Ridwan Nojeng: “Pahlawan Lembah Hijau Rumbia”
keren989
- 0
PALU, Sulawesi Tengah – Pada tahun 2010, Ridwan Nojeng merintis usaha pembuatan produk pupuk organik dari kotoran sapi di tempat asalnya di Desa Tompobulu, Jeneponto, Sulawesi Selatan. Dari pupuk itu, ia mulai menggunakan pupuk untuk menghijaukan kawasan sekitarnya. Lambat laun, warga sekitar kediaman Ridwan tergerak untuk membantu penghijauan kawasannya.
Tompobulu yang tadinya tandus kini menjadi Desa Wisata Lembah Hijau Rumbia. Selain sukses menghijaukan kawasan tempat tinggalnya, penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2016 ini juga fokus melanjutkan pembangunan Desa Wisata Rumbia Green Valley dengan menambah berbagai fasilitas seperti area pendidikan anak, area pengecatan, gazebo. dan membangun perpustakaan bernuansa alam. Saat ini Desa Wisata Lembah Hijau mempunyai program penghijauan yang dilaksanakan setahun sekali.
Ridwan terus melakukan penghijauan. Bisnis pupuknya pun berkembang. Untuk membantunya menjalankan pabrik pupuk organik seluas 2 hektar, Ridwan Nojeng saat ini mempekerjakan 20 orang karyawan sehingga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat tempat tinggalnya.
Setelah 6 tahun berjalan, Ridwan Nojeng terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat untuk berkontribusi terhadap lingkungan sekitar dengan melakukan penghijauan, khususnya penghijauan di daerah tandus dan kering. Dampak yang dialami sendiri oleh Ridwan Nojeng adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan melalui penghijauan.
Menurut Ridwan, siapapun bisa berbuat sesuatu untuk masyarakat dan lingkungan, asalkan mau dan siap bekerja keras. “Mari kita berkarya sesuai bidang kita masing-masing agar karya kita bisa dinikmati banyak orang. “Mudah-mudahan setiap daerah terpencil di Indonesia memulai dan terus berupaya seperti ini, agar ke depannya kekayaan di Indonesia bisa lebih merata, baik dari segi lingkungan hidup maupun ekonomi,” ujar Ridwan Nojeng dalam ceramah inspiratif di SATU Indonesia Kata penghargaan. di Palu, 4 Mei 2017.
Setelah mengunjungi Tarakan dan Ternate, acara Slubang eman Astr Terpadu ANDADalam ajang Indonesia Awards (SATU Indonesia Awards) 2017 yang diprakarsai oleh PT Astra International Tbk, pencarian generasi muda inspiratif di Palu terus dilakukan dengan harapan dapat menemukan banyak generasi muda asal Palu yang mampu mengangkat taraf hidup sosial dan ekonomi. dari masyarakat sekitar.
Hal ini sejalan dengan program hibah SATU Indonesia yang bertujuan untuk mengembangkan inisiatif masyarakat khususnya generasi muda dengan memanfaatkan sumber daya daerah yang ada untuk meningkatkan perekonomian dan taraf hidup, sehingga dapat menyebarkan ‘virus’ positif kepada masyarakat sekitar.
Bincang Inspiratif SATU Indonesia Awards 2017 yang memasuki tahun ke 8 penyelenggaraannya pada tahun ini dilaksanakan di Media Center Universitas Tadulako Palu dan menghadirkan Walikota Palu, Dr. Hidayat, M.Si, Wakil Menteri Pendidikan Nasional RI 2010-2012 sekaligus juri SATU Indonesia Awards Fasli Jalal, Head of Public Relations PT Astra International Tbk Yulian Warman, Head of Environment and Social Responsibility PT Astra Internasional Tbk Riza Deliansyah, dan penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2016 Ridwan Nojeng.
Dalam ceramah inspiratif ini dihadiri oleh para peserta pelatihan, mahasiswa, LSM, masyarakat dan berbagai lembaga yang terkait dengan bidang penilaian SIA (pendidikan, kewirausahaan, lingkungan, kesehatan dan teknologi), Fasli Jalal yang merupakan salah satu juri penghargaan SATU Indonesia adalah . , juga mengajak pemuda Palu untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya untuk memajukan Kota Palu.
“Indonesia mempunyai potensi 48 juta generasi muda yang siap membangun bangsa. Mari kita temukan generasi muda Palu yang berprestasi dan berkontribusi. “Jangan takut berkompetisi karena kriteria tiap kota mungkin berbeda karena tingkat kesulitannya berbeda-beda,” kata Fasli Jalal.
