Jangan menyebarkan hal-hal yang menghasut dan memfitnah di media sosial
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Jokowi mengajak masyarakat membangun budaya baru yang mengedepankan nilai-nilai kesantunan dan kesopanan dalam menyampaikan sesuatu.
JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan pemerintah sudah lama menangani rumor dan berita bohong lelucon. Bahkan, untuk membungkam pemberitaan tersebut leluconpemerintah mendirikan Badan Siber Nasional pada awal bulan ini.
Ia pun mengajak masyarakat membangun budaya baru yang mengedepankan nilai-nilai kesantunan dan sopan santun dalam menyampaikan sesuatu.
“Jangan-jangan, khususnya dalam penyampaian ujaran di media sosial, menghasut, memfitnah, ujaran kebencian, dan menyebarkan berita bohong. Ini yang selalu saya sampaikan kemana-mana,” kata Jokowi kepada media, Minggu, 22 Januari, usai mengikuti kejuaraan panahan di Bogor.
Mantan gubernur tersebut menegaskan bahwa dia tidak perlu mengeluh mengenai banyaknya pemberitaan lelucon, karena saat ini masyarakat sudah memasuki era keterbukaan informasi. Penyebaran informasi lelucon kata Jokowi, tantangan ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi juga negara lain.
Pernyataan Jokowi tersebut menjawab pertanyaan media mengenai pengaduan yang diajukan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pada 19 Januari melalui akun Twitter-nya. Dalam cuitan yang ditulisnya sendiri, SBY mengaku prihatin karena kerap disebarkan informasi oleh oknum-oknum yang dicurigai lelucon sebenarnya kuat.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Mengapa negaranya seperti ini? Para pemfitnah dan penyebar “hoax” sedang berkuasa & merajalela. Kapan rakyat dan kaum lemah akan menang? *SBY*
— SB Yudhoyono (@SBYudhoyono) 20 Januari 2017
Terkait hal ini, Jokowi berkomentar, alih-alih ikut membentuk opini yang hanya membuat resah masyarakat, ia lebih berniat membangun rasa optimisme.
“Saat saya bekerja, selalu mendorong orang untuk bekerja lebih optimis,” ujarnya.
Bukan ditujukan kepada pemerintah
Sementara itu, politikus Partai Demokrat Benny K. Harman menilai cuitan SBY tidak ditujukan kepada siapa pun, apalagi disebut-sebut menyalahkan pemerintah. Menurutnya, cuitan tersebut merupakan bentuk kepedulian SBY terhadap bangsa ini.
“Pak SBY khawatir dengan pemekaran lelucon, karena tidak sehat bagi demokrasi. Kebebasan berekspresi harus dihormati, tapi juga harus dicegah agar kebebasan tersebut tidak disalahgunakan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, mengutip media.
Apa yang disampaikan pria yang juga menjabat Ketua Umum Partai Demokrat ini, kata Benny, tak lebih dari sekedar kekhawatiran melihat kondisi Indonesia saat ini.
“Apalagi melihat keadaan bangsa ini rentan terhadap isu-isu negatif seperti saling adu domba. Makanya Partai Demokrat sangat peduli dengan permasalahan bangsa,” kata Benny. – Rappler.com