• April 17, 2026

Berita hari ini : Sabtu 14 Oktober 2017

Halo pembaca Rappler!

Pantau terus halaman ini untuk mengetahui update berita terkini yang dihimpun redaksi Rappler Indonesia pada Sabtu 14 Oktober 2017.

Banyak Jalan Rusak, Tegur Jokowi kepada Wali Kota Medan

Presiden Joko “Jokowi” Widodo geram dengan buruknya kondisi jalan di ibu kota Medan, Sumatera Utara. Dia bertindak seperti itu setelah memeriksa sendiri kondisi jalan di sana.

Pasalnya, mantan Gubernur DKI itu banyak mendapat keluhan terkait buruknya kondisi jalan di sana. Oleh karena itu, Jokowi memperingatkan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin untuk segera memperbaiki keadaan.

“Saya menerima banyak keluhan mengenai jalan rusak. Makanya pagi-pagi saya sudah meninjau ke berbagai tempat, kata Jokowi.

Peringatan Jokowi ini tidak main-main. Sebab, jika tidak cepat dilakukan, pihaknya tak segan-segan mengambil alih dan melakukan sendiri perbaikan jalan tersebut.

“Ya, segera lakukan. “Kalau tidak segera dilakukan, nanti saya lakukan,” ujarnya.

Jokowi mengecek kondisi infrastruktur di sela-sela kunjungan kerja hingga kunjungan ke kediaman calon mertuanya. Baca selengkapnya Di Sini.

Anies-Sandi berjanji akan menjenguk Ahok di Rutan Brimob setelah dirinya dilantik

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berencana mengunjungi seluruh mantan gubernur DKI, termasuk Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama. Rencana tersebut ia sampaikan saat memberikan keterangan pers di markas Anies-Sandi di Melawai.

“Rencana kami akan mengunjungi seluruh mantan gubernur dan berharap dapat berkomunikasi secara rutin,” kata Anies.

Menurut Anies, kunjungan itu bisa dimanfaatkan dirinya dan Sandi untuk mengetahui lebih jauh kepemimpinan di Ibu Kota.

“Pengalaman mereka bisa bermanfaat bagi kita,” ujarnya lagi.

Anies memastikan keduanya juga akan menjenguk Ahok yang kini ditahan di Rutan Mako Brimob.

Nanti semua gubernur (akan dikunjungi), ujarnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Djarot Saiful Hidayat yang telah memimpin DKI dengan baik. Baca selengkapnya Di Sini.

Apakah Djarot yang dipanggil ke kediaman Megawati diusulkan maju pada Pilkada Jatim 2018?

Djarot Saiful Hidayat menyelesaikan jabatannya sebagai Gubernur DKI dini hari tadi. Maka ia meninggalkan rumah dinas di Jalan Taman Suropati nomor 7.

Namun usai keluar dari rumah dinas, Djarot dikabarkan dipanggil ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar.

“Tadi malam saya mendapat telepon dari Ny. Mega harus bertemu hari ini. Makanya Pak Erikao (Wakil Sekjen PDI-P Eriko Sotarduga) jemput ke sini, begitulah dia berangkat ke sana, kata Djarot di rumah dinasnya.

Ia mengaku akan melaporkan perkembangan di ibu kota yang dilakukan selama ini, mulai dari masa Joko Widodo, Ahok hingga dirinya.

“Iya, untuk transfer kemajuan di Jakarta karena (jabatan) saya berakhir Sabtu tengah malam ini,” ujarnya.

Lantas, apakah somasi itu juga terkait dengan kemungkinan Djarot diminta maju di Pilkada Jatim 2018? Dia enggan menjawab.

“Jatim 1 nanti akan dibahas. Saya tidak tahu. “Aku akan memberitahumu nanti,” katanya. Baca selengkapnya Di Sini.

Kepala sekolah di Jembrana terancam hukuman 15 tahun penjara karena menganiaya tiga siswi

MELECEHKAN.  Kepala sekolah dasar di Jembrana, Bali, terancam hukuman 15 tahun penjara karena menganiaya tiga muridnya.  Ilustrasi oleh Rappler

Ida Bagus Putu ST, kepala sekolah dasar di Jembrana, Bali, terancam hukuman 15 tahun penjara karena menganiaya tiga muridnya. Ketiga siswa tersebut juga berusia 11 dan 12 tahun.

