Menghidupkan Kembali Dana Respon Cepat untuk sekolah-sekolah yang terkena dampak topan
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Departemen Pendidikan mengatakan dana tersebut dapat digunakan untuk mempercepat perbaikan sekolah yang rusak
MANILA, Filipina – Menteri Pendidikan Leonor Briones ingin menghidupkan kembali Quick Response Fund (QRF) Departemen Pendidikan (DepEd) untuk membangun kembali atau memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak akibat Topan Nina (Nock-ten) pada Desember lalu.
Dana tersebut, yang dikeluarkan dari anggaran DepEd tahun 2017, digunakan di pemerintahan Aquino untuk prabencana dan pascabencana kebutuhan lembaga, seperti persediaan yang telah disiapkan sebelumnya dan bahan konstruksi untuk ruang kelas.
“QRF untuk DepEd sudah dihapus dari TA 2017 dan seluruh QRF untuk TA 2016 sudah terpakai,” kata DepEd dalam keterangannya, Jumat, 13 Januari.
Kerusakan berat
Dua minggu setelah topan Nina melanda Luzon, DepEd juga mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka telah mendistribusikan lebih dari P17 juta ke lebih dari 1,100 sekolah yang terkena dampak.
Nina yang menyebabkan 6 orang tewas dan 19 lainnya hilang, total merusak 1.046 sekolah. DepEd juga melaporkan 1.548 ruang kelas hancur total dan 3.797 lainnya rusak.
Dalam rapat kabinet Senin, 9 Januari lalu, Briones mengatakan P66,78 juta dialokasikan untuk membangun 1.113 ruang belajar sementara di 465 sekolah.
Ia menambahkan, 63.232 unit perabot sekolah dan 386.689 sumber belajar terdampak, sedangkan 384 sekolah melaporkan kerusakan komputer.
Bicol mengalami kerugian terparah, dengan 1.237 ruang kelas rusak total dan 2.948 ruang kelas rusak sebagian. Beberapa sekolah di Calabarzon dan Mimaropa juga mengalami kerusakan parah.
DepEd berharap dapat menyelesaikan perbaikan pada bulan Desember tahun ini.
Badan ini juga menyediakan materi pembelajaran baru kepada sekolah-sekolah yang terkena dampak, yang didistribusikan melalui koordinasi dengan Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen (NDRRMC).
Kesiapsiagaan berkelanjutan
Briones mengatakan solusi jangka panjang diperlukan untuk mengatasi ancaman topan dan bencana alam lainnya yang sedang berlangsung.
Solusi tersebut, katanya, antara lain dengan mengalokasikan dana lebih awal untuk layanan kebersihan dan pembelajaran sementara, memiliki buffer stock furnitur dan komputer, serta menempatkan buffer stock di daerah rawan bencana.
Sementara itu, organisasi kesejahteraan anak-anak UNICEF telah menyediakan tenda-tenda yang berfungsi sebagai ruang kelas dan perpustakaan sementara.
Perusahaan telekomunikasi Smart juga akan mendistribusikan perlengkapan tersebut kepada guru di 150 sekolah yang teridentifikasi di Bicol, Calabarzon dan Mimaropa. – dengan laporan dari Cathrine Gonzales/Rappler.com