• March 16, 2026
Kisah TKI Lombok yang Hilang Ginjalnya, Diduga Dicuri Mantan Majikannya

Kisah TKI Lombok yang Hilang Ginjalnya, Diduga Dicuri Mantan Majikannya

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Rabitah baru mengetahui salah satu ginjalnya hilang saat menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Tanjung Lombok Utara pada Januari lalu.

JAKARTA, Indonesia – Kisah suram pahlawan devisa Indonesia di luar negeri sepertinya tak ada habisnya. Kisah memprihatinkan kali ini disuarakan oleh Sri Rabitah, mantan TKI asal Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Ia mengadu kepada bupati setelah menyadari salah satu ginjalnya hilang, diduga dicuri oleh mantan majikannya saat ia masih bekerja di kota Doha, Qatar. Rabitah mengaku di hadapan bupati bahwa dirinya berangkat ke Doha pada Juni 2014 melalui sebuah agen bernama Alzajirah di Kota Abu Dhabi. Di sana ia bekerja di rumah majikan bernama Nyonya Gada.

“Saya tidak lama bekerja di rumah majikan Bu Gada. Namun selama satu minggu saya ditinggal di rumah ibu saya yang sedang sakit, katanya yang didampingi Pusat Bantuan Hukum Pekerja Migran Indonesia (PBHBMI) pada Senin, 27 Februari.

Rabitah mengaku tidak lama bekerja di kediaman ibu majikannya. Ia kemudian diminta pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan. Menurut pihak rumah sakit, Rabitah rupanya harus menjalani operasi. Proses medis tersebut dilakukan tanpa persetujuan keluarga dan dirinya sendiri.

Rabitah tak sadarkan diri akibat efek bius. Namun, begitu terbangun, ia merasakan nyeri di pinggang kanannya akibat bekas luka operasi.

Ironisnya, setelah menjalani operasi, sang majikan tidak membawa Rabitah kembali ke Doha melainkan mengembalikan Rabitah ke agen tersebut dalam kondisi yang memprihatinkan.

“Di agensi saya malah disiksa karena dianggap tidak bisa bekerja,” ujarnya.

Setelah kejadian tersebut, perempuan berusia 25 tahun tersebut didistribusikan ke tiga majikan berbeda di Doha. Sayangnya, ia kerap mendapat penyiksaan dari majikannya karena tidak bisa bekerja maksimal usai operasi.

Beruntung majikan terakhirnya merasa kasihan melihat kondisi Rabitah. Ia kemudian dibawa ke agen tersebut dan diminta dikirim kembali ke Indonesia.

Terakhir pada 24 Juli 2014, ia dipulangkan ke Surabaya dari Bandara Qatar. Sesampainya di kampung halaman, Rabitah tak sadar ginjal kanannya sudah tak ada lagi di tubuhnya. Hal itu baru ia sadari saat menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Tanjung Lombok Utara pada Januari lalu.

“Melalui kesempatan ini, saya meminta bantuan Bupati untuk mengadili para pelaku. Aku tidak ikhlas di akhirat jika ginjalku diambil secara sembunyi-sembunyi. Meski dia memintaku, mungkin aku akan menerimanya. Tapi itu diambil tanpa sepengetahuan mereka,” kata Rabitah menjelaskan harapannya.

Akan mengirimkan surat kepada Presiden

Mendengar pengakuan tersebut, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar sangat menyayangkan kejadian yang menimpa Rabitah. Ia berjanji akan melakukan apa saja untuk membantu warganya, termasuk membantu biaya operasi dan pengobatan Rabitah selama berada di rumah sakit.

“Bagaimanapun caranya (saya akan membantu), apakah pemerintah mengeluarkan uang atau kita membangun jaringan untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Najmul.

Bahkan, Najmul berjanji akan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meminta perhatian khusus terhadap permasalahan yang dialami TKI di luar negeri.

“Saya juga mengajak seluruh kepala daerah untuk berpartisipasi aktif dalam isu-isu seperti ini karena hal seperti ini cukup sering terjadi di Indonesia,” ujarnya. – lapor ANTARA/Rappler.com

lagutogel