Kapolsek Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengatakan, hasil pemeriksaan korban dan saksi membenarkan Putu sebagai pelaku pencabulan.

“Pelaku menyuruh korban bergantian membersihkan ruang kepala sekolah dan ruang kelas. Pelaku meminta korban datang ke sekolah lebih awal, kata Priyo di ruang kerjanya.

Ia mengatakan, pelaku menganiaya ketiga pelajar tersebut dengan memeluk korban saat sedang menjalankan tugas. Pelaku kemudian mencium bibir korban dan berkali-kali menekan payudaranya.

Kasus ini terungkap karena salah satu korban menceritakan kepada orang tuanya tentang tindakan kepala sekolah, ujarnya.

Pelaku dijerat pasal 82 ayat 1 dan ayat 2 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang peraturan pemerintah pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Republik Indonesia No. perlindungan dengan hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. . Baca selengkapnya Di Sini.

Setya Novanto mengunjungi pengungsi Gunung Agung di Buleleng

KUNJUNGI PENGUNGSI.  Ketua Dewan Rakyat (DPR) Setya Novanto melakukan dialog dengan warga Bali yang mengungsi.  Foto diambil dari akun Twitter @DPR_RI

Usai dinyatakan membaik kondisi kesehatannya, Ketua DPR Setya Novanto terus menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas. Setelah sebelumnya mengikuti rapat paripurna di Kantor DPP Partai Golkar, ia berkunjung ke Pulau Bali pada Jumat pekan lalu.

Setya berkunjung dan melihat kondisi pengungsi Gunung Agung yang terpaksa meninggalkan rumahnya. Pengungsi yang mengunjungi Setya berada di kawasan Desa Tembok, Kabupaten Buleleng.

“Saya bertemu dengan Wakil Gubernur Bali, Pak. Sudikerta dan teman-teman datang ke sini membawa sembako dan logistik lainnya,” kata Setya kepada warga di Desa Bawah.

Ia menilai penanganan pengungsi di ujung utara Pulau Bali sudah cukup baik. Ia mengatakan hal itu terlihat dari bahan makanan dan perlengkapan logistik lainnya yang telah didistribusikan.

Ketua Umum Partai Golkar ini juga berharap para pengungsi tetap ceria dan tabah meski berada di pengungsian. Apalagi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih menerapkan status waspada di gunung yang memiliki ketinggian sekitar 3.000 meter tersebut.

“Ayah dan ibu, serta anak-anak, semuanya masih bahagia. “Jika hatimu selalu ceria, kamu bisa menghadapi situasi apapun dengan bahagia,” ujarnya.

Dalam kunjungannya, Setya juga membagikan sembako kepada para pengungsi. Setya masih menjadi sorotan usai ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi KTP Elektronik.

Status tersebut akhirnya dianggap tidak sah berkat hasil sidang pendahuluan. Dalam proses praperadilan, Setya sempat dilarikan ke rumah sakit karena berbagai komplikasi. Baca selengkapnya Di Sini.

11 WNI terancam hukuman mati di Sabah

HUKUMAN MATI.  11 WNI di Sabah diketahui terancam hukuman mati.  Ilustrasi oleh Rappler

Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu Akhmad DH Irfan di Kota Kinabalu mengatakan, terdapat 11 WNI yang terancam hukuman mati. Bahkan, tiga WNI telah mendapat perintah hukum tetap (inkrach) dan menunggu perintah pengampunan (pardon) dari Yang Dipertuan Negeri Sabah.

Empat lainnya kini diadili di Pengadilan Tinggi Rayuan Persekutuan Negeri Sabah. Empat warga negara Indonesia lainnya masih dalam pemeriksaan.

Meski ada tiga WNI yang kian mendekat ke tiang gantungan, Irfan menegaskan, bukan berarti pemerintah Indonesia lepas tangan. Pemerintah, kata Irfan, terus berupaya menyelamatkan WNI dari ancaman hukuman mati.

“Kami berkomitmen memberikan pembelaan kepada WNI agar ancaman hukumannya berkurang,” kata Irfan.

Namun KJRI Kota Kinabalu belum bersedia menyebutkan nama 11 WNI tersebut dan tindak pidana apa yang mereka lakukan. Baca selengkapnya Di Sini.

– Rappler.com

slot demo pragmatic