• March 23, 2026
Tim sepak takraw putri Indonesia memilih keluar karena merasa ditipu

Tim sepak takraw putri Indonesia memilih keluar karena merasa ditipu

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Wasit kemudian menyatakan tim sepak takraw putri Malaysia sebagai pemenang karena timnas Indonesia keluar

JAKARTA, Indonesia – Tim sepak takraw Putri Indonesia memutuskan walk out (WO) saat menghadapi tim tuan rumah Malaysia di Stadion Tasik Titiwangsa, Kuala Lumpur pada SEA Games 2017 pada Minggu malam 20 Agustus . Tim Indonesia merasa dirugikan dengan kepemimpinan wasit utama Muhammad Radi asal Singapura.

Kecanggungan dimulai sejak set pertama. Para pemain Indonesia sudah merasa di-bully. Salah satunya saat tekong Lena dianggap ‘salah’ oleh wasit sebanyak tiga kali. Akhirnya set pertama berakhir dengan kemenangan Malaysia dengan skor 22-20.

Pertandingan berlanjut ke set kedua. Namun keputusan wasit Radi tetap merugikan Indonesia. Tekong Lena dianggap ‘salah’ sebanyak lima kali. Kondisi tersebut akhirnya membuat para pemain memutuskan untuk meninggalkan permainan.

“Saya tidak merasa angkat kaki saat tekong, tapi kenapa wasit selalu disebut melakukan kesalahan, bahkan sampai 8 kali? Hal inilah yang membuat kami memutuskan untuk berhenti. “Kami merasa dirugikan oleh wasit,” kata Lena seperti dikutip Website Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Pelatih kepala tim Takraw Putri Indonesia, Asry Syam, menghampiri wasit untuk menyampaikan protes, namun protes tim Indonesia ditolak wasit. Asisten pelatih Abdul Gani menyayangkan keputusan wasit.

“Wasit benar-benar terlihat membela tuan rumah. “Tekong kami ada yang rusak,” kata Abdul.

Wasit beberapa kali meminta tim Indonesia masuk ke lapangan dan melanjutkan pertandingan. Namun, kelompok Merah Putih tetap cuek.

Karena permintaannya tidak ditanggapi, wasit kemudian memutuskan untuk memberikan kemenangan kepada tim Malaysia. Dengan hasil ini, Malaysia berhasil meraih dua kemenangan. Sebelumnya, mereka juga berhasil mengalahkan tim sepak takraw putri Filipina dengan skor 2-0.

Apakah ada rekayasa?

Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga, mengakui memang ada kejanggalan saat meninjau beberapa pertandingan, Minggu kemarin. Ia pun mempertanyakan keputusan wasit di cabang olahraga sepak takraw. Keputusan wasit harus diambil secara jujur ​​dan tidak memihak.

“Olahraga mengajarkan kita banyak hal tentang arti menjunjung kejujuran dan keadilan, oleh karena itu lahirlah kata sportivitas yang menggambarkan arti kata olahraga itu sendiri. Keputusan wasit harus dibuat secara jujur ​​dan tidak memihak. Seolah-olah ada rencana rekayasa untuk menghentikan langkah Indonesia. “Apakah kemenangan bisa diraih dengan cara ini?” kata Imam.

Keanehan lainnya terlihat saat timnas U-22 berhadapan dengan timnas Timor Leste. Pemain Evan Dimas diganjar kartu kuning oleh wasit karena dianggap melakukan pelanggaran. Akibat keputusan tersebut, Imam meminta pelatih sekaligus manajer timnas U-22 mengajukan banding atas keputusan tersebut. – Rappler.com

BACA JUGA:

SGP Prize