Penghargaan SATU Indonesia
Program SATU Indonesia Awards tahunan diadakan dalam rangka memperingati Hari Janji Pemuda untuk mencari generasi muda Indonesia terpilih yang telah memberdayakan dan memobilisasi masyarakat di sekitar tempat tinggal mereka. Dalam rangka HUT ke-60 tahun ini, Astra akan memberikan bantuan dana bina lingkungan masing-masing sebesar Rp60 juta kepada penerima apresiasi tingkat nasional.
Selain itu, penerima apresiasi juga akan mendapatkan bimbingan kegiatan dari Astra. Mereka yang terpilih menjadi penerima SATU Indonesia Awards adalah mereka yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
- Usia maksimal 35 tahun
- Perorangan atau kelompok yang beranggotakan minimal 3 orang
- Memiliki aktivitas orisinal
- Para aktivis/kegiatan tersebut telah berlangsung minimal 1 tahun
- Belum pernah mendapat penghargaan nasional/internasional
- Bukan merupakan karyawan Grup Astra dan Grup Media Tempo
- Dapat mendaftarkan orang lain yang memenuhi syarat dan ketentuan untuk mengikuti SATU Indonesia Awards 2017
Kegiatan yang dapat didaftarkan dalam program ini adalah kegiatan yang dapat membantu dan mendorong orang lain untuk mandiri, dengan memberikan solusi, metode atau alat, bukan sekedar memberikan donasi atau donasi yang berdampak sementara. Bisa juga dalam bentuk pelatihan keterampilan bagi kelompok masyarakat, komunitas atau kelompok masyarakat kurang mampu, agar mereka memiliki keterampilan dan dapat hidup mandiri.
Kegiatan yang membawa perubahan tersebut akan dinilai berdasarkan parameter berikut:
- Motif: Gagasan awal, jenis kegiatan, tujuan/motivasi/sasaran, bidang kinerja, upaya mewujudkannya serta pihak-pihak yang bekerjasama dan lembaga pendanaan.
- Hasil: Aktivitas dan hasil yang dibuat.
- Mencapai: Jumlah dan dampak terhadap manusia atau sistem yang dibangun oleh program yang dilaksanakan.
- Kontinuitas: Menilai komitmen untuk melanjutkan aktivitas.
Hingga saat ini, terdapat 39 orang penerima apresiasi SATU Indonesia Awards yang bekerja di berbagai kategori Pendidikan, Lingkungan Hidup, Kewirausahaan, Kesehatan, Teknologi dan Kelompok. Berikut jumlah pendaftar program SIA:
Apresiasi tingkat provinsi
Setelah 8 tahun beroperasi, Astra meyakini masih banyak generasi muda di pelosok nusantara yang sebenarnya memiliki program pemberdayaan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar, namun belum terjangkau oleh program tersebut. Hal ini terlihat dari belum meratanya sebaran pendaftar di 34 provinsi di Indonesia.
Oleh karena itu, mulai tahun ini SATU Indonesia Awards akan mencari sosok-sosok inspiratif melalui seleksi di tingkat provinsi yang juga akan mendapatkan dana apresiasi. Sedangkan bagi penerima apresiasi tingkat nasional, masing-masing kategori akan mendapat dana bantuan sebesar Rp60 juta dan bimbingan kegiatan.
Juri SATU Indonesia Award 2017 terdiri dari Prof. Emil Salim, Prof. Nila Moeloek (Menteri Kesehatan RI), Prof. Fasli Jalal (Wakil Menteri Pendidikan Nasional RI periode 2010-2012 dan guru besar pascasarjana Universitas Negeri Jakarta), Ir. Tri Mumpuni (Pendiri Lembaga Bisnis dan Ekonomi Rakyat) dan Onno W. Purbo Ph.D. (Pakar Teknologi Informasi).
Seluruh masyarakat Indonesia yang mengetahui keberadaan generasi muda yang memiliki kriteria di atas dapat terlibat dengan merekomendasikan dan mendaftarkan calon peserta mulai tanggal 20 Maret 2017 – 10 Agustus 2017. Informasi lengkap dan pendaftaran dapat dilakukan di www.satu-indonesia.com.
Berbagai program lain yang bisa diikuti adalah Spread ONE Indonesia dan pemungutan suara pemenang favorit. Sedangkan perkembangan SATU Indonesia dapat dilihat melalui Halaman Penggemar Facebook: Semangat Astra Terintegrasi, Twitter: SATU_Indonesia dan Instagram: SATU_Indonesia. —Rappler.com