Berolahraga saat Ramadhan, sebelum atau sesudah berbuka puasa?
keren989
- 0
Ini adalah ringkasan yang dibuat oleh AI, yang mungkin memiliki kesalahan. Untuk konteksnya, selalu rujuk artikel selengkapnya.
Agar olahraga tak mengganggu puasa Ramadhan, perhatikan hal-hal berikut ini.
Di bulan Ramadhan, banyak orang yang mengurangi aktivitas fisik dengan tidak melakukannya olah raga saat puasakarena aktivitas fisik bisa membuat kita haus karena kehilangan cairan sehingga mengganggu puasa.
Padahal, olahraga saat bulan puasa bisa memberikan dampak penting bagi kesehatan tubuh.
Sebuah penelitian yang dilakukan peneliti Tunisia dari University of Sfax dan CHU Habib Bourguiba menunjukkan bahwa aktivitas fisik memberikan dampak baik bagi kesehatan tubuh selama berpuasa.
Hal ini terlihat dari parameter komposisi tubuh, hematologi dan biokimia pada peserta yang melakukan aktivitas olahraga mengalami perubahan yang lebih baik yaitu penurunan berat badan, penurunan persentase lemak tubuh dan peningkatan daya tahan tubuh.
Dengan dampak positif yang ditawarkan, rutin berolahraga selama bulan puasa baik untuk kesehatan. Namun agar olahraga tidak mengganggu puasa kita, ada baiknya kita memperhatikan hal-hal tersebut sebelum kita berolahraga.
Kapan waktu yang tepat untuk berolahraga saat puasa?
Penentuan apakah latihan sebaiknya dilakukan sebelum atau sesudah pembukaan tergantung pada tujuan latihan itu sendiri.
Misalnya, apakah tujuan olahraga Anda untuk menjaga kebugaran, atau meningkatkan dan mempertahankan massa otot?
Selain itu, Anda juga harus memperhatikan intensitas olahraga yang dilakukan, serta kondisi tubuh saat berolahraga.
Menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh
Jika tujuan olahraga Anda adalah untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh, sebaiknya olahraga dilakukan pada pagi hari setelah sahur.
Hal ini dikarenakan suhu udara di pagi hari masih segar sehingga tidak menimbulkan rasa haus yang berlebihan saat Anda melakukan aktivitas olahraga.
Komposisi olahraga yang dianjurkan adalah 70 persen kardio dan 30 persen angkat beban.
Menjaga kekuatan otot
Jika tujuannya untuk menjaga otot, sebaiknya dilakukan pada sore hari sekitar 1,5 jam hingga 2 jam sebelum berbuka.
Jika Anda merasa lelah dan haus setelah senam ini, jangan khawatir karena dilakukan menjelang waktu berbuka sehingga jika terjadi dehidrasi, cairan yang hilang dapat kembali normal saat berbuka.
Komposisi olahraga yang dianjurkan adalah 50 persen kardio dan 50 persen angkat beban.
Meningkatkan kekuatan dan kemampuan massa otot
Jika Anda ingin meningkatkan kekuatan dan massa otot, tingkat latihan yang perlu Anda lakukan lebih tinggi dibandingkan latihan lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya berolahraga setelah berbuka puasa, karena latihan ini bisa dibilang cukup berat.
Rasa lelah dan haus saat berolahraga tidak akan terlalu berdampak karena orang tersebut tetap bisa langsung minum seperti saat berolahraga pada umumnya. Komposisi olahraga yang dianjurkan adalah 30 persen kardio dan 70 persen angkat beban.
Hal yang harus diperhatikan sebelum berolahraga di bulan puasa
Olahraga dapat dilakukan dengan durasi antara 30 menit hingga maksimal 60 menit dengan memperhatikan hal-hal berikut:
- Lakukan latihan kardiovaskular ringan seperti berjalan kaki atau bersepeda. Dapat membakar kalori dan meningkatkan stamina, meningkatkan kelenturan dan detoksifikasi, serta meregangkan otot yang bekerja. Atau melakukan aktivitas latihan otot sederhana seperti latihan otot, dorong ke atas, Dan duduk tegak
- Minumlah banyak air sebelum berolahraga. Minum air putih seperti air kelapa dapat meningkatkan elektrolit dalam tubuh sehingga dapat membantu fungsi jantung, saraf, dan otot.
- Jangan melakukan olahraga berlebihan dengan intensitas tinggi seperti lari, anak tiri, atau angkat beban karena dapat menyebabkan cedera sendi atau otot serta menimbulkan komplikasi seperti tekanan darah rendah, hipoglikemia, dan pusing.
- Jangan melanjutkan olahraga jika merasa lemas, pusing, atau sakit, meskipun intensitas olahraga sudah dikurangi.
- Hindari mengonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak berlebih atau makanan berminyak jika ingin olahraga Anda berhasil.
Setiap orang mempunyai riwayat kesehatan yang berbeda-beda. Jika Anda sedang dalam perawatan medis dokter atau memiliki riwayat penyakit kronis, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai aktivitas fisik sebelum mulai berolahraga saat berpuasa. —Rappler.com
Sumber artikel ini berasal dari HaloSehat.comsebuah website kesehatan yang menyajikan informasi terpercaya dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia.