• April 5, 2025
Ledakan Gudang Kembang Api, 12 korban luka masih dirawat

Ledakan Gudang Kembang Api, 12 korban luka masih dirawat

Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.

Dari 49 korban meninggal, baru 9 yang teridentifikasi

JAKARTA, Indonesia – Sebanyak 12 korban luka akibat terbakarnya gudang kembang api di Kosambi, Tangerang, masih dirawat di sejumlah rumah sakit hingga Senin sore.

Korban yang saat ini dirawat di rumah sakit ada 12 orang, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kompol Argo Yuwono di Mabes Polda Metro Jaya, Senin, 30 Oktober 2017.

10 dari 12 korban dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang, 2 di antaranya masih di ICU

Sedangkan satu korban dirawat di RSIA BUN Tangerang dan satu korban lagi dirujuk ke rumah sakit kawasan Jakarta Barat dari RSUD Tangerang.

“Ke RS Citra. Secara umum juga dirawat. Jadi yang dirawat hanya 12 orang, kata Argo.

Sementara dari 49 korban meninggal dunia, baru 9 orang yang teridentifikasi. “Untuk identifikasi, masalahnya korban meninggal 100 persen karena luka bakar,” ujarnya.

18 saksi diperiksa

Argo juga mengatakan, saat ini sudah ada 18 saksi yang diperiksa dan tiga orang tersangka telah ditetapkan. Salah satu tersangka yakni tukang las bernama Subarna Ega belum ditemukan.

“Ada saksi namanya Khusnul. Dia sama dengan tukang las Subarna Ega, dia ada di atas. Subarna Ega yang melakukan pengelasan. “Dia (Khusnul) yang pegang besinya,” kata Argo.

Dari keterangan Khusnul, keduanya sebenarnya melas selama dua hari. Pada hari pertama, pengelasan disana berjalan dengan aman.

Itu adalah pengelasan pada hari kedua yang berakhir dengan kebakaran. Saat itu, mereka bertugas mengelas atap gudang. Khusnul yang mengetahui ada percikan api las, terjatuh ke tumpukan kembang api seberat 4000 kg di bawahnya, lalu melompat dan lari dari tempat ia dan Subarna sedang mengelas hingga aman.

Namun belum diketahui apakah Subarna juga melakukan hal serupa. Dari pemeriksaan sementara, Khusnul pun mengaku tidak mengetahui keberadaan Subarna saat itu karena panik, yang terpikir olehnya hanyalah melarikan diri untuk menyelamatkan diri.

“Saat besi yang akan dilas dipegang, tiba-tiba kawat menjadi panas. “Ternyata di bawah (4000 kg kembang api) (Khusnul) berlari dan melompat kepanasan dan asbesnya pecah,” ujarnya.

Hingga saat ini, lanjut Argo, status Khusnul masih berstatus saksi. Dia masih diperiksa polisi.

Kebakaran hebat disertai ledakan melanda pabrik kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses, Kamis 26 Oktober 2017 pukul 09:00 WIB. Akibatnya, 49 orang yang merupakan karyawan pabrik tersebut tewas seketika. Sementara itu, 46 orang mengalami luka-luka.—Rappler.com

Result SGP