• April 9, 2026
Duterte mengundang Indonesia untuk mengeksekusi Mary Jane

Duterte mengundang Indonesia untuk mengeksekusi Mary Jane

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

“Waktu itu Presiden Duterte bilang menyambut baik kalau (Mary Jane) mau dieksekusi,” kata Jokowi di hadapan awak media.

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) – Upaya pemerintah Filipina menyelamatkan nyawa salah satu warganya, Mary Jane Veloso, tampaknya hanya hoax. Usai mengatakan akan memohon maaf kepada Mary Jane saat berkunjung ke Indonesia, ternyata persoalan tersebut dinilai belum cukup penting untuk dibicarakan saat ini.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melontarkan pernyataan mengejutkan saat berkunjung ke Banten, Minggu sore, 11 September. Dia mengatakan, Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah memberikan lampu hijau kepada Indonesia untuk mengeksekusi perempuan berusia 31 tahun tersebut.

“Saya sudah cerita soal Mary Jane (kasus), saya bilang Mary Jane membawa 2,6 kilogram heroin. Dan saya sudah bercerita tentang penundaan eksekusi kemarin. Saat itu Presiden Duterte bilang kalau mau dieksekusi, silakan saja, kata Jokowi di hadapan media.

Sementara terkait proses hukum kasus Mary Jane, mantan Wali Kota Solo ini mengatakan, bergantung pada Jaksa Agung.

“Tapi, jawaban Presiden Duterte saat itu seperti ini,” tegasnya.

Sementara itu, selama ini Mary Jane kerap mengira dirinya tidak bersalah dan dijebak oleh wanita bernama Maria Kristina Sergio. Dia merekrut Mary Jane dan menawarinya pekerjaan sebagai pengurus rumah tangga.

Maria memberikan tasnya kepada Mary Jane dan memintanya untuk terbang ke Yogyakarta.

Mary Jane hampir dieksekusi pada tahun 2015, namun berhasil diselamatkan tepat pada waktunya. Pemerintah Indonesia menyatakan akan menunggu hasil persidangan Maria di Filipina sebelum melanjutkan kasus Mary Jane.

Keberatan memberi lampu hijau

Juru Bicara Kepresidenan Ernesto Abella kemudian mengklarifikasi pernyataan Presiden Jokowi tersebut. Abella dalam jumpa pers membantah Duterte memberi lampu hijau bagi Indonesia untuk mengeksekusi Mary Jane.

“Pernyataan dan percakapannya yang sebenarnya adalah sebagai berikut: ‘dia berkata, sehubungan dengan Mary Jane Veloso, dia berkata’ dia akan mengikuti hukum negara Anda dan saya tidak akan ikut campur’. Selesai,” kata Abella menjelaskan pernyataan Duterte.

Abella kembali menegaskan Duterte tidak mendukung Indonesia mengeksekusi Mary Jane.

“Sama sekali tidak ada, pernyataan yang kategoris, tidak ada dukungan apapun. “Dia hanya mengatakan kami akan mengikuti hukum yang berlaku di negara Anda,” ujarnya lagi.

Menurut Abella, Duterte yakin pernyataannya tidak akan disalahartikan oleh Jokowi.

“Dia hanya menjelaskan apa yang dia katakan,” katanya.

Disinggung apakah Duterte terkejut dengan banyaknya pemberitaan yang menulis bahwa pemerintah Filipina telah memberikan lampu hijau untuk eksekusi Mary Jane, Abella mengaku belum mengetahuinya.

Yang pasti dia punya jawaban yang sangat cepat, katanya.

Kepada media, Jokowi sebelumnya mengatakan, isu Mary Jane sempat dibahas dalam pertemuan bilateral mereka di Istana Merdeka, Jumat pekan lalu. Jokowi mengatakan Duterte akan mengizinkan Indonesia mengeksekusi Mary Jane. – Rappler.com

BACA JUGA:

SDy Hari Ini