Proses hukuman mati di Indonesia
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Indonesia menerapkan hukuman mati dengan menembak. Bagaimana prosesnya? Lalu bagaimana dengan negara lain?
JAKARTA, Indonesia – Berpura-pura berada dalam kondisi “darurat narkoba”, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko “Jokowi Widodo” kembali menerapkan hukuman mati terhadap narapidana narkoba untuk ketiga kalinya.
Indonesia menerapkan hukuman mati dengan regu tembak. Bagaimana proses hukuman mati berlangsung? Ini gambarnya:
- Keluarga narapidana yang dijatuhi hukuman mati menerima kabar eksekusi tersebut 72 jam sebelumnya
- Eksekusi tersebut disaksikan oleh anggota kepolisian, perwakilan Kejaksaan Agung, penasihat spiritual terpidana, dan perwakilan kedutaan negara terpidana.
- Terpidana mati mengenakan pakaian berwarna putih, bersih, dan sederhana
- Pasukan penembak bersiap di lokasi eksekusi 2 jam sebelum eksekusi, terdiri dari 12 orang penembak yang masing-masing menggunakan senjata laras panjang.
- Dari 12 senjata laras panjang yang digunakan, hanya 3 yang diisi amunisi acak. Tembakan akan dilakukan ke pos eksekusi dari jarak 5-10 meter
- Terpidana mati dibawa ke tiang gantungan. Borgolnya telah dilepas. Kedua tangan dan kakinya diikat pada tiang eksekusi. Terpidana mati dapat memilih posisi eksekusi yang mereka sukai: duduk, berdiri, atau berlutut
- Terpidana mati diberi kesempatan menenangkan diri selama tiga menit sebelum dieksekusi. Saat itu ia mungkin akan didampingi oleh penasihat spiritualnya
- Komandan peleton tembak mengambil posisi di sebelah kanan pasukan peleton tembak. Ia menggunakan pedang sebagai isyarat kepada regu tembak, hal ini bertujuan agar terpidana tidak mendengar perintah menembak.
- Komandan pasukan mengangkat pedangnya ke depan, isyarat bagi pasukan regu tembak untuk membuka senjatanya dan mengarahkan posisi menembaknya. Pada aba-aba selanjutnya komandan pasukan menurunkan pedangnya, isyarat agar regu tembak menembak secara serentak
- Setelah regu tembak menyelesaikan tugasnya, tim dokter langsung memeriksa jenazah terpidana. Jika masih ada tanda-tanda kehidupan, maka penembakan akan dilakukan kembali
- Eksekusi pidana mati dinyatakan selesai apabila tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan pada tubuh terpidana mati
- Jenazah terpidana mati kemudian diangkut dengan ambulans menuju rumah duka, sebelum dibawa pulang oleh keluarga untuk dimakamkan.
Begitulah proses hukuman mati yang dilakukan di Indonesia. Meskipun hukuman mati mendapat tentangan yang cukup kuat dari organisasi hak asasi manusia internasional, Indonesia dan beberapa negara lain masih menerapkan hukuman mati sebagai hukuman yang pantas bagi pengadilan di negara-negara tersebut.
Tercatat, negara-negara berikut ini masih melaksanakan hukuman mati dengan cara pelaksanaan yang berbeda-beda di setiap negaranya: Jepang, Malaysia, Irak, Suriah, Mesir, dan Singapura dengan hukuman gantung.
Sedangkan Thailand dan Vietnam menerapkan hukuman mati. Amerika menggunakan berbagai cara seperti kursi listrik, suntikan mematikan, dan juga penembakan.
Sedangkan cara pelaksanaannya yang sangat berbeda dengan negara lain adalah yang dilakukan di Korea Utara di bawah kepemimpinan Kim Jong-un, dengan menempatkan tahanan mematikan di sebuah arena berisi hewan liar yang dibiarkan menderita kelaparan. —Rappler.com
Sketsatorial adalah kolom mingguan Rappler tentang isu-isu penting yang dibahas menggunakan sketsa video, yang dibuat oleh Iwan Hikmawan. Ikuti Iwan di Twitter @Sketgram.