Pengalaman menyenangkan menjadi relawan
keren989
- 0
Cerita dari relawan Kelas Inspirasi dan peneliti hukum, Liza Farihah, dan pendiri Count Me In, Zack Petersen
JAKARTA, Indonesia—Apakah Anda melakukan sesuatu tanpa mengharapkan imbalan? Tampaknya sangat sulit untuk membayangkan hari-hari ini.
Tapi tunggu dulu, masih ada orang yang suka membantu orang lain tanpa dibayar. Mereka adalah sukarelawan. Saat ini cukup banyak organisasi yang mengundang relawan untuk berbagi dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah Kelompok Kelas Inspirasi.
Kelas Inspirasi merupakan kegiatan berbagi cerita dan pengalaman seputar profesi relawan.
Bagi Liza Farihah yang merupakan peneliti hukum pada Lembaga Pengkajian dan Advokasi Independensi Peradilan, menjelaskan pekerjaannya kepada anak-anak merupakan tantangan tersendiri yang cukup ia nikmati.
“Yah, profesi saya sebenarnya sulit menjelaskan. Menjelaskan Bahkan orang dewasa pun belum tentu mengerti. “Yah, saya merasa tertantang bagaimana menjelaskan profesi saya dengan cara yang menyenangkan dan sederhana kepada anak-anak sekolah dasar,” kata Liza kepada Rappler, Jumat, 20 Mei.
Kenikmatan tersebut membuat Liza menjadi relawan Kelas Inspirasi sebanyak tiga kali, yaitu di Rote Mengajar (sejenis Kelas Inspirasi yang diadakan Indonesia Mengajar di Rote, NTT), di Kelas Inspirasi Jakarta, dan di Kelas Inspirasi Yogyakarta.
Lain halnya dengan Zack Petersen. Ia dan teman-temannya membangun Count Me In untuk menghubungkan relawan dengan tempat-tempat di seluruh Indonesia yang membutuhkan bantuan dalam berbagai bentuk.
Count Me In bergerak maju Twitter Dan Facebook untuk mengumpulkan relawan yang kemudian akan dihubungkan dengan organisasi yang sesuai dengan kepentingan masing-masing.
“Menjadi sukarelawan bukan hanya sekedar mencantumkannya di CV atau menyelesaikan tugas sekolah. Namun Anda harus menjadi sukarelawan di tempat yang Anda rasa dapat memperoleh manfaat darinya. Bisa di rumah sakit, mengajar anak jalanan, atau membersihkan kandang di penampungan hewan, semua tergantung kepentingan masing-masing, kata Zack kepada Rappler, Kamis, 19 Mei kemarin.
Di Count Me In, kegiatan yang dilakukan sangat beragam, antara lain kegiatan penggalangan dana di tengah kemacetan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, untuk membantu dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberadaan anak jalanan. Count Me In juga berupaya membentuk gerakan peduli terhadap penderitaan 24 juta anak Indonesia yang tidak memiliki akta kelahiran.
Saat ini Count Me In membutuhkan peneliti, relawan, mentor dan pakar pendidikan untuk mengonsep program beasiswa bagi anak perempuan di Pulau Komodo yang sering putus sekolah.
Minat yang tinggi dari para relawan
Minat masyarakat untuk menjadi relawan sangat tinggi. Pada program Kelas Inspirasi misalnya. Karena peminatnya yang sangat tinggi, tidak semua orang yang mendaftar bisa terpilih menjadi relawan.
“Kalau ikut KI (Kelas Inspirasi) yang peminatnya banyak, misalnya di Jakarta dan Yogyakarta, bisa-bisa tidak diterima. “Karena jumlah relawan yang dibutuhkan dan yang terdaftar cukup berbeda,” kata Liza.
Di Kelas Inspirasi Jakarta sendiri, terdapat 400 guru relawan, belum termasuk relawan fotografer dan videografer. Kelas inspirasi di kota lain belum ditambahkan.
Sementara itu, sejak didirikan pada Oktober 2012, Count Me In telah menghubungkan ribuan relawan dengan berbagai organisasi di seluruh Indonesia.
“Saat ini semakin banyak masyarakat Indonesia yang ingin menjadi relawan. Senang rasanya melihat begitu banyak orang yang peduli terhadap berbagai persoalan. Anda bisa lihat, dari kita dapat, Pekerjaan sukarelake Taman Bacaan Pelangi dan Komunitas topan,” kata Zack.
Datang dan jadilah sukarelawan
Menurut Zack, menjadi relawan tidaklah sulit. Mulailah dari hal kecil yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Fokuslah pada hal-hal yang benar-benar Anda pedulikan. Misalnya saja jika Anda tertarik dengan isu lingkungan hidup, Anda bisa menghubungi tim relawan Diet Kantong Plastik. “Dengan begitu kalian akan memiliki kedekatan emosional dan nyaman untuk terus menjadi sukarelawan,” ujarnya.
Sementara untuk menjadi relawan Kelas Inspirasi, Anda bisa memulainya dengan mengecek jadwal di website kelasinspirasi.orgkemudian mendaftar dengan mengikuti petunjuk akun media sosial Kelas Inspirasi terkait.
Namun, yang terpenting adalah melakukan semuanya dengan alasan yang tulus. “Jika Anda menjadi sukarelawan hanya demi berfoto di Instagram dan Facebook, maka Anda melakukannya karena alasan yang salah,” kata Zack. —Rappler.com
BACA JUGA: