Mengenal Sindrom ‘baby blues’ pada ibu baru
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Sindrom yang menyerang ibu setelah melahirkan bayi pertamanya ini disebut dengan ‘baby blues syndrome’
JAKARTA, Indonesia – Bagi seorang ibu, menunggu kelahiran seorang anak tentu menjadi sesuatu yang mengasyikkan dan ditunggu-tunggu. Namun, ada beberapa ibu yang justru mengalami depresi pasca melahirkan dan disebut dengan gangguan ini sindrom baby blues.
Sindrom ini merupakan gangguan psikologis seperti kesedihan, kecemasan dan emosi yang meningkat dan biasanya dialami oleh wanita setelah melahirkan bayi pertamanya. Baby blues biasanya terjadi pada dua minggu pertama setelah kelahiran.
Penyebab dan gejala
Baby blues Hal ini bisa disebabkan oleh perubahan hormonal pada ibu. Perubahan tersebut mungkin berupa rasa mudah lelah, mudah lelah suasana hati, serta perasaan depresi yang akan terjadi setelah melahirkan akibat penurunan kadar estrogen dan progesteron secara drastis.
Selain itu, sindrom ini juga bisa disebabkan oleh perubahan fisik seperti penambahan berat badan, payudara bengkak, dan nyeri pada area rahim.
Perubahan psikologis juga bisa menyebabkan bayi blues untuk ibu baru. Perubahan yang terjadi antara lain kecemasan dalam mengasuh anak baru, ketidakmampuan mengatasi masalah baru, dan perasaan kurang percaya diri akibat perubahan bentuk tubuh.
Terakhir, perubahan yang dapat menyebabkan sindrom ini adalah perubahan sosial. Sebab perannya sebagai seorang ibu akan mempengaruhi perubahan gaya hidup dan memerlukan penyesuaian.
Sindrom baby blues memiliki beberapa gejala yang terlihat seperti menangis tanpa alasan, mudah tersinggung, mudah lelah, cemas, tidak sabar, enggan memberikan perhatian pada bayi, tidak percaya diri, sulit tenang dan mudah tersinggung.
Tips mengatasi sebelum melahirkan
Agar calon ibu tidak menderita sindrom ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukannya. Pertama, Anda bisa meminta bantuan dan dukungan keluarga sebelum Anda melahirkan. Dukungan tersebut dapat berupa dukungan moril yang menguatkan kondisi psikologis ibu hamil.
Kedua, sebelum melahirkan, calon ibu tentunya harus mendidik dirinya dengan mencari tahu dan membaca tentang perawatan bayi. Hal ini untuk mematangkan persiapan calon ibu ketika memiliki buah hati.
Terakhir, calon ibu dapat mempersiapkan diri secara rohani dengan mengikuti banyak sesi Membagikan dengan terapis atau ahlinya dan juga menambah pengetahuan medis sehingga Anda tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.
Perlakuan
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan ibu ketika mengalami hal tersebut sindrom baby blues seperti mencari solusi dan meminta bantuan untuk merawat bayi, memperbanyak istirahat, Membagikan kesulitan yang dihadapi pasangan atau keluarga dalam memanfaatkan waktu luang untuk bersantai, serta menjaga makanan dan mengatur pola makan yang dikonsumsi.
Beberapa cara tersebut bisa diterapkan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental ibu dan bayi. —Rappler.com
Artikel ini sebelumnya telah diterbitkan di IDNTimes.com