• March 22, 2026
Meski saat Nyepi, masyarakat Bali mengamati gerhana matahari

Meski saat Nyepi, masyarakat Bali mengamati gerhana matahari

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Umat ​​​​Hindu bisa melihat gerhana dari pekarangan mereka sendiri. Namun jika tidak bisa, sebaiknya mereka tetap di rumah.

BALI, Indonesia – Bahkan saat merayakan Nyepi, warga Pulau Bali masih menyaksikan gerhana matahari total yang terjadi pada Rabu pagi, 9 Maret.

Dan umat Hindu Bali merasakannya Nyepi 2016 istimewa karena Tahun Baru Caka 1938 bertepatan dengan gerhana matahari. Masyarakat Bali memang tidak menikmati gerhana matahari total seperti di Palu, Sulawesi Tengah, atau Ternate di Maluku Utara, namun tetap antusias menyaksikannya.

“Menyenangkan. Kata ibu, gerhana matahari total bisa disaksikan dalam 350 tahun,” kata Cikal, 8 tahun, kepada Rappler.

Cikal datang bersama ibunya. Keduanya tampak bahagia melihat gerhana tersebut.

Cikal dan ibunya menggunakan alat sederhana dan seadanya untuk menyaksikan fenomena alam tersebut. Cikal mengatakan, alat tersebut sangat berguna dalam melihat posisi sejajar matahari, bulan, dan bumi. “Ibu yang membuatkan alatnya,” kata anak kelas 2 SD itu.

Gerhana matahari mulai terlihat pada pukul 07.30 WITA. Selama ini masyarakat Bali telah melihat fenomena alam yang terjadi setiap 350 tahun sekali ini. Sekitar pukul 08.30 WITA, gerhana 80 persen tampak sempurna.

Di tempat lain, warga pun tak kalah antusiasnya. Di sekitar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanglah Denpasar, sejumlah petugas pasien terlihat menuju halaman untuk menyaksikan gerhana matahari. Mereka merasa beruntung bisa menyaksikan gerhana matahari di tengah perayaan Nyepi.

“Senang bisa menyaksikan gerhana matahari. “Saya tidak tahu kapan saya bisa melihatnya lagi,” kata Alit.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali mengatakan, meski hanya sekedar melihat gerhana matahari, umat Hindu dipersilakan melihatnya dari meter masing-masing.

“Jika Anda bisa melihat gerhana dari halaman rumah Anda sendiri, silakan lakukan. Itupun jika memungkinkan. “Tetapi jika tidak bisa, silakan tinggal di rumah masing-masing dengan tetap menjaga suasana pengasingan catur brata,” ujarnya di Denpasar.

Nyepi dimulai pagi ini pukul 06.00 WITA, Rabu hingga Kamis pukul 06.00 WITA.

Nyepi di Bali

Umat ​​​​Hindu di Bali merayakan Nyepi pada hari Rabu, 9 Maret. Mereka harus tinggal di rumah mereka sendiri dan hanya pecalang (petugas keamanan desa adat) yang diperbolehkan berpatroli di jalan.

Sekalipun mereka diam di dalam rumah, mereka tidak akan bisa menonton acara televisi apa pun menjaga kekhidmatan pelaksanaan Nyepi. Sedangkan pada malam hari lampu dimatikan sehingga menjadi gelap gulita.

Pada saat Nyepi, umat Hindu tidak diperbolehkan melakukan empat hal: mengamati geni (yaitu tidak menyalakan api atau tidak menggunakan dan/atau menyalakan api atau lampu), mengamati pekerjaan (tidak bekerja), mengamati perjalanan (bukan bepergian) dan mengamati pelelangan (tidak mendengarkan). untuk hiburan). ). Bagi yang mampu juga dapat melakukan tapa, brata, yoga dan semadhi.

Tujuan utama hari raya Nyepi adalah berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar menyucikan Bhuana Alit (alam manusia/mikrokosmos) dan Bhuana Agung/makrokosmos (alam semesta). Rappler.com

BACA JUGA:

Keluaran HK Hari Ini