Filipina bersedia mengalokasikan sisa kuota haji ke Indonesia
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Namun belum diketahui berapa kuota haji Filipina yang belum terpakai dan dialokasikan ke Indonesia
JAKARTA, Indonesia – Hasil pertemuan bilateral antara Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte pada pekan lalu menghasilkan beberapa kesepakatan positif. Salah satunya, pemerintah Filipina bersedia memberikan sisa kuota haji yang belum terpakai kepada Indonesia.
Sejak kasus 177 calon jamaah haji asal Indonesia ditahan imigrasi Filipina karena menggunakan dokumen ilegal, Presiden Jokowi melakukan beberapa pendekatan. Sebelumnya, saat menghadiri KTT G20 di Hangzhou, China, mantan Wali Kota Solo itu berbincang dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad.
“Kami sudah bicara dan menyampaikan ingin meminta tambahan kuota haji dan katanya akan ditambah,” kata Jokowi saat ditemui di Banten, Minggu, 11 September.
Namun belum diketahui secara pasti berapa tambahan kuota yang akan diberikan pemerintah Arab Saudi. Sejauh ini, Indonesia telah menerima 168.800 kuota jemaah haji.
Komitmen kuota tambahan dari pemerintah Filipina juga tidak diketahui. Meski demikian, Presiden Duterte memastikan rencana tersebut akan disambut baik saat ia berkunjung ke Jakarta pada 8-9 September mendatang.
“Kemarin waktu saya ketemu Presiden Duterte, saya juga bilang tolong,” kata Jokowi.
Meski demikian, Jokowi mengingatkan, penambahan kuota tersebut tetap berdasarkan prosedur dan ketentuan yang berlaku di masing-masing negara, sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru.
“Prosedurnya akan kita perbaiki, jangan sampai terjadi seperti dulu, dulu menggunakan paspor palsu. “Itulah yang menyebabkan ‘kerumitan’ di sana,” ujarnya lagi.
Tambahan kuota haji ini akan ditindaklanjuti saat Raja Salman berkunjung ke Indonesia pada Oktober mendatang.
Perhitungannya belum bisa diberikan. Kalau Raja Salman berkunjung ke Indonesia, mungkin sudah ada pernyataan berapa tambahan uang yang bisa diberikan ke Indonesia ditambah kuota yang belum terpakai di Filipina, Singapura, dan Jepang. dibicarakan,” ujarnya.
Sementara dari 177 calon jemaah asal Indonesia, 168 di antaranya sudah pulang ke tanah air. Impian mereka untuk menunaikan ibadah haji terpaksa kandas karena imigrasi Filipina tidak diperbolehkan menggunakan paspor negara tersebut.
Sisanya 9 calon jamaah haji asal Indonesia masih berada di Manila dan wajib memberikan keterangan sebagai saksi atas pelanggaran keimigrasian tersebut. – Rappler.com
BACA JUGA: