• April 30, 2026

Keunikan Masjid Kapal di Cimahi

Bentuk kapal tersebut terinspirasi dari kisah Nuh yang membuat bahtera untuk menyelamatkan pengikutnya

BANDUNG, Indonesia — Jika ada masjid paling ‘nyentrik’, Masjid Al Baakhirah yang berdiri di Kota Cimahi adalah salah satunya. Pasalnya bangunan masjid lebih mirip kapal yang bersandar di dermaga, lengkap dengan jangkarnya.

Selain itu layaknya sebuah kapal, masjid ini juga memiliki lengkungan dan radar pemantau. Masjid ini bahkan dilengkapi dengan cerobong asap dan dek. Tak hanya itu, di masjid bergaya kapal ini juga terdapat ring lifebuoy dan kabin untuk nahkoda dan awak kapal.

Di teras masjid juga ada model kapal KM Kerinci yang bisa dilihat! Dan untuk melengkapi keunikannya, masjid ini juga tidak memiliki kubah – sesuatu yang biasa menjadi ciri khas sebuah masjid.

Sedangkan interior masjid ini hampir sama dengan masjid pada umumnya. Yang membedakan hanyalah bentuk jendelanya yang dibuat menyerupai jendela kapal.

Sampai di lantai dua terdapat ruang pengatur lampu masjid yang dibuat menyerupai ruang kemudi kapal. Ornamen tersebut semakin mempercantik nuansa kapal. Namun yang membedakannya adalah adanya replika Ka’bah yang dibangun di ‘dek kapal’.

“Tempat ini juga bisa dimanfaatkan untuk melaksanakan ibadah haji. “Biasanya anak-anak TK yang suka melakukan ritual di sini,” kata Budi Handono, salah satu pengurus masjid yang ditemui Rappler akhir pekan lalu.

Jika ada acara atau kegiatan besar, muazin dan imam akan mengenakan pakaian pelaut. Tampaknya para pengurus masjid serius mengusung tema “kapal laut” ini.

Masjid Al Baakhirah mulai digunakan pada tanggal 26 April 2016 dengan proses pembangunan yang memakan waktu 8 bulan. Lokasi masjid berada di Jalan Bapak Ampi, Baros, Kota Cimahi.

Masjid ini memiliki luas bangunan 90 meter persegi dengan kapasitas 100 jamaah. Al Baakhirah dibangun di atas tanah seluas 200 meter persegi yang merupakan wakaf keluarga mendiang Budiyanto.

Semasa hidupnya, almarhum merupakan seorang kapten di Perusahaan Laut Nasional Indonesia (Pelni). Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa masjid ini berbentuk seperti kapal, yang merupakan tanda kecintaan almarhum terhadap profesinya sebagai nahkoda.

Selain itu, bentuk kapal juga terinspirasi dari kisah nabi Nuh yang membangun bahtera untuk menyelamatkan para pengikutnya. “Semoga masjid ini bisa membantu menyelamatkan umat,” kata Budi.

Sejak didirikan, Masjid Al Baakhirah telah menarik banyak masyarakat untuk datang. Ada yang hanya menonton untuk memuaskan rasa penasarannya, ada juga yang sekaligus berdoa.

Begitu pula Ani Darmiyati yang membawa kedua anaknya Barliano (9) dan Nadina (6). Ani sengaja mengajak kedua anaknya melihat Masjid Al Baakhirah, meski lokasi rumahnya di Gadobangkong, Kabupaten Bandung Barat cukup jauh.

Ani mengaku penasaran ingin melihat seperti apa masjid berbentuk perahu yang dibicarakan teman-temannya itu.”Teman-teman banyak yang ngobrol tentang masjid perahu, jadi penasaran, jadi sekalian saja saya berkunjung,” ujar pria 42 tahun itu. kata wanita tua.

Ani pun sengaja mengajak kedua anaknya yang juga penasaran melihat masjid kapal tersebut. Menurut Ani, keduanya sangat antusias, apalagi lebaran kali ini keluarga mereka berencana mudik menggunakan kapal laut.

“Kami nanti mau pulang naik kapal, ini untuk mengajari anak-anak seperti apa kapal itu,” kata perantau asal Sumatera Barat ini.

Ani menyambut positif bentuk masjid yang tidak seperti pada umumnya. Menurutnya, justru inilah yang menjadi daya tarik masjid tersebut. “Bagus dan aneh, berbeda dengan yang lain,” ucapnya.

Atas animo banyak masyarakat terhadap bentuk Masjid Al Baakhirah, Budi mengaku bersyukur. Karena banyak sekali orang yang datang berkunjung dan beribadah di masjid tersebut. Hal ini membuat salah satu tujuan pembangunan masjid mulai tercapai.

“Mereka ke sini, selain beribadah juga berwisata. Namun ada manfaatnya, yaitu berkontribusi terhadap kemakmuran masjid. Kebetulan letak masjidnya dipinggir jalan, sehingga setiap masuk waktu salat banyak orang yang mampir. Jadi dari waktu ke waktu masih ada orang yang berdoa di sini. Makanya masjid ini tidak pernah ditutup, kata Budi. —Rappler.com

Pengeluaran Sydney