• April 9, 2026
Gara-gara Bangkit, Kepengurusan Golkar Kini ‘Gemuk’

Gara-gara Bangkit, Kepengurusan Golkar Kini ‘Gemuk’

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Jumlah pengurus partai yang tadinya 279 orang kini menjadi 301 orang

JAKARTA, Indonesia – Sepulang dari rumah sakit, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto langsung melakukan sejumlah perubahan di tubuh Partai Beringin.

Kemarin, Setya Novanto memimpin rapat paripurna partainya di kantor Dewan Pimpinan Partai Golkar, Jakarta. Sejumlah hal dibahas, termasuk kebangkitan kepengurusan.

Salah satu petinggi Golkar yang ‘terdampak’ kebangkitan tersebut adalah Ketua Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Yorrys Raweyai. Jabatan Yorrys digantikan oleh Letjen (Purn) Eko Wiratmoko.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan pergantian Yorrys hanya satu dari sekian banyak pergantian kepengurusan.

Keputusan ini diambil Novanto sebagai bentuk pelaksanaan amanah Majelis Pimpinan Nasional (Rapimnas) dua bulan lalu di Balikpapan, Kalimantan, kata Idrus Marham, Rabu, 11 Oktober 2017.

Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi Freddy Latuhamina mengatakan, peralihan kepengurusan itu didasari beberapa pertimbangan, seperti berganti partai, tidak aktif selama tiga bulan berturut-turut, direposisi, dan mendapat teguran, namun tetap mengulanginya.

Namun Freddy tidak menyebutkan secara spesifik alasan penggantian Yorrys. “Dari situ silakan menilai. “Itulah kriteria yang digunakan Ketua Umum untuk menghidupkan kembali apa yang diamanatkan Rapimnas,” kata Freddy.

Sementara itu, Eko Wiratmoko yang menggantikan Yorrys mengaku belum mendapat informasi soal pemecatan Yorrys dan pengangkatannya.

Ia juga mengaku belum pernah dihubungi Novanto maupun pimpinan Golkar lainnya. Bahkan, pemecatan Yorrys baru ia ketahui dari pemberitaan media.

Padahal, lanjut Eko, dirinya baru saja mendapat undangan menghadiri rapat paripurna melalui pesan singkat. “Ya, itu adalah kepercayaan. Hal ini harus dilaksanakan dengan baik. Itu saja,” katanya.

Lebih gemuk

Selain perubahan dan relokasi, kebangkitan tersebut juga berdampak pada bertambahnya jumlah kepengurusan, dari 279 orang menjadi 301 orang.

Idrus Marham berharap perubahan yang dilakukan partainya bisa membantu Golkar mencapai target politiknya pada Pilkada 2018 dan Pilkada 2019.

Untuk itu, lanjut Idrus, diperlukan solidaritas antara pengurus partai dan kader. Apalagi, masa jabatan Setya Novanto akan berakhir satu setengah tahun ke depan.

“Kekuatan Golkar adalah sistemnya. Sistem ini berjalan jika berpegang pada prinsip, solid, ada kekompakan dan gotong royong, kata Idrus. “Golkar harus solid.” —Rappler.com

situs judi bola online