• April 18, 2026
Ormas Islam Jabar siap memulangkan Ahok ke Jakarta

Ormas Islam Jabar siap memulangkan Ahok ke Jakarta

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Aliansi Gerakan Islam Jawa Barat meminta polisi segera memproses kasus penodaan agama yang diduga dilakukan Ahok.

BANDUNG, Indonesia – Ratusan masyarakat Kota Bandung kembali turun ke jalan memprotes pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja “Ahok” Purnama tentang Surat Al Maidah ayat 51.

Sekitar 500 orang yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Islam Jawa Barat berkumpul di Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung pada Jumat sore, 21 Oktober 2016.

Dari ciri-ciri yang dibawanya terlihat apakah mereka berasal dari organisasi Islam, seperti Front Pembela Islam, Gerakan Reformis Islam, dan Pemuda Persatuan Islam (Persis).

Orator Pemuda Persis menyebut aksi tersebut tak ada kaitannya dengan Pilgub DKI Jakarta, di mana Ahok menjadi calon saat ini.

Aksi ini tidak ada hubungannya dengan politik, aksi ini kemarahan kami karena Ahok menghina Alquran, kata orator tersebut.

Ia pun mempertanyakan alasan polisi hingga saat ini belum menangkap Ahok.

“Kami menuntut polisi menindak Ahok, karena ini hanya tindak pidana, Ahok telah melanggar undang-undang penodaan agama.”

Koordinator Aliansi Gerakan Islam Jawa Barat Asep Syarifudin mengatakan massa akan pindah ke Jakarta jika polisi tidak segera menangkap dan menghukum Ahok.

“Kalau polisi tidak menangkap dan memvonis Ahok hingga 28 Oktober, kami akan berbondong-bondong ke Jakarta pada 4 November,” ujarnya.

Tuntutan agar Ahok segera diproses juga tertulis di spanduk yang mereka bawa. Spanduk tersebut antara lain bertuliskan ‘Tangkap dan Sidang Ahok’ dan ‘Jika Ahok tidak diadili, kami umat Islam di Jawa Barat siap pindah ke Jakarta’.

Aksi demonstrasi ini dikawal ketat oleh lebih dari seribu petugas gabungan dari Brimob Polda Jabar, TNI, Dalmas Polda Jabar, dan Polrestabes Bandung.

Usai melakukan orasi di Gedung Sate, massa bergerak konvoi menuju Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung.

Penghinaan yang diduga dilakukan Ahok terhadap ayat suci tersebut adalah komentarnya terhadap Surat Al Maidah ayat 51 saat berkunjung ke Kepulauan Seribu pada 27 September lalu.

Saat itu, Ahok berkata, “Jadi jangan percaya sama orang ya? Dalam hati, tidak boleh memilih saya. Dibohongi pakai Surat Al Maidah 51.”

Ternyata ucapan Ahok itu terekam dan cuplikan rekamannya diunggah ke media sosial. Rekaman ini kemudian membuat heboh. Banyak yang menganggap hal ini merupakan penghinaan terhadap teks suci. Ada juga yang melaporkannya ke polisi.

Ahok meminta maaf pada dirinya sendiri. Namun sepertinya maaf saja tidak cukup. Banyak yang meminta polisi segera memproses kasus ini. —Rappler.com

sbobet88