilihat dari samping keterlibatan pengguna Seperti yang terlihat pada grafik 8 Juli 2016 di atas, Pokémon GO menunjukkan performa yang hampir melampaui Twitter. Jumlah pengguna aktif harian Pokémon GO meningkat sangat cepat, dan mungkin saat ini telah melampaui Twitter.

Lebih dari 60 persen pengguna telepon pintar yang download Pokemon GO, mainkan secara rutin setiap hari. Durasi permainan mencapai sekitar 43 menit per hari, lebih tinggi dari rata-rata yang dicapai WhatsApp, Instagram, Snapchat, dan Messenger di Amerika Serikat.

Tantangan besar menanti

Meski memiliki potensi yang begitu besar, namun performa Pokémon GO ke depannya masih menjadi tanda tanya. Permainan Saat ini masih terdapat beberapa kendala seperti kendala server, menunjukkan kesenjangan dalam keamanan data pemainada kesalahandan lain-lain.

Terlebih lagi, Pokemon GO mempunyai tantangan yang besar hingga membuat pemainnya betah bermain. Ponsel permainan dengan skema bebas untuk bermain biasanya menikmati perkembangan pesat di awal perilisannya berkat rasa penasaran para pemain yang ingin mencobanya. Namun lama kelamaan jumlah pendapatan tersebut akan berkurang seiring dengan banyaknya pemain yang bosan dan hengkang permainan itu.

Hal ini terjadi pada salah satu dari mereka permainan selebriti yang dirilis awal tahun 2016 yaitu Clash Royale. Permainan yang kini resmi dirilis pada bulan Februari lalu pemain mulai pergimeskipun Supercell sebagai pengembang selalu berusaha menawarkan berbagai konten baru memperbarui konsisten.

Meski jalan terjal ke depan, Pokemon GO masih berpeluang besar menjadi mesin uang bagi Niantic Labs dan Nintendo. Masih banyak penggemarnya di berbagai negara, seperti Jepang sebagai negara asal Pokemon yang menantikannya permainan itu.

Niantic Labs juga berjanji akan menghadirkan lebih banyak fitur, seperti kemampuan bertukar koleksi Pokemon antar sesama pemainyang tentunya berpotensi membuat pemain tetap bermain dalam jangka waktu yang lama. —Rappler.com

Artikel ini sebelumnya telah diterbitkan di Teknologi di Asia

Hongkong Prize