Slovakia vs Inggris: Waspadai Kekuatan Slovenski Sokoli
keren989
- 0
JAKARTA, Indonesia – Inggris memang sedang dalam kepercayaan diri tinggi setelah menang 2-1 atas Wales pada leg kedua Euro 2016, Kamis, 16 Juni.
Namun tugas mereka belum selesai. Empat poin yang diraihnya tergolong aman, namun masih ada dua tim lain yang mampu menyalip tim julukan tersebut Tiga Singa itu.
Di grup B ada dua tim yang sama-sama mencetak 3 poin. Mereka adalah Wales dan Slovakia. Ngomong-ngomong, Slovakia akan menghadapi Inggris pada Selasa 21 Juni pukul 02:00 WIB dini hari di Stadion Geoffroy-Guichard, Saint Etienne. Di saat yang sama, Rusia akan menghadapi Wales.
Jika Inggris kalah dan Wales menang atas Rusia, pasukan Roy Hodgson akan mudah terkejar dalam perolehan poin. Wales dan Slovakia bisa langsung melaju ke babak 16 besar.
Oleh sebab itu, belum saatnya Wayne Rooney dan kawan-kawan bersantai. Memang hasil imbang saja sudah cukup membuat mereka aman. Namun, tim tersebut memiliki julukan Elang Slovenia Mereka (Elang) jelas akan lebih bertekad untuk menang agar Wales tidak terkejar.
Apalagi, pasukan Jan Kozak saat ini sedang mengalami kepercayaan diri yang tinggi usai mengalahkan Rusia 2-1. Kemenangan ini menghidupkan kembali peluang dan mentalitas mereka untuk mengejar tiket ke babak selanjutnya.
“Kami akan melakukan beberapa perubahan saat melawan Inggris. Suka atau tidak, kita harus melakukannya. “Karena Inggris berbeda dengan Rusia,” kata Kozak Situs web resmi UEFA.
Kozak mengaku akan kesulitan jika timnya bermain terbuka seperti Inggris. Sebab komposisi pemainnya tidak mendukung permainan seperti itu. Oleh karena itu, ia akan terus bermain sebagai karakter bermain timnya. Bermain cenderung bertahan dan melakukan serangan balik ketika ada peluang.
“Kami harus fokus pada cara kami bermain jika ingin sukses,” katanya.
Namun Slovakia nampaknya tidak akan bermain-main dengan “memarkir bus”. Meski bermain bertahan, mereka tetap mengambil inisiatif menyerang.
Seperti yang mereka lakukan pada pertandingan melawan Rusia. Martin Skrtel hanya menguasai 35 persen penguasaan bola. Namun, mereka tetap agresif, melepaskan 7 tembakan ke gawang Igor Akinfeev—meski hanya 2 tepat sasaran.
Tidak terlalu jauh dari rekor 3 tembakan Rusia tepat sasaran.
Bermain bertahan membawa risiko. Begitu mereka diretas, akan sulit bagi mereka untuk membangun serangan lagi untuk mengejar ketertinggalan.
Apalagi tim Inggris saat ini sangat agresif. Tak hanya itu, banyak pemain lini depan yang dikaruniai talenta kecepatan. Mulai dari Jamie Vardy yang mencetak gol instan pada debutnya di Euro 2016, Daniel Sturridge, hingga Adam Lallana yang pergerakannya di sayap kanan kerap tak terbendung.
Dengan banyaknya pemain berbakat di kubu Inggris, suka atau tidak, Slovakia harus bermain pragmatis. Tak hanya itu, mereka juga harus mampu menghambat inisiatif serangan lawan. Caranya dengan mematikan pergerakan Rooney.
Dalam dua laga terakhir, Rooney tampil lebih dalam. Seperti perannya di Manchester United. Dia ditempatkan lebih jauh ke belakang untuk memberinya kebebasan bermain sebagai pembagi bola. Juraj Kucka bisa saja direncanakan menghentikan pemain Manchester United itu.
Namun menghentikan Rooney tidak akan cukup. Slovakia pun harus membungkam punggung Inggris. Kyle Walker di kanan dan Danny Rose di kiri sering bergerak sangat jauh ke depan.
Vladimir Weiss bisa kepala ke kepala dengan Walker sementara Robert Mak dengan Rose.
Dengan pergerakan Rooney yang dibatasi dan sayapnya ditekan, Inggris bisa kembali tertahan saat melawan Rusia.
“Khususnya bagi para striker Inggris, sesuatu yang berbeda akan terjadi hari ini. “Kami menghormati mereka tapi kami juga bisa menjadi ancaman,” kata Kozak dengan nada mengancam.
Sturridge dan Vardy akan dipasang ulang
Penampilan gemilang Sturridge dan Vardy di laga melawan Wales akhirnya bisa membuat Hodgson berubah pikiran. Sebelumnya, mantan pelatih Liverpool itu selalu memiliki Harry Kane sebagai starter di dua laga terakhir sepertinya dia berubah kali ini.
Melawan Slovakia, Hodgson menilai dua pahlawan Inggris di laga melawan Wales itu sama starter.
“Para pemain berada dalam kondisi terbaiknya. Tidak ada masalah jika saya menggunakan formasi yang sama. Namun ada beberapa pemain yang memang ingin tampil. Jamie dan Daniel telah tampil sangat baik dan mereka menginginkan kesempatan lain,” kata Hodgson.
Hodgson mengaku tidak bisa hanya fokus pada performa timnya. Namun waspadai juga apa yang bisa dilakukan lawan Anda. Terutama trio Slovakia paling berbahaya.
Mereka adalah Marek Hamsik, Ondrej Duda dan Vladimir Weiss. “Kami harus berhati-hati terhadap mereka,” kata Hodgson.
Dari ketiga pemain tersebut, Hamsik akan sulit dikawal. Gelandang Napoli itu cenderung leluasa bergerak. Dia bisa maju dan mundur.
Sosok yang bisa menghentikannya adalah Eric Dyer. Apalagi jika Hamsik mulai masuk ke zona akhir Inggris. Namun, Dyer harus bersiap menghadapi pertarungan fisik. Sebab selain bakatnya, Hamsik merupakan gelandang yang kuat.
Kontribusi Hamsik sebagai donatur membantu juga tidak dapat diragukan. Musim lalu dia mencetak 11 gol membantu untuk Napoli. Hanya 1 perbedaan membantu dari bantuan teratas Serie A, Paul Pogba dan Miralem Pjanic (12 membantu).
Yang bisa kami lakukan hanyalah berharap penampilan malam ini cukup untuk mengalahkan mereka, kata Hodgson.—Rappler.com
BACA JUGA: