Benarkah Rumah Ketua Fraksi PKS Ditembak? Berikut kronologinya
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
“Kami masih ingin mengetahui apakah kejadian tersebut merupakan penembakan atau lemparan.”
JAKARTA, Indonesia – Beranda Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jazuli Juwaini, yang berlokasi di Ciputat, Tangsel, ditembak orang tak dikenal pada Selasa malam, 2 Mei 2017.
Akibat kejadian tersebut, kaca jendela salah satu kamar rumah Jazuli Juwani berlubang dan retak. Namun tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.
Hari ini, sejumlah petugas polisi mendatangi lokasi tersebut untuk melakukan penyelidikan. Benarkah salah satu jendela rumah anggota Komisi I DPR dibobol?
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, petugas yang melakukan olah TKP hingga saat ini tidak menemukan proyektil peluru di dalam rumah tersebut.
“Kami masih ingin mengetahui apakah kejadian itu penembakan atau lemparan. Nanti saksi ahli yang akan memberikan hasilnya, kata Argo, Kamis 4 Mei 2017 di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.
Jika itu adalah penembakan, seharusnya ada proyektil peluru. Karena kalau dilihat dari lubang jendelanya, pelurunya pasti sudah masuk ke dalam ruangan. Namun petugas tidak menemukan proyektil tersebut.
Argo menambahkan, pihaknya belum menerima saksi yang mendengar suara tembakan di dekat lokasi kejadian. Sedangkan untuk saksi yang mendengar suara tembakan, kami tidak menemukan apa pun, ujarnya.
Lalu bagaimana awal mula kejadian ini? Berikut kronologinya:
Kaca jendela yang diduga tembus peluru berada di kamar yang biasa ditempati keponakan Jazuli Juwaini, yakni M Syarifudin (20).
Syarifudin pertama kali melihat jendelanya berlubang dan retak pada Selasa malam, sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, dia baru saja pulang kuliah.
Pecahan kaca antara lain berserakan di tempat tidurnya. Syarifudin kemudian membersihkan kaca tempat tidurnya sebelum tidur.
Keesokan harinya, kakak perempuan Syarifudin, Siti Nurseha (32), membangunkan Syafrudin untuk salat subuh. Saat itu Siti melihat kaca jendela berlubang dan pecahannya berserakan. Dia menduga kacanya berlubang karena terkena tembakan.
“Kakaknya yang melihat hal itu lalu membersihkan pecahan kaca yang ada di lantai dan membuangnya ke tempat sampah. Keesokan harinya (Rabu), saudaranya melaporkan kepada istrinya Jazuli dan kemudian melaporkannya ke Polsek Ciputat, kata Argo.
Argo mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan informasi untuk memutuskan apakah kasus ini benar-benar penembakan atau bukan. —Rappler.com