
Baca Pernyataan Kampanye Damai, 3 Pasangan Calon Gubernur DKI Siap Terima Jika Tak Terpilih
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Masing-masing calon cagub dan cawagub juga secara resmi memperkenalkan diri kepada masyarakat Jakarta melalui kegiatan parade
JAKARTA, Indonesia – Ketiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI membacakan teks deklarasi kampanye perdamaian di Silang Monas, Jakarta Pusat, pada Sabtu pagi, 29 Oktober. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen ketiga paslon akan menaati aturan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI saat berkampanye.
Agus-Sylvi, Ahok-Djarot, dan Anies-Sandi menjanjikan empat hal kepada masyarakat DKI dalam teksnya.
Pertama, siap mewujudkan pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Tahun 2017 yang demokratis, damai, dan berintegritas. Kedua, mewujudkan kemajuan daerah dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Ketiga, ketundukan dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Empat, siap dipilih atau tidak terpilih,” kata ketiga pasangan calon saat membacakan teks pernyataan kampanye perdamaian pagi ini.
Ketiga pasangan calon tersebut hadir dalam acara pernyataan kampanye perdamaian tersebut, didampingi tim sidang dan sekitar 300 pendukung. Ketiga pasangan calon juga menandatangani pernyataan kampanye perdamaian untuk memperkuat janji tersebut.
Menurut Ketua KPU DKI Sumarno, alasan mereka menggelar pernyataan kampanye damai karena banyak fakta yang terungkap di lapangan karena adanya perbedaan komunikasi lalu saling memecah belah.
Oleh karena itu kita harus menyatakan tekad kita untuk mewujudkan kampanye damai, kata Sumarno saat memberikan pidato menjelang deklarasi, Sabtu 29 Oktober.
Lebih lanjut Sumarno mengatakan, Pilkada DKI merupakan miniatur implementasi demokrasi di Indonesia. Sesuai prinsip demokrasi, kata dia, perbedaan bukanlah suatu hal yang besar.
“Saya kira pasangan calon tidak ada masalah karena saat pemeriksaan kesehatan mereka menunjukkan kebersamaannya dengan berfoto selfie dan viral di dunia maya. Namun kami merasa perlu melibatkan tim dan suporter agar berkomitmen, ujarnya.
Sumarno juga berpesan untuk menjaga keindahan Kota Jakarta selama kampanye, seperti tidak menempelkan spanduk atau poster di pohon.
Jangan sampai pilkada membuat kota Jakarta menjadi kurang indah, ujarnya.
Sumarno juga mengingatkan konsekuensi bagi siapapun pasangan calon, ada kemungkinan tidak terpilih.
“Kita harus siap menerima konsekuensi dari semua ini,” ujarnya.
Usai teks deklarasi perdamaian dibacakan, ketiga pasangan calon kemudian diarak dengan kendaraan yang dihias dan dilihat masyarakat Jakarta. Mereka diarak melalui jalur Monas-Bundaran HI-Monas.
Yakin ketiga paslon bisa menaati aturan KPU DKI saat berkampanye hingga Februari? Tulis pendapatmu di kolom komentar.
– Rappler.com
BACA JUGA: