5 Hal Menyebalkan yang Dilakukan Pengendara Sepeda Motor
keren989
- 0
Mulai dari berkendara di trotoar hingga bermain ponsel sambil mengendarai sepeda motor
Belakangan ini, pengendara sepeda motor di ibu kota semakin banyak. Bagaimana tidak, selain harga sepeda motor yang semakin murah (pernah melihat iklan uang muka sepeda motor hanya Rp 300.000 hingga Rp 500.000?), jalanan di kota-kota besar juga ikut macet. Daripada menghabiskan waktu berjam-jam di jalan, mengendarai sepeda motor bisa lebih mempersingkat waktu Anda.
Belum lagi urusan ekonomi pribadi, naik sepeda motor ibarat mengisi bensin Rp 50.000 selama seminggu. Bagi saya, sekali perjalanan dari rumah ke kantor dengan taksi lebih dari 50 ribu.
Dengan kelebihan yang didapat di atas, tak heran jika memotret Jakarta dari atas bisa dibilang sepeda motor itu seperti semut. Hubungi saya Sayang. Banyak!
Namun sayangnya, masih banyak kesalahan yang dilakukan pengendara sepeda motor saat berada di jalan raya. Semoga bukan kita yang melakukan kesalahan itu, ya.
Apa saja hal menyebalkan yang sering dilakukan pengendara sepeda motor? Berikut 5 di antaranya berdasarkan pengamatan pribadi:
Pergilah ke trotoar
Banyak sekali manfaat mengendarai sepeda motor tergelincir kanan dan kiri antara mobil yang terjebak kemacetan. Namun bukan berarti Anda boleh berkendara di trotoar. Selain membahayakan, juga merugikan pejalan kaki.
Tak heran, beberapa waktu lalu ada seorang anak SD yang berani menghentikan sepeda motor yang melaju di trotoar. Apakah kamu tidak malu menjadi anak kecil?
(BACA: Kisah Daffa, Anak SD yang Dihadang Sepeda Motor yang Lalu Lintas di Trotoar)
Tidak memakai helm
Masih banyak pengendara sepeda motor yang enggan memakai helm. Kalaupun memakai helm, biasanya mereka melakukannya demi mematuhi aturan, takut kena tilang! Padahal, fungsi helm lebih dari itu. Fungsi helm adalah untuk melindungi kepala jika terjadi kecelakaan.
“Oh, dia baru saja mendekat ke sini, tidak apa-apa!”
Kita tidak pernah tahu kapan kecelakaan bisa terjadi. Salah satu anggota keluarga saya terlibat kecelakaan bermotor yang mengakibatkan meninggal dunia padahal jarak lokasi kecelakaan ke rumahnya kurang dari 1 kilometer. Atau ada juga temannya yang mengalami kecelakaan sepeda motor padahal baru saja keluar dari gerbang kantornya. Masih mau bilang tidak butuh helm untuk jarak dekat?
Oh iya, selain itu jangan lupa untuk menggunakannya Helm wajah penuh atau menurut standar nasional Ya. Ingat, fungsinya bukan hanya untuk menghindari tilang, tapi untuk melindungi kepala kita.
Gunakan sepatu yang tidak nyaman
Saya telah melihat beberapa kali pengendara sepeda wanita alias bikers wanita yang memakai sepatu hak tinggi atau sandal saat mengendarai sepeda motor. Begini, sebagai seorang wanita, saya tahu betul bahwa memakai sepatu hak tinggi itu tidak nyaman. Bukankah nyaman untuk berjalan kaki apalagi dengan sepeda motor?
Sejujurnya saya pernah mengendarai sepeda motor dengan memakai sandal hak tinggi. Alasannya? Sudah dekat! Hasil? Saya memukul penjual pulp yang baru saja meninggalkan markasnya hingga gerobaknya terbalik dan dagangannya hancur.
Ya, itu adalah pengalaman traumatis yang membuat saya tidak bisa mengendarai sepeda motor lagi ditambah lagi keluarga saya mengolok-olok saya sepanjang hidup.
Ada banyak sekali saat ini sepatu yang dibuat khusus untuk pengendara sepeda motor. Salah satu teman saya yang pernah mengalami patah kaki akibat kecelakaan sepeda motor, kini harus memakai sepatu boots khusus untuk mengendarai sepeda motor. Alasannya? Apa lagi selain keselamatan.
Mainkan di ponsel
Oke, Pokemon GO bisa ada di mana saja, bahkan saat kita sedang mengendarai sepeda motor. Namun bukan berarti mengendarai sepeda motor sambil menatap ponsel, bukan? Ingat, nyawa lebih penting dari sekedar mendapatkan Pokemon (oh aku, saya tidak mengerti permainan ini! #kurang terkini)
Jika kita benar-benar harus melihatnya telepon berjalan Saat Anda mengendarai sepeda motor, baik untuk mengikuti peta atau sering menerima panggilan dadakan yang memang perlu dijemput, gunakanlah aksesoris kendaraan yang memungkinkan. Apakah itu digunakan dudukan telepon khususnya sepeda motoratau digunakan earphone untuk mengangkat telepon.
Anak-anak memakai
saya suka sakit ketika melihat orang tua mengendarai sepeda motor sambil menggendong anaknya. Kalau anak sudah duduk di bangku sekolah dasar, lumayanlah. Sudah paham konsep jatuh dan bisa disuruh berpegangan erat. Bagaimana jika Anda masih balita?
Tidak sekali dua kali saya melihat ibu-ibu menggendong bayinya sambil mengendarai sepeda motor, tidak memakai helm, lalu melaju melawan arah. Setiap orang, kombinasi banyak, Kak?
Tentu saja kesenjangan ini tidak disia-siakan oleh para pebisnis. Belakangan ini banyak ditemukan alat-alat tambahan yang dapat digunakan bagi para orang tua yang mengendarai sepeda motor bersama anaknya. Mulai dari sabuk pengaman anak, tempat duduk tambahan, atau sejenisnya sabuk pengaman.
Sekalipun sudah pasti melanggar aturan keselamatan kendaraan (kendaraan didesain sedemikian rupa sehingga jelas sudah melalui berbagai uji coba, termasuk resiko kecelakaan kan?), tapi bagi saya pada akhirnya lebih baik menggunakan ini. aksesoris tambahan dari sekedar ‘hanya’ menggendong bayi dalam gendongan bukan?
Nah, itulah 5 hal yang sering saya lihat dari pengendara sepeda motor. Kamu yang mana? Semoga kamu tidak melakukan semua hal di atas ya. —Rappler.com