• April 8, 2026

Manchester United vs Liverpool: Setan Merah sedang on fire

Akankah Liverpool menjadi korban ketujuh Manchester United?

JAKARTA, Indonesia – Setiap musim baru Liga Inggris dimulai, suporter Liverpool kerap hanya mengejar satu target: mengalahkan Manchester United.

Dengan Kepala yang hampir selalu tidak kompetitif dalam perebutan gelar, mengejar gelar “pribadi” di atas United adalah pencapaian paling rasional.

Namun, musim ini situasinya berubah. Liverpool menjadi salah satu rival terdekat Chelsea dengan selisih 8 poin. Hanya mengejar kemenangan atas United jelas mengurangi peran manajer Liverpool Juergen Klopp dalam mengembangkan timnya. Hal itu juga meredupkan posisi Liverpool di Liga Inggris yang sempat menjadi matahari tata surya sepak bola Inggris beberapa dekade lalu.

Oleh karena itu, dalam duel klasik United kontra Liverpool di Old Trafford, Minggu 15 Januari pukul 23.00 WIB, pasukan Klopp tak sekadar menyimpan dendam sebagai rival abadi tuan rumah. Namun ia juga tetap menjaga jarak dengan pemuncak klasemen saat ini, Chelsea. Khususnya, Biru baru saja mengalahkan juara bertahan Leicester City pada Minggu pagi WIB dengan skor 3-0.

(BACA: Hasil Liga Inggris: Chelsea, Spurs, Arsenal raih kemenangan)

Pada babak pertama, pertarungan kedua tim hanya berakhir dengan skor 0-0. Saat itu, Liverpool yang biasanya bermain agresif harus menghadapi United yang bermain seperti tembok.

Pilihan bermain bertahan adalah hal yang wajar bagi Mourinho. Saat itu, Wayne Rooney dan kawan-kawan belum menemukan performa terbaiknya. Sebelum bertarung Orang Komunismereka ditahan 1-1 oleh Stoke City dan kalah dari Manchester City 1-2 dan Watford 1-3.

Penampilannya sangat bervariasi roller coaster Hal tersebut tak ayal membuat manajer kelahiran Setubal, Portugal itu bermain aman. Ia tak mau berjudi dengan tim Liverpool yang sangat agresif.

Namun, situasi berubah di putaran kedua Liga Inggris.

United bukan lagi tim yang main-main. Mereka mencetak gol secara konsisten garis 6 kemenangan di Liga Premier. Jika digabungkan dengan penampilan mereka di Liga Europa, Piala Liga, dan Piala FA, totalnya adalah garis United telah memenangkan 9 pertandingan.

Bandingkan dengan Liverpool. Pasukan Klopp justru tersendat di ajang yang diikutinya. Mereka ditahan imbang 2-2 oleh Sunderland di Liga Inggris dan 0-0 melawan Plymouth Argayle FC. Hasil imbang melawan tim terakhir yang disebut-sebut justru membuat malu Jordan Henderson dan kawan-kawan. Pasalnya, tim tersebut mengikuti Liga Dua, kasta keempat di liga sepak bola Inggris.

Terbaru mereka baru saja kalah 0-1 melawan Southampton di Piala Liga.

Rentetan hasil buruk ini jelas akan mempengaruhi performa Liverpool di Old Trafford. Apalagi mereka mengunjungi rumah musuh abadi mereka sayap Sadio Mane harus mengikuti turnamen Piala Afrika.

“Saya tahu orang-orang akan mengira kami kalah 1-0 melawan Southampton. Sekarang bagaimana dengan United?” Klopp berkata seperti itu dikutip oleh BBC.

“Kami tidak takut. Beri saya 11 pemain dan kami akan kompetitif lagi,” tambahnya.

Klopp bisa percaya diri dengan timnya. Namun, ia harus sadar bahwa pasukan Liverpool selalu membutuhkan waktu untuk pulih dari hasil buruk.

Di Premier League, setiap kekalahan selalu disusul hasil imbang di laga berikutnya. Yakni kalah melawan Burnley 0-2 yang disusul hasil imbang kontra Tottenham Hotspur dan kekalahan kontra Bournemouth 3-4 yang disusul hasil imbang kontra West Ham 2-2.

“Saya tahu bagaimana reaksi para pemain terhadap hasil buruk. Namun, ini bukan sekedar soal reaksi. “Tetapi bagaimana bereaksi ketika bertahan dan menyerang,” jelasnya.

Pogba semakin banyak berada di rumah

Pasukan Mourinho jelas lebih diunggulkan dalam situasi ini. Terlebih, para pemain mengaku semakin betah satu sama lain. Paul Pogba misalnya. Gelandang mahal yang dibeli United dari Juventus itu mengaku semakin cocok bermain bersama Zlatan Ibrahimovic. Hasilnya adalah 9 kemenangan beruntun di semua kompetisi.

“Saya pikir itu karena kami lebih memahami satu sama lain. Kami sudah lama bermain bersama. “Kami memiliki koneksi dan kombinasi di lapangan,” kata Pogba dikutip oleh ESPN.

Tak hanya pada Ibrahimovic, Pogba pun merasakannya sayap yang lain seperti Anthony Martial dan Marcus Rashford. “Saya tahu ke mana harus mencari Martial atau Rashford ketika saya bermain di lapangan,” ujarnya.

Pogba merasa inilah saatnya United berada di jalur yang benar. Para pemain menjadi lebih bersatu. Dan dia juga menaruh kepercayaan yang sangat besar pada Ibra. “Dia memiliki segalanya,” kata pria Prancis itu.

Masa penyesuaian Pogba di United tidak memakan waktu lama. Mourinho pun kerap berganti posisi. Mulai dari gelandang jangkar hingga gelandang serang. Baru pada musim memasuki babak kedua dia menemukan permainannya.

“Paul selalu dalam posisi siap mencetak gol atau tendangan bebas. Sekitar 20 atau 25 meter dari gawang. “Itulah sebabnya saya selalu tahu bahwa di setiap pertandingan dia selalu punya potensi mencetak gol,” kata Mourinho.—Rappler.com

uni togel