• March 16, 2026

Naik Haji di Usia Muda, Apa Manfaatnya?

Ini adalah ringkasan buatan AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteks, selalu merujuk ke artikel lengkap.

Banyak orang yang baru menunaikan ibadah haji saat sudah tua karena berbagai alasan. Namun Sa’dan Mubarok yang baru berusia 26 tahun akan menunaikan ibadah haji tahun ini

JAKARTA, Indonesia — Haji merupakan rukun Islam yang kelima. Namun, tidak seperti kewajiban lainnya, haji hanya wajib jika bisa.

Banyak orang yang berkesempatan menunaikan ibadah haji ketika sudah tua karena berbagai alasan. Namun Sa’dan Mubarok, seorang penulis di sebuah perusahaan swasta yang baru berusia 26 tahun, akan segera menunaikan ibadah haji tahun ini.

“Tahun 2010, saya melakukan setoran awal haji untuk mendapatkan satu kursi. Tahun ini, deposito saat ini sekitar Rp 25 juta,” kata Sa’dan saat ditemui Rappler di kediamannya di kawasan Cakung, Jakarta Timur.

Berziarah di usia muda memang sudah dilakukan secara turun-temurun di keluarganya. Bagi keluarga besarnya, haji harus didahulukan dan harus dilaksanakan, seperti halnya ibadah lainnya.

“Dalam keluarga kami, setiap ada makanan, anak-anak atau siapapun yang masih berada di lingkungan keluarga berusaha menjalankan rukun Islam yang kelima,” ujarnya.

Selain menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim, menunaikan ibadah haji di usia muda juga memiliki manfaat tersendiri. Tak hanya fisik yang lebih baik, bapak satu putri ini juga berharap bisa mengembangkan jaringannya nanti selama berada di Arab Saudi.

“Ada banyak orang Muslim dari seluruh dunia, kita bisa lebih mengenal satu sama lain dan lebih banyak berinteraksi dengan mereka,” kata Sa’dan.

Apalagi, semakin cepat Anda mendaftar sebagai calon jemaah haji, semakin singkat waktu tunggunya.

Sa’dan harus menunggu tujuh tahun sebelum akhirnya berangkat tahun ini, sementara antrean wilayah Jakarta mencapai 15 tahun pada 2017 lalu. Artinya, jika kita setor dana haji tahun ini, kita baru bisa berangkat sekitar tahun 2032.

Selama tujuh tahun penantian, Sa’dan mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum berangkat ke Tanah Suci. Menurut pria kelahiran 7 Januari 1991 ini, hal terpenting yang harus dipersiapkan adalah niat yang kuat.

“Karena kita harus mengorbankan aset yang kita punya, dan perjalanan ibadah juga panjang prosesnya,” ujar lulusan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini.

Tak hanya itu, ia juga mempersiapkan diri dengan menambah pengetahuannya tentang haji dan sejarah Islam agar bisa lebih maksimal dalam menjalankan ibadah.

“Karena tanpa ilmu yang mengetahui syarat-syarat haji, maka haji akan sia-sia.”

Sa’dan berharap dengan menunaikan ibadah haji dapat mengurangi sifat buruknya dan menjadi pribadi yang lebih baik.

“Saya ingin ketika setelah selesai haji saya menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

Sa’dan juga akan berangkat ke Tanah Suci besok, Minggu, 13 Agustus bersama KBIH Idzotunnasikhien. —Rappler.com

Keluaran Sydney