• March 22, 2026
Tiga negara telah resmi memulai patroli maritim Indomalphi

Tiga negara telah resmi memulai patroli maritim Indomalphi

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Patroli maritim yang terkoordinasi antara ketiga negara berfokus pada pemberantasan kejahatan transnasional termasuk terorisme dan penculikan

JAKARTA, Indonesia – Setelah melalui proses diskusi yang panjang, ketiga negara akhirnya meresmikan kegiatan patroli maritim terkoordinasi trilateral atau yang disebut dengan “Trilateral Maritime Patrol Indomalphi”. Acara peresmian yang dilaksanakan pada Senin, 19 Juni di Tarakan, Kalimantan Utara ini merupakan tindak lanjut pertemuan tiga menteri pertahanan di Yogyakarta pada Mei 2016.

Saat itu, Presiden Joko “Jokowi” Widodo menginisiasi pertemuan Menteri Pertahanan Indonesia, Malaysia, dan Filipina menyusul maraknya penculikan awak kapal yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf. Puluhan WNI diculik, meski akhirnya dibebaskan.

Peresmian patroli maritim terkoordinasi ini dilakukan di kapal TNI AL KRI dr Suharso-990 dan ditandai dengan penekanan tombol sirine, demonstrasi “Indomalphi Quick Response”, Sailing Pass dan Flying Pass. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku bersyukur bisa dilakukan patroli dari ketiga negara tersebut.

Kegiatan ini memerlukan proses panjang dan koordinasi yang cukup alot dengan ketiga negara tersebut. Meski demikian, ketiga menteri pertahanan sepakat ingin menjaga keamanan di perairan Sulu dan sekitarnya.

Saya berharap patroli bersama ini dapat menjadi titik awal dan sejarah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas kerja sama pertahanan guna mewujudkan stabilitas keamanan di kawasan, kata Ryamizard, Senin.

Ia mengatakan, patroli terkoordinasi ini tidak hanya untuk mengurangi penculikan awak kapal, tetapi juga untuk mencegah kejahatan transnasional lainnya seperti perampokan, terorisme, dan penyelundupan narkoba. Untuk memudahkan koordinasi selama patroli, ketiga negara juga telah meluncurkan pusat komando.

Di Indonesia, pusat komandonya berada di Tarakan, Malaysia di Tawau, dan Filipina di Bongao. Ryamizad mengatakan kerja sama pertahanan juga bisa diperluas. Tidak hanya dengan melakukan patroli bersama di laut, namun juga melibatkan unsur darat dan udara dengan melibatkan negara-negara ASEAN lainnya. Pada peresmian Indomalphi ini juga turut diundang dua negara lain di kawasan ASEAN, yakni Brunei dan Singapura sebagai pengamat.

“Menjaga keamanan maritim di kawasan ASEAN merupakan tanggung jawab negara-negara ASEAN. Saya yakin mereka semua bisa menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah masing-masing, ujarnya.

Usir ISIS dari Marawi

Peluncuran kegiatan patroli gabungan tersebut dilakukan di tengah operasi militer di kota Marawi, Filipina selatan. Kelompok militan Maute yang berafiliasi dengan ISIS mengambil alih kota tersebut dan menyandera warga sipil.

Akibatnya, Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan darurat militer agar mereka bisa leluasa melenyapkan anggota kelompok Maute. Selain warga Filipina yang tergabung dalam kelompok tersebut, orang asing juga rupanya ikut bertempur di sana. Sebanyak 40 orang di antaranya berasal dari Indonesia.

WNI ini disinyalir akan mengundurkan diri dan menyamar sebagai pengungsi agar bisa meninggalkan Kota Marawi. Patroli laut ini diharapkan dapat mencegah hal tersebut.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengapresiasi kerja keras Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) dalam menumpas teror ISIS di Marawi, Filipina. Dari data yang diperolehnya, AFP berhasil membunuh 257 teroris.

“Ini juga menjadi peringatan agar kami juga siap jika suatu saat kami melakukan hal yang sama (dengan Filipina). Karena sel-sel tidur sudah ada di negara kita masing-masing, kata Gatot di acara yang sama.

Bagi Gatot, poin penting lain yang bisa dicapai dengan melakukan patroli terkoordinasi di wilayah maritim adalah pertukaran informasi.

“Informasi yang cepat dan akurat diperlukan untuk menentukan langkah awal yang prospektif dalam mencegah ISIS masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Patroli maritim gabungan antara Indonesia dan Filipina telah dilakukan di kawasan Sulu sejak akhir tahun 2016. Oleh karena itu, penculikan di perairan ini menurun drastis.

Yang perlu ditingkatkan adalah patroli di perairan Sabah, Malaysia. Pasalnya, para pelaku kini mengincar kawasan tersebut untuk menculik awak kapal dan mendapatkan uang.

Meghan Malaysia Hishammudin Tun Hussein mengatakan, terwujudnya patroli maritim bersama tersebut membuktikan adanya kemauan politik ketiga negara untuk membasmi musuh bersama yaitu ISIS.

“Kami tadinya tidak yakin patroli gabungan ini bisa terlaksana, namun karena ada keinginan kuat dari masing-masing negara, maka patroli maritim trilateral ini bisa diresmikan,” kata Hishammuddin. – dengan laporan ANTARA/Rappler.com

BACA JUGA:

judi bola online