• April 17, 2026

Strategi Pencegahan Korupsi Jokowi: Sederhanakan Regulasi

Menurut Jokowi, ada 42 ribu peraturan yang perlu dipangkas untuk menyederhanakan birokrasi

JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan salah satu strategi pencegahan korupsi adalah dengan menyederhanakan peraturan. Sebab setiap aturan, izin, dan persyaratan berpotensi dijadikan objek transaksi dan korupsi.

“Terus terang saja, birokrasi cenderung mengeluarkan peraturan, izin, dan persyaratan sebanyak-banyaknya. Dari yang tadinya hanya sekedar syarat, kemudian diubah menjadi izin. Jika Anda ingin melakukan bisnis ini, gunakan izin. Banyak juga birokrasi yang suka mengeluarkan aturan samar-samar dengan bahasa abu-abu. “Kalau mau kejelasan lewat surat, surat itu bisa juga dijadikan sebagai objek transaksi,” kata Jokowi saat menyampaikan pidato pada Hari Anti Korupsi Sedunia di Jakarta Selatan, Senin, 11 Desember 2018.

Menurut Jokowi, praktik seperti itu tidak boleh dibiarkan dan tidak boleh diberi kesempatan. Ia juga meminta seluruh pemangku kepentingan mulai dari kementerian, gubernur, bupati hingga walikota untuk memangkas regulasi dan aturan perizinan yang membebani masyarakat dan dunia usaha.

“Seluruh birokrasi tidak boleh lagi mempersulit dunia usaha dan masyarakat. Ada 42 ribu regulasi yang perlu kita potong. Nanti saya akan mengadakan kompetisi untuk melihat siapa yang bisa memotong aturan dan saya akan memberikan hadiah, katanya.

Jokowi mengaku kesal setiap ingin bekerja, namun selalu terbentur regulasi dan izin. Aturan yang rumit sepertinya tak mampu menandingi ritme langkah yang ingin dibangun secara cepat.

Ia berharap izin dan persyaratan tersebut tidak lagi dijadikan alat pungli dan pungutan liar.

“Tidak ada hal yang lebih rumit dan rumit. Kalau saya lihat aturan dan ketentuannya, (ada) banyak sekali. “Tidak banyak, tapi banyak,” katanya.

Guna mewujudkan penyederhanaan peraturan, sejak tahun 2015 pemerintah mulai mendirikan PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu). Setelah izin keluar, yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun, kini bisa diselesaikan dalam hitungan jam.

“Kami (ternyata) bisa melakukannya jika terpaksa, jika kami menginjaknya sedikit. Tapi ya harus dipaksakan dan diinjak-injak. “Kalau hanya minta apalagi minta, tidak apa-apa (tidak akan berhasil),” ucapnya.

PTSP ini akhirnya direduksi menjadi 531 daerah, kabupaten, provinsi, kota, dan kecamatan. Saat ini di tingkat kecamatan terdapat 197 tempat penyedia PTSP.

“Tapi, jangan (hanya memberikan pelayanan) cepat di awal. “Dua minggu lagi kita akan kembali lagi kalau tidak kita kendalikan,” kata mantan Wali Kota Solo itu.

Hal lain yang dilakukannya untuk mencegah korupsi adalah dengan menggunakan sistem elektronik dalam pembuatan anggaran, pembelian berbagai barang dan perencanaan. Tujuannya untuk memperkecil ruang gerak melakukan korupsi.

Pemberantasan korupsi secara aktif

Di sisi lain, Jokowi mengapresiasi upaya aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi, salah satunya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dari catatan yang dimilikinya sejak 2004 hingga 2017, ada 12 gubernur yang tersangkut kasus korupsi. 64 bupati atau walikota juga ditangkap karena kejahatan serupa.

Sementara dari data yang dimiliki Rappler pada tahun 2017 saja, ada enam pejabat daerah yang kedapatan menerima suap.

“Belum termasuk berbagai pejabat seperti pejabat senior Bank Indonesia, anggota DPR, dan DPRD. Saya tidak menghitung (semua). “Tetapi mayoritas adalah kasus suap,” ujarnya.

Meski demikian, Jokowi mengaku kaget karena dari waktu ke waktu masih ada pejabat yang ditangkap karena korupsi. Artinya tidak dapat dipungkiri bahwa upaya pencegahan korupsi harus dilakukan dengan lebih serius.

Dapatkan penghargaan tertinggi

Di tempat yang sama, Ketua KPK Agus Rahardjo juga memberikan penghargaan kepada oknum yang dinilai aktif memberikan laporan kepuasan. Tercatat ada tiga orang yakni Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf “JK” Kalla, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

“Sebelum dia (Jokowi) jadi presiden, dia bahkan menyerahkan barang-barang sebagai gratifikasi. Apakah Anda ingat gitar dari Metallica? Semoga menjadi contoh bagi kita semua. Kalau tidak punya hak serahkan ke negara, kata Agus.

Jokowi pun melaporkan album Metallica ke KPK yang merupakan hadiah dari Perdana Menteri Denmark Lars Rasmussen. – Rappler.com

Toto SGP