• March 22, 2026
Puluhan orang tewas akibat banjir dan tanah longsor di Jawa Tengah

Puluhan orang tewas akibat banjir dan tanah longsor di Jawa Tengah

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Hingga saat ini total korban meninggal mencapai 24 orang. Sedangkan 26 orang lainnya dilaporkan masih hilang.

SOLO, Indonesia – Hujan deras yang melanda sebagian besar Jawa Tengah pada Sabtu, 18 Juni, siang hingga tengah malam menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Sebanyak 24 orang diketahui meninggal dunia, sedangkan 26 orang lainnya dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Belum lagi puluhan rumah diketahui rusak dan tertimbun longsor. Sementara itu, ribuan rumah terendam banjir.

Berdasarkan data Badan Nasional Pengelola Daerah (BNPD) pada Minggu, 19 Juni, kematian terbanyak terjadi di Kabupaten Purworejo. Di Desa Karangrejo, Kabupaten Purworejo, 5 orang hilang dan 9 orang meninggal dunia akibat longsor.

Longsor juga menimpa 4 rumah dan menyebabkan 1 orang luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Sementara itu, 6 orang dilaporkan tewas tertimbun tanah longsor di Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen. Longsor menyebabkan 3 rumah rata dengan tanah dan 2 rumah lainnya roboh. Tim gabungan mulai melakukan evakuasi pada Minggu pagi.

Longsor juga memakan korban jiwa di Kabupaten Banjarnegara. Sebanyak 7 orang tewas akibat longsor saat membersihkan tanah longsor yang menutup jalan di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan. Tadi malam tim SAR menemukan dan mengevakuasi 6 jenazah korban dan melanjutkan pencarian pagi ini.

“Ini data sementara, kami terus berkoordinasi dengan tim di lapangan untuk memantau perkembangannya,” kata Kepala BPBD Jateng Sarwa Pramana saat dihubungi Rappler, Sabtu malam.

Banjir menggenangi sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Tengah, seperti Solo, Semarang, Kendal, Rembang, Klaten, Karanganyar, Sukoharjo, Purworejo, Kebumen, Banjarnegara, Purbalingga, dan Banyumas.

Di Solo, banjir merendam sebagian besar wilayah kota, termasuk Stadion Monumen PON I Sriwedari dan menutup akses jalan Solo-Wonogiri. Sejumlah mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk membantu mengepel genangan air yang terus naik di atas 50cm.

Hujan deras yang terjadi tadi malam juga menyebabkan Sungai Bengawan Solo meluap pada dini hari. BPBD Kota Solo meminta warga yang berada di bantaran sungai untuk waspada dan siap mengungsi demi keselamatan jika hujan tak kunjung reda.

“Lebih baik mengungsi dulu ke tempat yang aman,” kata Kepala BPBD Kota Solo Gatot Sutanto.

Sementara itu, warga sudah dievakuasi akibat ketinggian air yang terus naik hingga 1 meter di Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Sejumlah pohon tumbang akibat hujan dan angin.

Cuaca buruk juga menghambat layanan angkutan umum sejak Sabtu sore. Otoritas Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo menutup bandara pada sore hari karena pesawat tidak bisa mendarat akibat hujan deras.

Sementara itu, banjir di Kebumen merendam jalur kereta api sehingga menyebabkan perjalanan kereta api jalur selatan tertunda. Meluapnya Sungai Bogowonto di Purworejo pun menutup pintu masuk utama Yogyakarta-Kutoarjo.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah memperkirakan hujan ringan hingga lebat akan terjadi dalam dua hari ke depan. Masyarakat diminta tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir dan tanah longsor susulan. – Rappler.com

BACA JUGA:

Pengeluaran HK