KTT OKI juga harus menyerukan kemerdekaan bagi Palestina
keren989
- 0
Perdana Menteri Benyamin Netanyahu mendesak negara-negara lain untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel
JAKARTA, Indonesia – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melancarkan maraton diplomasi untuk menggalang dukungan negara-negara mayoritas Muslim agar mengambil sikap tegas terhadap pengakuan sepihak atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pasalnya, setelah pengakuan tersebut, Israel mempunyai alasan untuk terus membangun permukiman di tanah milik Palestina.
Pada pertemuan pertama, Retno bertemu dengan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi di Kementerian Luar Negeri Yordania pada Senin, 11 Desember. Dipilihnya Yordania sebagai negara pertama yang dikunjungi karena negara tersebut berperan sebagai pengurus tempat-tempat suci di Yerusalem, kepentingan tempat-tempat suci dan mengatur badan wakaf di Yerusalem.
Kepada rekan-rekannya, Retno menyampaikan kritik keras Presiden Joko “Jokowi” Widodo atas pengakuan sepihak Trump. Pasalnya, pernyataan Trump pekan lalu memicu kerusuhan di kawasan Timur Tengah. Faktanya, dunia internasional, termasuk Amerika, mengupayakan perdamaian antara Israel dan Palestina melalui solusi dua negara. Dimana jika hal tersebut terwujud maka kota Yerusalem akan terbagi dua. Bagian timur berada di bawah kendali Palestina dan bagian barat diduduki Israel.
Retno mengatakan masyarakat internasional harus mempertahankan bahwa Yerusalem masih berstatus quo. Dengan demikian, tidak ada satu pihak pun yang mengklaim kepemilikan kota tersebut.
Cara lain yang dilakukan Retno untuk membantu Palestina adalah dengan meyakinkan Yordania untuk mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. Hingga saat ini Palestina belum sepenuhnya diakui sebagai sebuah negara karena masih berada di bawah pendudukan Israel.
Dukungan terhadap Palestina juga harus ditunjukkan tidak hanya secara politis, tetapi juga secara konkrit yaitu pemberian bantuan kemanusiaan, bantuan ekonomi, dan peningkatan kapasitas, kata Retno dalam keterangan tertulisnya, Senin.
Sementara itu, Retno bertemu dengan Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al Maliki di ibu kota Amman, Yordania hari ini sekitar pukul 21.15 waktu setempat. Keduanya terlibat perbincangan hingga 2 jam.
Lantas apa saja yang dibicarakan Retno dengan Maliki? Pertama, hasil KTT Liga Arab yang digelar di Kairo, Mesir. Salah satu dampaknya adalah para menteri negara anggota meminta AS menarik pernyataannya yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Kedua, pembahasan persiapan KTT luar biasa OKI di Türkiye. Unsur yang akan dibawa Indonesia sama dengan yang diajukan Palestina.
Ketiga, perbincangan Retno dengan para menteri luar negeri negara-negara di Eropa Barat. Retno meminta agar tidak ada negara di kawasan yang mengikuti jejak AS dan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Selama ini negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel membangun kedutaan besarnya di Tel Aviv.
Hal ini diungkapkan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu saat berada di Brussels, Belgia. Netanyahu dengan yakin mengatakan negara-negara Uni Eropa juga akan mengikuti keputusan Trump dengan memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem.
Netanyahu membela Trump dengan mengatakan bahwa apa yang dikatakan raja real estate itu konsisten dengan fakta di lapangan.
“Yerusalem telah menjadi ibu kota Israel selama 70 tahun. Saya kira apa yang dilakukan Presiden Trump adalah mengklarifikasi fakta yang sudah ada. Perdamaian didasarkan pada kenyataan. “Perdamaian didasarkan pada pengakuan terhadap kenyataan,” kata Netanyahu di Brussels pada hari Senin. media.
Menurut surat kabar harian Waktu New York Sikap masing-masing dari 28 negara tersebut tidak solid dan menolak keras pengumuman yang disampaikan Trump. Posisi resmi UE adalah mendukung apa pun yang dikatakan oleh kepala kebijakan luar negeri UE Federica Mogherini, yang tetap berkomitmen pada solusi dua negara sebagai jalan keluar.
Pergi ke Turki
Sementara itu, Presiden Jokowi siang tadi berkunjung ke Istanbul, Turki untuk menghadiri KTT Luar Biasa OKI yang digelar besok. Di Bandara Halim Perdanakusuma, ia menyatakan akan memanfaatkan forum KTT OKI untuk menyampaikan penolakan masyarakat Indonesia terhadap pengakuan sepihak Paman Sam.
“Ini merupakan kesempatan bersama bagi negara-negara OKI untuk bersama-sama dan tegas menolak keputusan Presiden Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” kata Jokowi hari ini.
Ia juga berharap KTT OKI bisa menghasilkan suara bulat untuk membela Palestina. Rencananya, Jokowi akan kembali tiba di Jakarta pada Kamis depan.
Saya berharap kunjungan ini dapat membawa manfaat nyata bagi upaya perdamaian dunia, khususnya untuk menyelesaikan perselisihan antara Israel dan Palestina, ujarnya.
– Rappler.com