• March 21, 2026
Ratusan TPS di Kota Yogyakarta rawan pelanggaran

Ratusan TPS di Kota Yogyakarta rawan pelanggaran

492 TPS masuk kategori rawan pelanggaran.

YOGYAKARTA, Indonesia – Warga Kota Yogyakarta memilih pasangan walikota dan wakil walikota di 794 TPS, Rabu, 15 Februari 2017. Badan Pengawas Pemilu Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut 492 TPS tersebut masuk kategori rawan pelanggaran.

Anggota Bawaslu DIY Sri Rahayu Werdiningsih mengatakan, ada lima bentuk kerawanan TPS. Keakuratan data pemilih, ketersediaan logistik, politik uang, keterlibatan penyelenggara negara dan profesionalisme penyelenggara pemilu. “Ada satu TPS yang memiliki dua kerentanan atau lebih,” ujarnya, Selasa, 14 Februari 2017.

Terdapat 130 TPS dengan kerentanan kombinasi seperti itu. Di salah satu TPS, misalnya, terdapat indikasi ketidakakuratan data, politik uang, dan permasalahan profesionalisme petugas TPS. “TPS yang kombinasi kerentanannya paling tinggi ada di Kecamatan Kraton,” ujarnya.

Kecamatan Kraton terdiri dari tiga kecamatan; Kadipaten, Patehan dan Panembahan. Berdasarkan catatan Bawaslu DIY, 25 dari 44 TPS di kecamatan tersebut memiliki kombinasi kerentanan. Misalnya, TPS 1 di Kadipaten yang rawan kendala akurasi data dan ketersediaan logistik. Atau TPS 9 di Patehan yang memiliki kerentanan pada keakuratan data, politik uang, dan profesionalisme petugas TPS.

Ketua Bawaslu DIY Mohammad Najib mengatakan, kerawanan pada aspek validasi data pemilih juga terkait dengan hak penyandang disabilitas dalam pemilu. KPU harus menjamin suara mereka dalam pemilu. “Cara mereka membawa pemilih ke tempat pemungutan suara harus menjadi perhatian,” katanya.

Komisioner KPU Kota Yogyakarta Sri Surani mempertanyakan kriteria TPS rawan pelanggaran yang dilakukan Bawaslu DIY. “Betapa rentannya hal ini,” katanya.

Menurut dia, KPU Kota Yogyakarta terus mengupdate angka pemilih hingga hari-hari terakhir menjelang proses pemilu. Misalnya, setelah daftar pemilih tetap ditetapkan, KPU berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta untuk mendapatkan data warga yang pindah ke luar daerah dan pendatang baru.

Meski namanya belum masuk dalam daftar pemilih tetap, warga baru bisa menggunakan hak pilihnya. Syaratnya, mereka membawa surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Kartu Tanda Penduduk. “Ada 1.030 warga baru dan datanya sudah kami bagikan ke TPS,” ujarnya.

Soal politik uang, kata dia, persoalan itu di luar kendali KPU. Namun sejak lama, KPU Kota Yogyakarta mengedukasi masyarakat agar tidak terlibat dalam politik uang.

Daftar pemilih tetap di Kota Yogyakarta mencapai 298.989 orang. Sebanyak 837 orang atau 0,29 persen merupakan pemilih penyandang disabilitas. Diperkirakan jumlah tersebut tidak mencakup seluruh jumlah penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta.

Namun, kata dia, bagi yang tidak terdaftar, bisa menggunakan hak pilihnya dengan membawa surat keterangan. “Untuk memastikan fasilitas bagi mereka malam ini kami akan ke TPS lagi untuk konfirmasi,” ujarnya.

Pemilih baru diharapkan membawa perubahan

Komisi Pemilihan Umum mencatat 2,85 persen dari total daftar pemilih tetap di Kota Yogyakarta merupakan pemilih pemula. Jumlahnya mencapai 8.536 orang yang terdiri dari 4.334 laki-laki dan 4.202 perempuan. “Pilkada selalu erat kaitannya dengan politik uang, kami berharap generasi muda turut serta melawan kebiasaan buruk ini,” kata Koordinator Jaringan Pemilih Pemula Yogyakarta Ardy Syihab.

Menurutnya, potensi politik uang pada Pilkada Kota Yogyakarta cukup besar. Dalam survei yang melibatkan 280 responden pada 7-9 Februari, JPP Yogyakarta menemukan 21,35 persen warga pernah melihat praktik politik uang. Selain itu, 43,87 persen warga menyatakan akan mengubah pilihan jika diberi uang. “Di tiap kecamatan kami minta 20 responden,” ujarnya.

Terdapat lima kecamatan yang potensi politik uangnya paling besar di Kota Yogtakarta. Mantrijeron, Umbulharjo, Gedongtengen, Wirobrajan dan Ngampilan. Saat ini, menurutnya, berbekal peta kecenderungan politik moneter hasil survei, JPP Yogyakarta akan melibatkan relawannya dalam melakukan pengawasan di TPS. “Kami berkoordinasi dengan Panwaslu Kota,” ujarnya. —Rappler.com

hk pools