• April 21, 2026

Berita hari ini : Selasa 12 Desember 2017

Halo pembaca Rappler!

Pantau terus halaman ini untuk berita-berita terupdate pilihan redaksi Rappler Indonesia pada Selasa, 12 Desember 2017.

Kisah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang menunjuk istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung sebagai staf ahli

Asman Abnur, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), akhirnya angkat bicara soal staf ahli bidang politik dan hukum di kementeriannya, Tin Zuraida. Dijelaskannya, pelantikan Tin dimulai pada tahun 2016 saat kementerian yang dipimpinnya menggelar seleksi terbuka untuk mengisi 3 posisi staf ahli, yakni staf ahli di bidang budaya kerja, perekonomian daerah, dan politik serta hukum.

Lalu terpilihlah tiga orang, termasuk Tin. Dua orang selain Tin, jelas Asman, tidak ada masalah. Namun muncul persoalan yang menyeret nama Tin, apalagi saat suami Tin diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Jadi dengan pemberitaan ini kita tunda,” kata Asman ditemui di sela-sela acara Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia).

Ternyata setelah satu tahun berlalu, belum ada perkembangan fakta hukum mengenai Timah. Pada akhirnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tetap menunjuk Tin sebagai saksi ahlinya.

“Sebagai TIDAK ada fakta hukum, kami TIDAK bisa melakukan apapun. Jadi kita berharap dengan pemberitaan itu ada fakta hukumnya, itu saja, ujarnya.

Asman kembali menegaskan, jika ditemukan fakta hukum terkait kasus Tin, pihaknya siap mengevaluasi pelantikan Tin. Perempuan yang sebelumnya bekerja di Mahkamah Agung ini merobek dokumen dan membuang uang ke toilet saat penyidik ​​KPK menggeledah rumahnya tahun lalu. Diduga uang tersebut merupakan suap yang diterima suaminya. Baca selengkapnya Di Sini.

Libur Natal dan Tahun Baru, Kapolri: Waspada Terorisme

Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian mengatakan pihaknya memperhatikan tiga hal jelang libur Natal dan Tahun Baru 2018.

“Ada 3 hal penting yang kita sadari. Pertama, terorisme, mengapa? (berdasarkan) pengalaman,” kata Tito, Selasa, 12 Desember 2017 di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Hal kedua yang perlu Anda perhatikan adalah arus mudik. Saat ini, lanjut Tito, ruas Tol Gringsing sedang diperbaiki. Hal ini akan mendorong pemudik untuk menggunakan jalur Pantura.

“Makanya kita tetap waspada terhadap arus mudik dan arus balik. Kami terus mengadakan pertemuan dengan pemangku kepentingan. Nanti akan dimaksimalkan, kata Tito.

Selain terorisme dan arus mudik, hal lain yang akan diawasi adalah distribusi bahan pokok. Sebab, perayaan Natal dan Tahun Baru biasanya menyebabkan harga naik. Baca berita selengkapnya Di Sini.

KPK: Aturan pemberantasan korupsi di Indonesia masih lama

Agus Rahardjo, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menegaskan gerakan pemberantasan kejahatan luar biasa terus berlanjut hingga saat ini. Menurut Agus, dampaknya sudah mulai terlihat.

Tingkat korupsi di Indonesia yang sangat akut akibat peninggalan Orde Baru pada tahun 1999, perlahan mulai membaik. Jika 18 tahun lalu Indonesia menduduki peringkat ke-17 dari skala 100, kini Indonesia bisa berbangga.

“Kalau boleh saya laporkan, IPK kita di ASEAN sudah ada di nomor 3. Jadi, Singapura memang yang terbaik dan butuh waktu lama untuk mengejar apa yang sudah diraihnya karena CPIB (Badan Pemberantasan Korupsi) berdiri jauh lebih lama. sejak tahun 1952,” kata Agus saat menyampaikan pidato di Hari Anti Korupsi Sedunia.

