
Yang perlu Anda ketahui tentang debat terakhir Pilgub DKI Jakarta
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Ira Koesno akan kembali memimpin perdebatan
JAKARTA, Indonesia – Pilkada DKI Jakarta 2017 sudah mendekati klimaks. Kedua pasangan calon akan saling berhadapan untuk terakhir kalinya dalam debat publik pada Rabu, 12 April 2017.
Pada acara terakhir ini, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta juga menyiapkan format yang berbeda dibandingkan debat sebelumnya.
Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui mengenai debat publik terbaru ini:
1. Waktu dan lokasi
Debat akan berlangsung pada pukul 19.30 WIB berdurasi 150 menit dengan konten 120 menit dan jeda iklan 30 menit. Untuk lokasinya masih sama seperti sebelumnya yakni di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.
2. Tema perdebatan
Ketua KPUD DKI Jakarta Sumarno mengatakan, debat ini merupakan penegasan visi, misi, dan program pasangan calon kepada masyarakat. Oleh karena itu, tema yang diambil adalah “Dari Masyarakat ke Jakarta” dengan pembahasan kesenjangan/keadilan sosial; penegakan hukum; dan bonus demografi.
Sedangkan subtemanya adalah transportasi, perumahan terjangkau, daur ulang, pelayanan publik termasuk pendidikan dan kesehatan, serta dunia usaha meliputi UKM dan pedagang kecil.
3. Format debat
KPUD Jakarta membagi debat menjadi 3 bagian, terdiri dari pertanyaan langsung warga dan panelis; tanya jawab antar pasangan calon; dan penutupan.
KPU DKI akan mengundang kelompok masyarakat yang sudah terpilih, disaring dari sisi netralitas, untuk dihadirkan dalam debat dan kemudian dipresentasikan langsung ke calon gubernur dan calon wakil gubernur, kata Sumarno.
Mereka akan menanyakan pertanyaan yang sama kepada setiap pasangan calon. Menurut Sumarno, perwakilan yang diundang sekitar 15 orang.
Setelahnya, giliran panelis yang mengajukan pertanyaan berdasarkan program yang disampaikan selama kampanye.
Kali ini KPUD DKI Jakarta merekrut 7 panelis, bukan 4 panel seperti sebelumnya. Namun Sumarno enggan menyebutkan nama mereka.
Pada bagian kedua, masing-masing pasangan calon akan saling adu argumen. “Yang pertama calon wakil gubernur, mereka saling bertanya dan berdebat. Lalu calon gubernur,” ujarnya.
Terakhir, pasangan calon akan menutup perdebatan dengan pernyataan yang mengajak masyarakat mewujudkan pilkada damai.
4. Jumlah pendukung
Meski calon Pasangan Wakil Gubernur Nomor Urut 3 Sandiaga Salahuddin Uno menyarankan agar KPU Jakarta mengurangi jumlah penonton langsung di Hotel Bidakara. Menurut dia, jika terlalu banyak maka lokasi akan bergejolak dan konsentrasi akan terganggu.
Namun KPUD DKI Jakarta telah meningkatkan jumlah daya dukungnya. Pada debat terakhir putaran pertama, setiap pasangan calon hanya boleh menghadirkan maksimal 100 orang pendukung. Dalam debat ini, mereka diperbolehkan mengundang maksimal 120 orang, termasuk tamu VIP.
Nanti ada undangan lain, kapasitasnya sekitar 600 orang, kata Sumarno.
5. Moderator berdebat
Kali ini Dwi Noviratri Koesno alias Ira Koesno kembali memimpin debat. Pertimbangannya karena dia punya pengalaman pada debat pemilu sebelumnya, ujarnya.
Penampilan Ira sebagai moderator debat pertama mendapat banyak pujian. Namun Anies mengkritik penampilan Ira karena menyebut tangan beberapa kontestan terasa dingin. Salah satunya adalah Sandiaga Uno.
Namun, kali ini Sandi menyambut baik terpilihnya Ira sebagai pemandu debat. “Wah, sungguh mengasyikkan. Mudah-mudahan Mbak Ira semangat banget di debat pertama. Mungkin dampaknya peringkatitu tinggi Karena banyak pengguna bersih dan penonton yang menunggu,” katanya.
Jadi apa pendapat Anda tentang perdebatan ini? Siapa yang akan terkesan? Tulis pendapatmu di kolom komentar. –Rappler.com