Sementara KPK Malaysia juga telah melewati usia 50 tahun. Meski begitu, Indonesia tetap harus mengucap syukur. Untuk memberantas tindak korupsi tersebut diperlukan tindakan bersama karena yang menjadi penggerak bukan hanya KPK dan pemerintah, namun juga perlu pengawasan dari masyarakat Indonesia.

“Ayo bantu kami mengawasi seluruh aparatur negara. Semoga IPK kita bisa naik lebih drastis lagi kedepannya. Namun kini, hal tersebut berada pada arah yang benar. “Pada tahun 2016, alhamdulillah Indonesia mampu menyalip Filipina dan Thailand,” ujarnya.

Namun, Agus mengkritik upaya DPR yang terkesan setengah hati dalam memberantas korupsi. Sebab, undang-undang yang digunakan untuk memberantas korupsi saat ini dinilai sudah ketinggalan zaman. Mengapa? Sebab peraturan tersebut hanya berdampak pada keuangan negara. Padahal, praktik korupsi yang terjadi di sektor swasta tidak boleh ditoleransi.

“(Aturannya) harus diperluas lagi agar suap di pihak swasta juga tidak diperbolehkan. Misalnya saja seorang pengusaha mendapatkan kredit dari bank, lalu ia memberikan sesuatu. Tidak mungkin. Misalnya, pedagang lain kini lebih memilih menggunakan pulsa karena akan mendapat penghasilan dari berbagai sumber. Bukan suap, tapi tetap tidak boleh,” jelas Agus.

Dia mencontohkan di Singapura, guru dilarang menerima apapun dari siswanya. Sedangkan di Indonesia masih terdapat praktik mengajar yang memberikan pelajaran, namun sekaligus juga memberikan nilai di sekolah.

“Itulah yang terjadi konflik kepentingan,” dia berkata.

Untuk mencegah korupsi di sektor strategis, lembaga antirasuah telah menyiapkan aplikasi bernama JAGA. Sejauh ini, terdapat empat layanan publik yang masuk dalam JAGA, yakni rumah sakit, puskesmas, dana dan perizinan desa, serta pendidikan.

Fadli Zon menggantikan Setya Novanto sebagai Plt Ketua DPR

MENGKRITIK.  Wakil Ketua DPR Fadli Zon dikecam sejumlah pihak karena menghadiri konferensi pers Donald Trump baru-baru ini.  Foto dari Twitter @fadlizon

Wakil Ketua DPR Fadli Zon akhirnya diangkat menjadi Pj Ketua DPR menggantikan Setya Novanto yang mengundurkan diri. Keputusan ini diambil setelah dua pimpinan DPR, Fahri Hamzah dan Fadli Zon menggelar rapat pimpinan di kompleks parlemen.

Oleh karena itu, ditetapkan penjabat Ketua DPR adalah Wakil Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, kata Fadli, kemarin, saat memberikan keterangan pers.

Proses selanjutnya, kata Fahri, adalah DPR akan melaporkan perkembangan tersebut secara resmi kepada DPP Partai Golkar dan Presiden Joko Widodo.

Surat ini dikirimkan kepada Presiden RI sebagai pemberitahuan protokoler dan DPP Partai Golkar, kata Fahri.

Isi surat kepada kedua lembaga tersebut, kata Fahri, akan berbeda. Surat tersebut dikirimkan kepada Jokowi sebagai bentuk pemberitahuan bahwa Setya telah mengundurkan diri dan digantikan oleh Plt Ketua DPR Fadli Zon. Sementara itu, surat kepada DPP Golkar berisi permintaan agar partai berlambang beringin itu segera menyiapkan penggantinya. Sebab, posisi Ketua DPR sudah pasti dipegang oleh Golkar.

Sementara itu, surat permohonan Setya untuk mengangkat Azis Syamsuddin sebagai Ketua DPR ditolak mentah-mentah oleh Fraksi Golkar. Sekretaris Dewan Pertimbangan Partai Golkar Fadel Muhammad menilai pergantian pimpinan DPR dengan cara seperti itu merupakan bentuk kesewenang-wenangan. Baca selengkapnya Di Sini.

– Rappler.com

agen sbobet